KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 75 ALUNAN PIANO SEDIH


__ADS_3

Riana melihat muka David. Riana lalu mendekati David.


"Apa Kak tidak mau mencari orang yang Kak sedihkan dan masih Kak ingat?" tanya Riana yang melihat ke arah muka David.


"Untuk apa aku mencarinya. Dia tidak begitu penting bagiku."


"Tapi Riana selalu melihat Kak David sedih jika bermain piano."


"Sudah jangan bahas soal orang yang tidak ingin aku bahas dan aku tidak percaya dengan wanita," ucap David kesal dan segera meninggalkan Riana.


"Kak mesti tanya ke dia kenapa dia bisa berbuat itu. Riana yakin kalau dia pasti ada alasan untuk berbuat itu karena Kak pasti rindu diakan?" tanya Riana saat David yang baru 5 langkah kaki dari jangkauan Riana.


David lalu berhenti dan berbalik memandang Riana.


"Tidak ada alasan aku untuk ingin menemui dia. Aku Tidak bisa melupakan momen itu di saat dia mengkhianatiku."


"Kak berbohong. Kalau Kak bisa melupakannya, terus kenapa Kak selalu bermain piano dengan tema sedih?" tanya Riana sambil mendekati David.


David lalu pergi ke ruang dapur saat Riana mendekatinya dan segera makan masakan Riana.


Riana lalu ikut duduk dan juga makan dengan makanan yang di arahkan David.


"Sepertinya kamu sudah terbiasa dengan makanan yang aku anjurkan," ucap David mengoda Riana.


Riana hanya tersenyum kecil sambil melanjutkan makannya. David pun tersenyum saat Riana memandang ke arah lain.


Sepertinya aku mulai menyukainya. Sifatnya membuatku tertarik. Dasar Riana. Ucap David dalam batinnya sambil menatap Riana.


Tangan David perlahan mau menyentuh rambut Riana tapi dirinya segera menghentikannya dan mengeleng-mengeleng kepalanya.


Apaan aku barusan. Kenapa seakan aku mau menyentuhnya. Ahh lagi pula aku tidak mau merasakan kekecewaan lagi. Ucap David dalam batinnya dan melanjutkan makan.


Riana hanya fokus makan dan tidak memperhatikan gerak gerik David yang dari tadi memperhatikannya.


Setelah mereka selesai makan. David lalu menyuruh Riana tidur di dalam kamar.


"Apa Kak bilang. Aku tidur di kamar tidur Kak. Kakak jangan buat macam-macam," ucap Riana panik.


"Dasar bodoh," jawab David sambil menjitak kepala Riana.


"Aku menyuruh tidur di kamar bukan berarti berdua bodoh. Kamu tidur di kamar dan aku tidur di sofa."

__ADS_1


"Begitu Kak. tidak Kak. Biar Riana saja tidur di sofa. Kak lanjut saja."


"Jangan berpikir aku perhatian. Aku lagi tidak mod tidur di kamar sekarang," David lalu duduk di sofa.


"Kenapa Kak?" tanya Riana dengan heran.


"Kamu mau aku batalkan ke luar negeri besok?" ucap David dan lalu berbaring di sofa.


"Jangan Kak," Riana merasa takut jika David membatalkan kepergiannya menemui Dila.


"Kalau begitu segera tidur. Tidak usah banyak cerita. Dasar wanita suka banyak cerita," David lalu menutup dirinya dengan selimut dan memejamkan matanya.


Riana lalu segera ke kamar David. Ini pertama kalinya Riana masuk ke kamar David. Riana lalu melihat beberapa barang David. Dirinya juga melihat foto orang tua David beserta David berdiri di tengah-tengah orangtuanya.


Riana melihat foto yang terselip di belakang tumpukkan album David. Riana mengambilnya dan melihat isi album tersebut. Riana melihat semua foto David bersama wanita lain.


Riana membaca tulisan di foto tersebut yang bertuliskan Sita dan David always love. Riana menjadi mengerti kalau wanita itu adalah pacar lama David. Riana lalu melihat foto itu satu persatu.


"Sunguh bahagia mereka berdua. Terlihat dari raut muka mereka mereka di setiap foto. David sangat romantis. Kapan ya Vian mau ajak aku berfoto bersama seperti ini," ucap Riana yang berbicara sendiri.


Saat Riana selesai melihat foto terakhir. Riana melihat foto David dengan gambar dirinya dan satu lagi terkoyak. Riana menjadi tidak mengetahui foto David dengan siapa.


Riana pun meletakkan album tersebut ke tempat semula. Riana lalu berbaring di tempat tidur. Dirinya sangat senang karena sudah lama tidak tidur di tempat yang empuk.


Dirinya pun kembali ke tempat tidur dan memejamkam matanya.


Pagi pun tiba. Riana lalu terbangun dan melihat jam dinding sudah menujukkan jam 7 pagi. Dirinya pun keluar kamar dan melihat David sudah duduk di meja makan sambil meminum kopi.


"Pagi Kak David?" ucap Riana sambil mengarah ke arah David.


"Pagi," balas David sambil membaca sebuah buku.


"Jam berapa kita berangkat Kak?" tanya Riana sambil duduk.


"Jam 10 nantik."


"Untuk mengambil paspord Riana ya Kak?" tanya Riana lagi.


"Soal paspord nantik orang akan mengantar sendiri ke sini."


"Jadi jam 10 kita langsung ke bandara ya Kak."

__ADS_1


"Ya. Jadi kamu siap-siap aja duluan."


"Ok Kak. Kak mau makan apa?" Riana lalu berdiri dan menuju ke dapur.


"Mie kuah saja," pinta David yang masih membaca buku.


Riana lalu mencari mie di lemari dapur dan segera memasak untuk David. Setelah selesai. Dirinya pun mengantarkan mie ke meja tempat David duduk.


David hanya melihat Riana meletakkan makanan di depannya sedangkan Riana pergi ke kamar mandi.


David lalu segera makan mie tersebut sambil tertawa kecil mengigat Riana. Sesaat kemudian ponsel David berbunyi. David pun mengangkat ponselnya yang terletak di meja tempat dia duduk.


"Halo," jawab David lewat ponselnya.


"Halo Pak. Maaf Pak. Paspord Riana sudah selesai Pak. Apakah Pak David di apartemen sekarang?" tanya orang yang menelvon David."


Iya saya sekarang di apartemen. Antar saja, akan saya tunggu."


Setelah itu David menutup televonnya dan melanjutkan makan. Setelah beberapa lama, Riana pun keluar dari kamar mandi yang sudah berpakaian dan hanya tinggal mengeringkan rambutnya.


"Jadi Riana. Aku harap kamu tidak mabuk udara ya?" tanya David sambil tertawa.


"Tidak lah Kak. Memangnya Riana katrok apa Kak," jawab Riana dengan kesal.


Setelah mendengar perkataan Riana. David lalu mengambil ponselnya dan segera menuju ke kamarnya untuk mandi.


Riana hanya melihat David berjalan menuju ke kamarnya dan dirinya pun melanjutkan berdandan.


Tidak beberapa lama, seseorang mengetuk pintu apartemen David. Riana lalu menuju untuk membuka pintu tersebut.


Laki-laki itu pun terkejut melihat wanita dalam apartemen David.


"Maaf. Anda siapa?" tanya laki-laki itu dengan keheranan.


"Saya Riana. Kamu siapa?" tanya balik Riana.


"Saya mau mengantarkan paspord. Jadi, kamu yang punya paspord ini," Pria itu pun mengasih paspord ke Riana.


Riana lalu mencek paspord tersebut dan melihat foto Riana terpampang di paspord.


"Foto ini kan, foto yang aku kasih saat daftar audisi bernyanyi kemarin. Jadi David menguna foto ini untuk paspord aku rupanya," ucap Riana berbicara pelan.

__ADS_1


Pria itu tudak mengerti apa yang di omongkan oleh Riana. Pria itu pun segera pamit ke Riana.


Riana lalu berterima kasih ke Pria itu dan segera menutup pintu sedangkan saat Riana nutup pintu, pria itu bertanya-tanya soal Riana ada di apartemen David padahal David belum menikah. Pria itu pun penasaran sambil berjalan meninggalkan apartemen David.


__ADS_2