KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 69 KEBERHASILAN MASA LALU


__ADS_3

Setelah mereka bertiga selesai makan. Mereka pun kembali ke perusahaan. Setelah mereka di ruangan latihan. David duduk di kursi sambil memperhatikan Riana yang sedang di latih bersama Siva.


David yang melihat Riana berlatih, dirinya tersenyum.


Riana. Kamu sangat mirip sama orang yang duluku cintai. Perkataanmu dan sifatmu kebanyakan mirip dengannya. Kamu orang yang selalu tersenyum meski aku lakuin seperti ini. Aku akan membuatmu meraih mimpimu. Ucap David dalam hati.


David yang saking melihat Riana. David lalu termenung dan teringat masa dulu bersama kekasihnya.


***


Flashback ke masa lalu David.


Seorang laki-laki berlari ke arah seorang wanita.


"Sita..Sita," ucap pria yang berteriak sambil berlari ke wanita tersebut.


"Ya David. Kenapa bersemangat sekali. Kamu sampai berlarian begini," ucap wanita itu setelah David sampai di depannya.


"Sayang. Aku lulus. Ini kertas kontrakku. Aku berhasil di kontrak jadi penyanyi. Aku bisa buktikan kalau aku bisa," ucap David yang langsung memeluk wanita tersebut.


David sangat senang dan segera melepaskan pelukannya. Wanita itu pun tersenyum.


"David. Saat kamu pertama kali di atas panggung. Buktikan di saat orang sedang meneriaki kamu karena kagum. Buktikan ke mereka, kalau kamu dari laki-laki kampung yang diremehkan sama orang katakan kalau kamu berhasil. menjadi penyanyi yang terkenal tidak memilih siapapun orang itu dan dari mana berasal. Asalkan ada kegigihan pasti terwujud. David, suatu saat aku akan selalu berada di sisimu dan menjadi orang yang pertama sebagai idolamu." ucap kekasih David sambil membelai pipi David.


"Iya. Kamu harus selalu berada di sampingku ya Sita. Aku sangat mencintaimu," air mata David keluar sambil menundukkan mukanya.


"Iya David. Aku tidak akan berpaling ke pria lain. Sudah jangan menangis. Nikmatilah dengan gembira atas keberhasilanmu ini, jangan menangis David."


Sebelum Sita menyelesaikan perkataanya. David lalu memeluk Sita lagi sambil air matanya yang masih keluar.


"Aku ingin menikmati masa keberhasilanku bersamamu. Kamu menerimaku apa adanya. Kamu selalu memberi semangat ke diriku," David semakin bersedih.


"David tidak disangka dari tukang becak sepeda kayuh dan sekarang kamu berhasil meraih mimpimu. Kamu menang lomba audisi se Indonesia dan berhasil di kontrak. Aku bangga denganmu," Sita pun mengengam erat pelukan David.


"Ini semua berkat dirimu Sita dan jika bukan karenamu mendaftarkan aku lomba audisi, mungkin momen ini tidak akan ada," David lalu melepaskan pelukan dan memegang ke dua bahu Sita sambil menatap muka Sita.

__ADS_1


"Sita. Aku ingin saat kita menikah dan punya rumah untuk kita berdua. Aku ingin membeli rumah di tepi pantai agar kamu bisa mendengar suara ombak laut yang selalu membuatmu nyaman. Aku ingin cepat-cepat menikahimu."


"Terima kasih David. Aku akan menunggu hal itu akan berhasil," ucap Sita sambil tersenyum.


Mereka berdua pun jalan beriringan sambil megang tangan. David lalu membawak Sita ke becaknya dan mereka pun melanjutkan jalan-jalan dengan becak kayuh David.


***


Kembali ke saat sekarang, di ruangan latihan Riana.


David yang teringat momen saat dia bersama kekasihnya. Air mata David pun keluar secara perlahan. David tidak menyadari air matanya keluar sambil duduk termenung.


"Riana coba lihat ke David. Kenapa dengan David?" ucap Siva yang melihat David dari jauh.


Riana yang sedang latihan. Riana lalu melihat ke arah David.


"Tidak tau Kak. Aku juga baru melihat David seperti itu," jawab Riana yang berhenti dari latihannya.


"Sama. Aku juga baru pertama kali melihat David seperti itu. Akhir-akhir ini aku melihat aneh ke David. Itu pun sejak David bersama dirimu,"


"Dia orangmya tidak mau tau. Tegas, tepat waktu, konsisten, netral, dan tidak pernah bersedih. Kami sekali pun tidak pernah melihat David seperti itu," jawab Siva yang masih melihat David dari jauh.


Memang aku melihat David lain akhir-akhir ini. Di saat pertama kali bertemu David. Sifatnya yang cuek bahkan saat pertama kali ikut audisi. David membuatku menangis yamg hampir membuatku tidak lulus bahkan tidak mendengar nyanyianku. Tapi sekarang David bersedih. Ucap Riana dalam hati yang merasa iba melihat David bersedih.


"Ya sudah Kak Siva. Kita lanjut saja latihannya. Biarkan saja David sendiri, mungkin dia butuh ketenangan Kak," Riana lalu melanjutkan latihannya.


"Iya Riana. Kamu benar," Siva pun kembali melanjutkan melatih Riana.


David yang tiba-tiba tersentak terkejut yang merasakan air matanya yang keluar. David lalu menghapus air matanya. David lalu menuju ke tempat latihan Riana.


"Gimana latihannya?" ucap David yang bertanya ke Siva.


"Lancar Kak. Riana sudah mulai menguasainya. Dia cepat berkembangnya," jawab Siva sambil tetap melatih Riana.


David pun mengambil bangku dan duduk di samping Siva sekalian melihat Riana latihan.

__ADS_1


Riana tidak cangung lagi meski David memperhatikannya. Riana bisa dengan fokus melanjutkan latihan.


David yang datang melihat Riana latihan. David sebenarnya bukan ingin melihat latihan tetapi melihat Riana seakan dirinya melihat kekasihnya yang dulu.


David terkadang tersenyum sendiri. Di saat Riana melihat ke David. David menghentikan senyumannya dan seakan-akan fokus memperhatikan Riana. Di saat Riana mengarah padangannya ke lain. David tersenyum, begitu seterusnya.


David lalu melihat jam tangannya. Tidak terasa waktu yang dilalui mereka kalau sudah jam 17.00.


"Sudah dulu untuk hari ini. Besok kita sambung lagi. Siva jaga kesehatanmu agar bisa melatih Riana besok," ucap David sambil berdiri.


"Ya Kak David. Kalau begitu, Siva duluan ya Kak David dan Riana. Sampai bertemu besok," Siva pun segera pamit.


"Siap Kak. Terima kasih Kak untuk hari ini," Jawab Riana.


Siva menganguk iya ke Riana sambil senyum.


"Riana. Yok kita pulang," ucap David sambil melangkahkan kakinya menuju ke luar ruangan.


Riana pun mengikuti langkah David. Setelah mereka sampai di mobil David. Mereka pun berangkat menuju ke apartemen David.


***


Di Bandara.


Vian yang baru saja sampai di bandara. Vian mencari taksi dan segera untuk pulang ke rumah.


Dalam perjalanan. Vian ingi cepat-cepat sampai dan menceritakan ke Dila soal dirinya yang akan di jodohkan sama Lisa. Pikiran Vian tidak bisa berpikir normal dan seakan buntu.


Saat taksi telah sampai di gerbang depan rumahnya. Vian lalu turun dari taksi dengan kopernya. Satpam rumah Vian yang melihat Vian, langsung membuka pintu gerbang.


Saat Vian di depan pintu masuk rumahnya. Tiba-tiba saja mobil Dila datang. Vian yang melihat mobil Dila yang baru saja pulang, menunggu Dila turun dari mobilnya.


Dila yang melihat Vian. Dirinya langsung dengan cepat menuju ke Vian.


"Sudah pulang Kak? cepat Kak. Memangnya urusan Kak sudah selesai?" tanya Dila yang baru saja sampai di depan Vian.

__ADS_1


Dila lalu melihat Vian seperti bersedih. Dila lalu duduk di samping Vian dan ingin menanyakan soal Vian kenapa bersedih.


__ADS_2