KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 31 KENYAMANAN YANG DATANG


__ADS_3

Sesaat Riana yang menyandar di bahu Vian, tiba-tiba Riana tertidur. Vian yang melihat Riana tertidur tidak ingin membangunkannya. Vian hanya memandang muka Riana.


Dasar Riana. Bisa-bisanya dia tertidur seperti ini. Tapi entah kenapa tempat ini sungguh tenang dan nyaman. Seakan aku pernah ke sini. Atau hanya perasaanku. Ucap Vian dalam hati tampa bergerak sedikit pun karena tidak ingin membangunkan Riana.


Vian pun menyandarkan badannya secara perlahan di batang kelapa, sementara Riana tetap tertidur di bahunya Vian. Vian pun memejamkan mata sebentar. Lalu Vian pun tertidur. Mereka berdua tidur dengan nyenyak tampa ada yang menganggu.


Saat siang hari, Riana terbangun dan kaget melihat dirinya tertidur di bahunya Vian. Riana melihat Vian yang tertidur. Riana memperhatikan muka Vian dengan serius.


Vian..Kenapamu sangat mirip dengan Rey dan membuatku nyaman. Nyaman yang tidak pernah kurasakan lagi setelah kepergian Rey. Gumam Viana dalam hatinya.


Lalu Riana membelai rambut Vian dan merapikannya. Riana yang duduk di samping Vian yang tidak lama kemudian, Vian terbangun dari tidurnya.


Vian melihat Riana yang sudah bangun, lalu melihat ke arah jam tangan kalau menandakan hari sudah mau sore.


"Maaf Riana. Aku tertidur. Suasananya sungguh tenang. Makanya aku tertidur," ucap Vian dan kemudian berdiri.

__ADS_1


Riana pun ikut berdiri dan tersenyum kecil kearah Vian.


"Hari sudah mau petang, jadi Vian mau ke mana?" tanya Riana.


"Mungkin aku akan cari tempat penginapan, kamu tau tempat penginapan di daerah ini, Riana?" tanya Vian sambil melihat laut.


"Taulah Vian. Yok saya antar," lalu Riana melanjutkan perjalanan bersama Vian.


Vian yang pergi sama Riana sambil mendorong sepeda Riana yang rusak.


Setelah lama berjalan. Mereka tiba di sebuah pasar, namun pasar tersebut sudah sepi. Lalu Riana menuju tempat penginapan. Lalu mereka pun masuk kedalam.


"Saya mau memesan satu kamar," ucap Vian.


"Satu kamar untuk berdua ya Pak?" tanya pelayan itu sambil memberikan buku tamu ke Vian.

__ADS_1


"Ohh tidak..Hanya untuk saya sendiri," Vian pun mengisi buku tamu setelah itu membayar sewa kamar tersebut.


Lalu Vian dan Riana keluar dari penginapan. Saat di depan pintu, Vian melihat muka Riana dengan dekat.


"Makasih ya Riana," Vian yang sambil tersenyum ke Riana.


"Sama-sama Vian, ya sudah..Riana pulang dulu," Saat Riana baru 5 langkah lalu vian memanggil Riana.


"Riana..Ntar malam temanin aku makan ya," ucap Vian dengan tersenyum ke arah Riana.


"Hhmm..Iya Vian kalau gitu," Riana juga membalas senyum Vian.


"Aku tunggu di depan pintu masuk penginapan ya Riana..Jam delapan nantik," ucap Vian dengan senang.


"Iya Vian..Ntar aku akan datang. Tunggu aku ya," lalu Riana berangkat mendorong sepedanya yang rusak.

__ADS_1


Vian memperhatikan Riana berjalan sampai tidak terlihat lagi oleh matanya. Lalu Vian masuk ke penginapan dan siap-siap untum mandi dan istirahat.


Riana yang sudah tiba di rumah disambut sama ibunya dan bertanya ke Riana, kenapa sepedanya bisa rusak. Lalu Riana dan ibunya duduk di kursi depan rumah dan menceritakan ke ibunya dari dia bertemu Vian sampai sepedanya rusak dan barang bawaan sayurnya hancur karena Vian yang menyetir sepeda panik saat penurunan dan terjatuh. Ibunya hanya tertawa dan tidak memarahi Riana. Lalu setelah selesai cerita ibunya menyuruh Riana pergi mandi. Riana hanya tersenyun dan memeluk ibunya. Lalu masuk ke rumah dan pergi mandi.


__ADS_2