
Vian terbangun dari tidurnya. Vian lalu duduk di tepi tempat tidurnya. Di saat batinnya masih terasa tidak percaya. Vian merasa tidak mesti harus menjalani seperti ini.
Apa yang salah dengan semua ini. Kenapa aku harus dijodohkan bersama orang yang tidak ku cintai. Riana aku mesti gimana. Apa aku mesti menolak permintaan ayahku, tapi perkataan ayah tidak bisa dibantah. Riana aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin bersandar di bahumu Riana. Ucap Vian sambil meneteskan air matanya.
Vian yang selama ini tidak pernah bersedih dengan apa pun, namun ini pertama kalinya Vian bersedih.
Vian berdiri dan berjalan menuju ponselnya berada. Vian lalu memesan tiket pesawat untuk kepulangannya. Vian lalu melihat jadwal penerbangan.
Vian melihat ponsel untuk mencari informasi dan ada jadwal penerbangan 2 jam lagi. Vian lalu memesan tiket pesawat tersebut.
"Aku tidak bisa berlarut dalam kesedihan seperti ini. Aku menjadi tidak betah di sini karena keputusan Ayah," ucap Vian berbicara pada diri sendiri.
Vian memasukkan barangnya ke koper dan pergi ke dapur untuk makan. Vian sedang dalam makan makannnya, Vian menjadi tidak sabar untuk menemui Riana.
Setelah Vian menghabiskan makanannya. Dirinya langsung menuju ke kamar dan memasang alarm di ponselnya. Vian lalu tidur agar waktu berjalan cepat.
Ponsel Vian pum berbunyi. Vian yang sedang baru terjaga langsung mengambil ponsel yang sedang berbunyi alarm.
Vian lalu mematikan ponselnya dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Vian lalu kembali ke tempat ponselnya dan memesan taxi online.
Vian yang sedang menunggu di depan teras rumahnya, dirinya melihat taxi sudah datang dan parkir di depan gerbang garasi rumahnya.
Vian pun menuju ke satpam rumah ayahnya dan bilang ke satoam tersebut, kalau dia ada urusan mendadak dan mesti pulang ke Indonesia.
Setelah menyampaikan perkataan ke satpam, Vian lalu segera masuk ke dalam taxi dan beserta kopernya.
Taxi itu pun berangkat setelah Vian memberi tau lokasi yang akan di tuju.
Setelah Vian sampai di bandara. Vian melihat jam tangannya dan melihat waktu penerbangannya hanya tinggal 5 menit lagi. Vian lalu duduk menunggu waktu jadwal penerbangan.
Vian mengadari waktu telah siap. Dirinya lalu menuju ke arah pesawat dan masuk ke dalam pesawat dan meletakkan kopernya. Vian pun segera duduk untuk menunggu pesawat lepas landas.
***
__ADS_1
Ruang latihan tempat Riana latihan.
"Riana serius. Kamu menyanyikan lagu sedih tapi ekpresimu kenapa sambil tertawa," ucap David sambil menjitak kepala Riana.
"Iya Kak tapi jangan di jitak terus dong Kak," ucap Riana sambil memegang kepalanya.
"Makanya serius. Waktu hanya tinggal 23 hari lagi dan kamu masih belum menguasai emosi saat bernyanyi," jawab David sambil memperhatikan Riana.
"Iya ini mencoba serius kok Kak," ucap Riana sambil melanjutkan latihannya.
Namun lagi-lagi Riana mendapatkan jitak dari David. Siva hanya tertawa melihat kelakuan David dan Riana.
"Ya sudah. Kita istirahat dulu. Siva dan Riana. Yok ku traktir kalian," ucap David sambil mengarah ke pintu keluar ruangan.
"Wah tumben David baik sejak bersama Riana. Emangnya kamu pelet apa ke David?" ucap Siva sambil berbisik ke Riana.
"Tidak ada di apa-apain kok Kak Siva. Mungkin mood dia lagi baik," Riana tertawa kecil ke Siva.
Riana dan Siva pun mengikuti langkah David dari arah belakang. Mereka pun menuju ke restoran dengan mobil David.
"Sudah jangan banyak cerita," jawab David sambil mengemudi mobilnya.
"Riana. Memangnya kamu hobi nyanyi dari sejak kecil ya?" tanya Siva yang duduk di samping Riana.
"Iya Kak. Dari kecil sudah ikut lomba."
"Berarti udah berpotensi lah ya," Siva pun tertawa mencandai Riana.
"Kalau sebenarnya sih aku tengok Riana memang bagus. Cepat mengerti. Terutama sabar menghadapi Kak David," ucap Siva yang masih tertawa.
David yang sibuk dengan mengemudi tidak terlalu menangapi obrolan mereka.
"Vid. Kita tidak boleh kalau yang dulu sampai terulang kembali. Jika kita mengalami hal yang sama. Presiden RMD akan memecat kita pastinya," ucap Siva dengan sedikit panik.
__ADS_1
"Itu bukan kesalahan dari kita. Itu kesalahan Dio. Dia tidak bisa menjadi pemimpin. Dulu aku sudah bilang untuk tidak menjadikan Lisa sebagai vocalis. karena Lisa juga sedang menyelesaikan kuliah. Jadi karena Lisa juga membagi waktu fokus ke dua hal, kuliah dan mengisi album yang dulu. Semuanya hancur. Jadi untuk saat ini Riana hanya fokus satu hal tampa masalah lain dan aku percaya Riana bisa membuat berjalan lancar jika kita melatihnya dengan serius," jawab David sambil melihat Siva dari kaca dalam di mobil.
"Ya Kak David. Aku harap tidak ada orang ikut campur dalam hal ini."
"Sebenarnya ada yang ikut campur dan kami sedang menyelesaikan masalah ini" ucap David.
"Masalah apa David? kok kami tidak tau?" Siva pun sangat penasaran dengan masalah yang di maksud oleh David.
David hanya diam. Siva yang melihat David diam. Siva pun mengerti maksud dari David jika diam.
Riana hanya diam karena Riana tidak mengerti masalah perusahaan dan apa yang terjadi dengan Lisa dan Dio.
Saat mereka telah tiba tempat tujuan. David, Riana dan Siva segera masuk ke restoran. Mereka pun menuju ke tempat kursi. David lalu memanggil pelayan restoran dan mereka bertiga memesan makanan.
"Riana,tiba saat kamu pertama kali di atas panggung. Apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?" tanya David sambil membuka pakaian jasnya dan meletakkan di samping dirinya.
"Riana akan membuat para penonton menjadi kagum ke Riana dan ibu Riana. Riana akan membuktikan kalau Riana anak gadis desa bisa buktikan ke orang, kalau pencapaian tidak dilihat dari mana dia berasal dan dari keluarga mana. Asal ada kegigihan pasti bisa," ucap Riana dengan nada gigih.
Mendengar perkataan Riana tersebut. David tersentak terkejut. Dirinya teringat perkataan dari kekasihnya yang dulu.
***
Flashback 7 tahun yang lalu, ke ingatan David saat bersama wanita yang dia cintai.
"David. Saat kamu pertama kali di atas panggung. Buktikan di saat orang sedang meneriaki kamu karena kagum. Buktikan ke mereka, kalau kamu dari laki-laki kampung yang diremehkan sama orang katakan kalau kamu berhasil. menjadi penyanyi yang terkenal tidak memilih siapapun orang itu dan dari mana berasal. Asalkan ada kegigihan pasti terwujud. David, suatu saat aku akan selalu berada di sisimu dan menjadi orang yang pertama sebagai idolamu." ucap kekasih David sambil membelai pipi David.
David yang baru lulus untuk di kontrak menjadi penyanyi. David tersenyum setelah mendengar perkataan kekasihnya dan lalu memegang pingang kekasihnya kemudian mengangkat kekasihnya, sambil David memutar badannya.
***
Kembali ke masa sekarang.
"David. David kenapa diam. Hey Kak David," ucap Siva sambil menyadarkan David.
__ADS_1
David yang termenung lalu tersadar saat Siva memanggil dirinya. David pun hanya diam dan tidak berkata apa-apa. Siva dan Riana hanya heran melihat David.