KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 33 JALAN BERDUA


__ADS_3

Saat Vian dan Riana jalan berdua. Mereka terlihat bahagia. Mereka berdua pergi ke pasar malam, yang di tempat Riana selalu ada kegiatan pasar malam.


Setelah mereka berdua sampai. Vian lalu melihat-melihat setiap tempat yang dia lewati. Berbagai mainan dia coba, begitu juga dengan Riana. Kadang mereka taruhan permainan, siapa yang kalah akan dijitak kepalanya. Riana yang selalu kalah dari Vian, Selalu kenak jatah jitak dari Vian. Terkadang Riana mengambek karena selalu kalah dari Vian.


Saat Vian melihat Riana yang memandang ke arah boneka. Vian pun menghentikan langkah kakinya.


"Riana mau boneka itu?" tanya Vian sambil memandang muka Riana.


Riana hanya tersenyum. Lalu Vian mengajak Riana masuk ke tempat permainan tersebut. Vian mencoba memenangkan permainan agar mendapatkan hadiah boneka yang Riana pandangi dari tadi.


Riana yang melihat semangat Vian untuk menang. Riana pun memberi semangat ke Vian.


Setelah lama Vian mencoba, akhirnya Vian menang. Lalu memenangkan hadiah boneka.


"Ini untukmu. Jaga dengan baik ya Riana," sambil memberikan boneka ke Riana.


"Iya. Makasih ya Vian," Riana terlihat senyum senang sambil memegang boneka tersebut.

__ADS_1


Mereka pun berhenti di sebuah tempat yang menjual jagung rebus.


"Buk jagungnya satu," pesan Vian ke penjual jagung.


"Kok satu. Aku emangnya tidak boleh ya Vian," Riana yang terlihat kesal sambil melipatkan tangan di bawah dadanya.


"Ntar. Kulitnya saya kasih ke kamu Riana," jawab Vian sambil tertawa.


"Ihhh..!! apaan si Vian," Riana yang semakin kesal.


"Hahaha..Buk satu lagi jagungnya tapi hanya kulitnya saja di pangang," Vian menjadi-jadi buat Riana kesal.


"Iya..Iya. Buk jagung untuk si pengambek ni satu," pintak Vian ke penjual yang masih tertawa.


Setelah jagung mereka siap dipangang. Vian dan Riana menuju ke sebuah kursi dan menikmati jagung mereka.


Mereka makan sambil bercanda. Sesekali Riana kesal melihat Vian selalu mengejeknya, namum Riana terlihat senang.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, mereka melanjutkan melihat-lihat sekelilingnya. Saat Vian dan Riana berada tepat di depan penjual lava lamp. Lalu vian masuk ke dalam dan membelikan lava lamp tersebut.


"Ini untuk mu Riana," sambil menyerahkan lava lamp ke Riana.


"Makasih ya Vian. Ku sangat senang malam ini," ucap Riana yang sambil tersenyum ke Vian.


"Iya Riana. Ku juga ikut senang jika mu juga senang Riana," Vian pun membalas senyuman Riana.


Vian lalu melihat jam tangan yang sudah menunjukkan jam 21.55. Lalu Vian mengajak pulang. Riana pun menuruti perkataan Vian.


Vian lalu menuju ke pangkalan ojek bersama Riana.


"Maaf Bang, saya mau pinjam motornya sebentar. Ini bayarannya," Vian mengeluarkan uang.


Awalnya ragu meminjamkan motornya tapi karena ojek itu kenal dengan Riana. Dia pun lalu meminjamkan Motornya. Vian pun menyuruh Riana naik. Lalu mereka pun berangkat, dengan Riana yang di gonceng oleh Vian.


"Vian makasih ya malam ini. Meskipun kita baru kenal. Tapi aku sangat bahagia malam ini. Sudah lama aku tidak merasa sesenang ini," ucap Riana yang masih dalam perjalanan.

__ADS_1


"Sama-sama Riana. Aku merasa sangat senang juga bisa berjalan denganmu," jawab Vian sambil fokus mengendarai sepeda motor.


Setalah sampai di rumah Riana. Riana mengajak Vian masuk. Tapi Vian menolak dengan sopan dengan alasan sudah larut malam. Riana pun mengerti. Lalu Vian pamit ke Riana dan segera pergi.


__ADS_2