KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 83 PULANG KE INDONESIA


__ADS_3

Saat mereka baru makan. Ponsel Vian berbunyi. Vian langsung mengambil ponsel dari saku celana dan langsung mengangkat pangilan. Saat Vian melihat kontak nama yang menghubunginya. Ekpresinya berubah menjadi panik.


"Halo Pak," ucap Vian dengan suara sopan.


"Halo Vian. Besok pagi saya ke perusahaan kamu untuk membicarakan album," ucap seseorang lewat televon.


"Iya Pak. Kita akan bertemu besok pagi."


"Sampai bertemu besok pagi," jawab lawan bicara Vian dan langsung mematikan ponselnya.


"Siapa Vian?" tanya David karena melihat muka Vian yang terlihat cemas.


"Bapak Diswa yang televon. Katanya dia mau berjumpa besok pagi," jawab Vian sambil melihat jam tangannya.


"Pak Diswa mau jumpa besok pagi," David pun juga terlihat cemas.


"Jadi aku mesti ke kantor juga ya Vian?" tanya Fano sambil melihat ke arah Vian.


"Tidak usah. Fano jaga Dila saja."


Karena Riana melihat muka Vian, David dan Fano cemas. Riana langsung mengarahkan pandangan ke Vian.


"Kenapa Vian? dan siapa Pak Diswa?" Riana merasa heran.

__ADS_1


"Dia lah direktur utama dalam sponsor pembuatan album seberkas cahaya. Maaf mungkin kita harus mesan tiket pesawat sekarang. Jadi perjalanan selanjutnya kita batalkan saja. Tidak apa-apakan Riana?" tanya Vian yang merasa bersalah ke Riana.


"Tidak apa-apa kok Vian. Riana mengerti."


"Kita mesti cepat-cepat ke Indonesia," David lalu melihat jadwal penerbangan melalui ponsel miliknya.


Setelah David mencek beberapa jadwal penerbangan. David terlihat lega.


"Untuk hari ini kita bisa pulang. Aku melihat jadwal penerbangan berikutnya jam tujuh malam," ucap David yang masih dalam memegang ponselnya.


"Kita pesan untuk Riana, kamu David dan aku. Sekarang masih jam tiga siang. Kita masih sempat untuk beres-bereskan barang yang akan kita bawak," Vian lalu berdiri dan menuju ke tempat pembayaran.


Saat mereka semua telah keluar dari restoran dan menunggu taksi. Tidak beberapa lama, taksi pun tiba. Mereka semua menuju ke rumah sakit.


Vian dan yang lain mengetuk pintu ruangan Dila. Vian langsung menuju ke tempat Dila berbaring.


"Dil. kami mau pulang sekarang. Fano yang akan menjaga dirimu dan beberapa kru Dila yang masih netap di sini."


"Emang kenapa terlalu terburu-buru sekali Kak?" tanya Dila yang heran melihat Vian.


"Besok pagi Pak Diswa mau ke perusahaan. Jadi aku mesti pulang dulu bersama David dan Riana."


"Serius Pak Diswa datang. Kalau emang begitu, Kak mesti cepat-cepat pulang. Memangnya ada jadwal penerbangan sekarang Kak?" tanya Dila sambil melihat jam di dinding.

__ADS_1


"Ada. David sudah mencek lewat ponselnya. Jadwal kami jam tujuh malam. Ya sudah kalau begitu, aku mau lanjut bereskan barang-barangku dulu Dil," Vian lalu menuju ke tempat tas koper miliknya.


David, Riana dan Vian sibuk dengan mempersiapkan barang bawaannya untuk kembali ke Indonesia. Saat semunya telah siap.


Vian, Riana dan David segera menuju ke tempat Dila.


"Dila, Kak pulang dulu. Kak mau berangkat lagi. Kak takut kami terlambat," Vian lalu mencium kening Dila.


"Cepat sembuh ya Kak. Maaf Riana tidak bisa lama-lama Kak menemani Kakak," Riana terlihat sedih.


"Jangan sedih Riana. Tidak apa-apa kok. Semangat ya untuk melanjutkan latihannya lagi," ucap Dila sambil tersenyum.


"Iya Kak. Riana pamit dulu ya Kak," Riana lalu mengandeng tas yang berisi barang-barangnya.


"Dil. Aku berangkat dulu," David lalu tersenyum kecil ke Dila.


"Iya Vid. Terima kasih sudah menengok Dila."


David hanya menganguk iya ke Dila dan mereka bertiga pamit ke para kru Dila. Mereka pun menuju ke pintu luar.


Saat mereka telah tiba di tepi jalan untuk menunggu taksi. Setelah salah satu taksi berhenti di depan mereka. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke bandara untuk pulang ke Indonesia.


*** Maaf episode sekali ini tidak panjang. Authornya lagi banyak urusan yang mesti di kerjakan. Oh iya, untuk episode berikutnya akan jadi momen yang menengangkan. Jangan sampai terlewat. Ikuti terus kisahnya di novel 'Kenangan Sedih'. Jangan lupa like dan koment kalau ada pendapat atau penulisan kata-kata. Terima kasih ***

__ADS_1


__ADS_2