KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 60 MARAH


__ADS_3

Vian yang telah selesai dengan pekerjaannya. Vian langsung mengarah untuk pulang ke rumah. Saat perjalanan menuju ke mobil. Vian tiba-tiba ditegur oleh Pak Hirka.


"Selamat sore Pak Avian. Gimana untuk dananya, sudah dapatkah?" tanya Pak Hirka ke Vian dengan muka sinis.


"Selamat sore juga Pak Hirka. Soal dana itu tidak ada masalah. Ada apa keperluan apa Bapak ke perusahaan?" tanya Vian dengan basa basi.


"Hanya untuk menemui Dio. Ya kuharap sih tidak ada masalah. Jangan sampai gagal," Pak Hirka lalu pergi dengan ekpresi seakan tidak suka dengan Vian.


Vian tidak memperdulikan Pak Hirka. Vian lalu menuju ke mobilnya. Pak hirka yang telah sampai di ruang Dio, segera duduk bersama Dio.


"Dio. Ayah sudah dapat caranya agar bisa membuat Vian gagal dalam mencari dana."


"Benarkah itu Yah. Gimana caranya Yah?" tanya Dio dengan semangat.


"Ayah ada kenalan dengan miliarder yaitu kawan Ayah sendiri. Jadi Ayah akan kasih saran ke Vian untuk mengadaikan rumahnya untuk pinjaman dana tersebut. Jadi kawan Ayah akan mengabulkan soal dana dengan rentan waktu tempo pelunasan hanya dalam waktu satu bulan saja."


"Tapi bukankah biasanya pakai waktu berbulan Yah, bahkan bisa bertahun," tanya Dio dengan heran.


"Iya kamu benar, namun ini hanya pinjamam pribadi. Jadi Ayah akan suruh kawan Ayah untuk buat kesepakatan dalam waktu satu bulan. Tidak mungkin Vian bisa membayar dalam waktu satu bulan," ucap Ayah Dio dengan rencana untuk menghancurkan Vian.


"Dio setuju sekali Yah."


"Dengan Vian yang hancur. Jadi kamu bisa untuk mengisi posisi jabatan direktur anak perusahaan RMD."


Lalu Pak Hirka dan Dio, mereka tertawa bersama dalam menyusun rencana untuk menghancurkan Vian.


***


Dalam perjalanan Vian dalam mobil.


Vian yang sedang mengemudikan mobilnya. Vian mencoba menelvon Riana, tapi nomor Riana sedang tidak aktif. Vian lalu mengarahkan mobil ke rumahnya.


Setelah Vian sampai di rumah. Vian lalu memakirkan mobilnya di garasi. Dengan baju kerjanya, Vian langsung menuju ke kolam ikan.


Vian yang berdiri di tepi kolam, dengan perasaan gundah. Vian memikirkan cara untuk mendapatkan dana yang sangat besar untuk album barunya. Vian lalu mengambil ponselnya dan melihat kontak di ponselnya.

__ADS_1


"Semua kontak di ponsel sudah aku hubungi semuanya. Ke mana lagi aku akan mencari pinjam dana," ucap Vian berbicara sendiri.


"Aku tidak boleh mengecewakan Ayahku. Bagaimanapun, Ayah sudah percaya ke aku."


Vian lalu mengambil makanan ikan yang terdapat di plastik yang tersangkut di tepi kolam.


Vian lalu memberikan makanan tersebut ke ikan. Ikan-ikan langsung berebutan makanan yang diberikan oleh Vian. Vian yang melihat banyak ikan, Vian segera jongkok dan memegang beberapa ikan.


Vian tersenyum sambil memegang ikan tersebut, seakan semua masalah Vian sedikit hilang.


Andai di sini ada Riana. Pasti dia bisa memberikan semangat. Sedang apa kamu sekarang Riana?. Ucap Vian sambil bertanya dalam batinnya.


Vian yang melihat hari sudah petang. Vian segera masuk ke dalam rumahnya dan bersiap-siap untuk mandi.


***


Dalam suasana apartemen David.


Riana dan David yang baru saja sampai di apartemen. David lalu duduk di sofa. David lalu melihat boneka Riana. David pun memegang boneka tersebut.


"Hei. Akukan cuma mau lihat. Kenapa langsung kamu rebut?" tanya David dengan heran.


"Boneka ini hanya Riana yang boleh megang. Kak tidak boleh megang. Apa lagi mengambilnya. Jangan..!!" pintak Riana yang menjauhkan boneka tersebut dari David.


"Alah boneka begituan pun, masih banyak yang jual," ucap David sambil memalingkan mukanya ke jendela.


"Biarin. Yang penting boneka ini sangat berarti dalam hidupku," ucap Riana sambil memeluk boneka tersebut.


"Ya sudah. Mandi sana," ucap David yang memerintah Riana.


Riana pun menuruti perkataan David. Riana lalu mengambil alat mandinya dan segera menuju ke kamar mandi.


David tampa sengaja melihat kotak kecil dalam tas Riana. David lalu penasaran dan mengambil kota tersebut.


David yang telah memegang kota yang dalam tas Riana. David lalu membuka isi kota tersebut.

__ADS_1


David melihat sebuah kertas. Lalu David membaca kertas tersebut.


Kepada Riana sahabatku.


maafkan aku, yang tidak bisa bilang secara langsung, yang hanya didampingi oleh sebuah surat yang kutulis ini.


Riana. Sahabatku, ku mohon pamit, keluargaku pindah keluar kota. Ini sangat menyakitkan bagi kita riana, maafkan aku. Sekali lagi maafkan aku. jangan membenciku riana. Suatu saat aku akan mendatangimu lagi. Ini bukan perpisahaan selamanya tetapi aku tidak tahu kapan kita berjumpa lagi. Tapiku pasti akan datang menemuimu dan sampai kapan pun ku pasti merindukanmu. Kutitip Boneka ini kepadamu dan jagalah sampai kapan pun, jika dirimu merindukanku, ingat saja pada boneka ini dan kuharap bisa menghilangkan kerinduanmu ke diriku. Kamu riana adalah sahabatku dan tidak akan ada yang mengantikanmu karena hanya kamu satu-satunya sahabat sampai kapan pun yang kupunya. Selamat tinggal Riana...(episode 4).


Setelah David membaca surat tersebut sambil duduk. David membaringkan kepalanya di tempat bersandar di sofa.


Jadi ini alasan Riana menjaga bonekanya dengan baik. Orang seperti apa yang meninggalkan Riana. Sampai sekarang apakah dia sudah bertemu dengan orang yang menulis surat ini. Ah, gapain aku harus peduli dan bertanya-tanya soal ini. Ucap David dalam hatinya.


Saat Riana selesai mandi. Riana sangat terkejut melihat surat pemberian Rey yang dipegang oleh David. Sontak saja Riana mengambil surat tersebut dari tangan David.


David yang telah memejam matanya. David merasakan surat tersebut ditarik dari tangannya, sontak saja David terkejut dan membuka matanya.


David lalu melihat Riana dengan ekspresi marah. David lalu mencoba tidur kembali, namun Riana membentaknya.


"Kak, meskipun Kak yang melatihku tapi bukan berarti Kak dengan seenaknya menyentuh barang-barang pribadiku Kak," ucap Riana dengan marah.


David tidak memperdulikan Riana, David hanya diam sambil memejamkan matanya. Riana yang melihat ekspresi David yang hanya diam tidak memperdulikan perkataannya. Riana lalu keluar dari ruangan David.


David yang merasakan kalau pintu apartemennya dibuka oleh Riana. David masih tidak memperdulikan Riana.


David segera berdiri dan menuju ke kamar mandi. Setelah David selesai mandi. David segera menuju ke dapur. David yang tidak melihat makanan yang terhidang. David lalu memanggil Riana, namun David tidak mendengar panggilannya ke Riana dijawab.


David lalu mencari Riana, namun David tidak melihat Riana dalam ruangan apartemennya. David lalu keluar dari ruangan untuk mencari Riana.


David yang telah di luar apartement. David lalu menuju ke arah belakang apartemen. David lalu melihat Riana dari jauh. David pun segera menuju ke arah Riana.


Setelah mendekati Riana yang sedang duduk di kursi taman, David pun ikut duduk di samping Riana. David lalu melihat ke arah Riana. Riana yang melihat David, namun tidak memperdulikan kedatangan David.


**


**Terima kasih ke pada para pembaca yang telah setia membaca setiap perbab novel 'Kenangan Sedih'.

__ADS_1


Saya Y.T.Z sebagai penulis, berharap agar para pembaca memberikan dukungan ke novel ini dengan cara sekedar like dan comment. Terima kasih kepada para pembaca** :)


__ADS_2