
Saat Riana menyasikan kepergian Vian. Riana berjalan ke apartemen David. Saat Riana telah berada dalam ruangan apartemen David. Riana tidak melihat David.
Riana lalu mengambil boneka Rey. Riana tersenyum melihat boneka pemberian dari Rey. Riana langsung duduk di kursi sambil memegang boneka dan mengangkat boneka itu sambil menatap boneka tersebut. Riana mulai teringat saat dulu dirinya bersama Rey.
Air dari pelupuk mata Riana mengalir sehinga membasahi pipinya. Boneka yang menjadi saksi bisu yang menyaksikan Riana menunggu kepulangan Rey, menunggu janji Rey yang akan menemui diri Riana.
Riana memeluk boneka dengan sekuat-kuatnya, sambil air mata yang makin mengalir. David yang melihat Riana dari belakang Riana yang melihat menangis. David hanya diam membisu.
David lalu dengan pelan-pelan menjauh dari Riana. David tidak mau menganggu Riana. David menunda jadwal latihan paginya bersama Riana. David lalu menuju ke kamar tidurnya dan hanya duduk diam di kursi.
Apa yang telah membuatmu terlalu bersedih Riana. Tidakkah cukup waktu yang telah kamu lalui selama ini untuk melupakan pria yang kamu maksud itu Riana. Ucap Vian dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya.
David lalu mengambil kain lap kecil dari lemari pakaian. David lalu menemui Riana. Saat David sampai dekat Riana. David lalu mengulurkan kain lap kecil tersebut ke Riana.
Riana yang menyadari seseorang yang berada dekatnya. Riana lalu mengarahkan mukanya ke atas. Riana melihat muka David dan lalu Riana mengarahkan mukanya ke kain lap kecil tersebut yang masih dalam ulur tangan David.
Riana mengarahkan tangannya segera perlahan dan mengambil kain lap tersebut. Saat setelah Riana mengambil kain tersebut. David lalu segera masuk ke kamar tidurnya.
Riana hanya sendirian sambil menlap air matanya. Riana lalu menarok secara perlahan boneka tersebut di atas meja. Karena letih saat bersedih. Riana lalu mulai tertidur di sofa.
***
Di lokasi bandara.
Vian yang telah berada dalam lobby bandara. Vian lalu duduk dan menunggu jadwal penerbangannya.
Vian hanya uduk sambil memainkan ponselnya.
"Semoga urusan untuk Riana, bisa berjalan dengan baik," ucap Vian yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Tidak beberapa lama duduk. Vian lalu melihat jam tangannya. Vian pun segera berdiri dan segera menuju ke tempat pesawat yang akan di naiki oleh Vian.
Saat Vian di dalam pesawat dan duduk di kursi. Vian lalu hanya diam sambil mematikan ponselnya. Tidak berlangsung lama. Pesawat yang di ditumpangi oleh Vian pun segera lepas landas.
__ADS_1
***
Dalam apartemen David.
David yang melihat Riana tertidur di sofa. David lalu membangunakan Riana.
Saat Riana terbangun. David lalu menyuruh Riana untuk mandi dan siap-siap untuk ke perusahaan RMD.
Riana lalu bersiap-siap mandi. David yang hanya menunggu Riana selesai mandi. David mengambil ponselnya dan melihat berita.
Tidak berselang lama. Riana selesai mandi dan segera menyisir rambutnya. David hanya melihat aktivitas Riana yang sedang mendadani dirinya.
David yang melihat Riana. David hanya mengelengkan kepalanya dan segera melihat ke arah ponselnya.
Setelah Riana selesai dan mendekati David. David lalu memasukkan ponselnya ke kantong celananya dan segera keluar menuju ke mobilnya bersama Riana.
Saat mereka telah sampai di depan mobil David. Mereka pun segera pergi dan menuju ke perusahaan RMD.
Dalam perjalanan seperti biasa, mereka tidak berbicara sama sekali. David hanya sibuk mengemudikan mobilnya, sedangkan Riana hanya melihat situasi dari balik jendela mobil.
"David. Bukannya arah jalannya ke sana. Namun Sekarang malah ambil arah yang berbeda. Kita mau ke mana David?" ucao Riana dengan heran.
"Sudah. Diam saja, jangan banyak cerita."
Riana hanya diam setelah mendengarkan perkataan David. Riana melihat David memutar mobil ke arah restoran.
"Kamu mau makan David?" ucap Riana sambil turun dari mobil yang telah di parkirkan.
"Iya. Aku sangat lapar," David lalu mengkunci mobilnya dan menuju ke dalam restoran.
Riana hanya mengikuti langkah David. Saat mereka telah di dalam restoran dan David segera menuju ke kursi bersama Riana.
Saat mereka baru duduk. Pelayan restoran pun datang ke arah mereka. David lalu memesan makanan dan Riana hanya diam karena Riana sudah tau kalau makanan paginya sudah di pilih oleh David.
__ADS_1
Saat David selesai memesan makannya. David lalu menyuruh Riana untuk memesan makanan untuk dirinya. Tentu saja Riana merasa heran dengan sikap David hari ini.
"Aku memilih makanan. Kamu yakin Kak?" tanya Riana sambil takut salah ngomong.
David hanya menganguk iya. Riana yang melihat David, lalu merasa senang. Riana lalu memesan makanan yang selama ini jarang memakan makanan yang enak.
Saat mereka telah memesan makanan yang mereka pilih. Pelayan itu pun meninggalkan mereka.
"Tumben Kak hari ini. Ada apa Kak?" tanya Riana lagi.
"Tidak ada apa-apa. Angap saja sebagai hadiah karena beberapa hari ini. Kamu bisa sedikit menguasai latihan. Tapi hanya untuk hari ini saja Riana," ucap David sambil memalingkan mukanya dari Riana.
"Iya Kak. Makasih ya Kak," ucap Riana dengan senang.
David hanya diam tampa merespone perkataan riana. Riana yang sudah terbiasa tidak lagi menjadi jengkel ke David.
Saat makanan mereka telah di hidangkan. Mereka berdua pun segera makan. David yang melihat Riana yang makan dengan lahap. David hanya mengelengkan kepala.
Saking sudah lama dia tidak makan makanan yang dia sukai. Melihatnya rakus seperti itu sangat membuatku ketawa. Ucap David dalam hatinya.
Saat mereka telah selesai makan. David segera membayar makanan dan segera keluar dari restoran tersebut dan memuju ke mobil.
Mereka pun masuk ke mobil dan meninggalkan restoran tersebut dan menuju ke perusahaan.
Setelah mereka berdua pun sampai di perkarangan RMD. David lalu memakirkan mobilnya dan segera menuju ke ruangan kerjanya bersama Riana.
Saat dalam ruangan David. David memangil Siva dan menyuruh Siva untuk melanjutkan latihan kemarin untuk melatih Riana.
"Siva. Kalian lanjutkan latihan kemarin. Aku ada urusan dengan client. Ingat, kalian itu latihan, bukan mengosip," ucap David dengan tegas ke Siva.
Bima dan Yuni yang mendengar perkataan David. Mereka berdua pun tertawa kecil agar David tidak mendengar tertawa mereka.
David pun memberi aba-aba ke Siva soal latihan Riana. Siva yang telah menerima arahan dari David. Siva lalu mengajak Riana ke ruang latihan.
__ADS_1
Setelah Siva dan Riana pergi. David lalu menuju ke mobilnya. Setelah sampai di mobilnya, David segera masuk.
David lalu melihat jam tangannya. Setelah itu David menghidupkan mobilnya dan meninggalkan perusahaan.