KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 32 MAKAN MALAM


__ADS_3

Malam pun tiba. Riana siap-siap berangkat sesuai janjinya untuk menemui Vian. Ibu yang Riana yang dari tadi senyum, langsung mendekati Riana.


"Riana, kamu sakit atau apa..Ibu tengok dari tadi mu senyum aja," tanya ibunya dengan keheranan melihat anaknya.


"Ibu kepo deh," sambil tertawa kearah ibunya.


"Dasar Anak Ibu," ibunya pun tersenyum ke arah Riana.


Tiba-tiba Kevin datang. Lalu memanggil Riana dari luar rumah. Riana pun keluar mendengar suara Kevin. Saat Riana keluar, lalu Mevin tersontak kaget melihat Riana yang begitu cantik.


"Riana..Kok bedamu. Kamu begitu cantik," ucap Kevin yang terpesona dengan aura kecantikan Riana.


"Apaan sih Vin, gegombal," Riana tertawa mendengar perkataan Kevin.


"Ehh. Mau ke manamu Riana?" tanya Kevin dengan penasaran.


"Ada deh," ucap Riana sambil mengejek Kevin.

__ADS_1


Riana masuk kedalam dan pamit ke ibunya lalu Riana juga pamit ke Kevin. Kevin pun ingin ikut bersama Riana tetapi Riana melarang. Kevin hanya sedikit kecewa. Setelah Riana pergi, Kevin pun pergi.


Dalam perjalanan, Riana tidak sabar sampai ketempat janjinya bersama Vian.


Setelah sampai, Riana melihat Vian. bersandar di dinding penginapan sambil memasukkan kedua tangannya disaku celananya. Lalu Vian melihat Riana dan Vian langsung menuju ke arah Riana.


"Kenapa lama Riana?" sambil memencet hidung Riana.


"Kamu lupa Vian..Kalau sepedaku rusak karena siapa..Makanya aku jalan kaki dan lama sampainya..!!" ucap Riana sambil sedikit merajuk karena teringat sepedanya rusak.


"Haha. Maaf deh Riana. Eh kamu terlihat cantik," Rayuan Vian agar Riana tidak merajuk lama.


"Yok berangkat," pinta Vian.


Mereka pun pergi dan menuju ke sebuah restoran. Setelah sampai ke sebuah restoran lalu mereka duduk. Vian dan Riana saling berhadapan. Lalu Vian memanggil pelayan dan pelayan pun menuju ke arah mereka. Pelayan tersebut membagikan secaring kertas menu makanan dan minuman.


"Hmm. Aku pesan ini," pinta Vian ke pelayan restoran.

__ADS_1


"Aku yang ini," ucap Riana.


Lalu setelah pelayan menulis pesanan Riana dan Vian, pelayan itu pun pergi. Vian merasa lega karena saat di penginapan dia meminjam motor pegawai penginapan tempat dia menginap dan bertanya lokasi ATM lalu pergi ke tempat ATM untuk mengisi dompetnya yang kosong.


"Vian gimana menurutmu keadaan di desa ini?" tanya Riana.


"Tenang dan damai, tidak seperti di tempatku tinggal..Ribut dan selalu macet," Vian menjawab sambil tersenyum.


"Ohh iya kamu ke desa pakai apa?" Tanya Riana dengan penasaran.


Vian pun teringat kalau dia pergi bersama supirnya. Tetapi Vian berpikir positif kalau supirnya pasti sudah berpengalaman, jadi Vian berpikir pasti baik-baik saja.


"Aku naik mobil ke desa ini, tapi tiba-tiba mogok. Ya karena ku buru-buru. Aku melanjutkan jalan kaki dan bertemu denganmu Riana," Vian menjawab rasa penasaran Riana.


Setelah mereka mengobrol, tiba-tiba pelayan datang dan menghidangkan makanan dan minuman yang mereka pesan. Lalu mereka melanjutkan makan. Vian tidak lagi melihat Riana makan dengan lahap saat Vian bertemu dengan Riana pertama kali di perusahaan RMD, tetapi Riana makan dengan hati-hati seakan menjaga sikap agar tidak malu di depan Vian. Vian yang melihat Riana yang makan dengan cangung langsung tertawa. Riana yang melihat Vian menghentikan makannya.


"Ada yang salah denganmu Vian?" tanya Riana dengan heran.

__ADS_1


"Ngak usah terlalu menjaga sikap. Makan aja sesuai gaya mu Riana. Tu tengok belepotan sisa makanan yang menempel di mulutmu ," Vian mengambil lap dan membersihkan mulut Riana dari sisa makanan yang menempel.


Riana hanya diam dan tersenyum yang melihat kelakuan Vian. Setelah mereka selesai makan. Mereka berdua melanjutkan jalan-jalan dengan berjalan kaki.


__ADS_2