
David yang memandang ke arah depan. Seakan bingung mau menjawab apa. David lalu memberikan sebuah kain kecil ke Riana. Riana yang melihat David memberikan kain kecil, Riana lalu mengambilnya dan menghapus air matanya.
"Maaf. Aku tidak bermaksud untuk memegang barang ke pribadianmu. Kenapa kamu sampai seperti ini," ucap David yang heran melihat Riana.
"Aku tidak mau kembali ke masa lalu. Di saat Riana melihat kertas itu. Rasa yang inginku buang sekarang seakan datang," ucap Riana yang memegang kertas pemberian Rey.
David lalu mengambil kertas secara pelan dari tangan Riana.
"Riana dengarkan aku. Dulu aku juga punya masa lalu. Dulu aku mencintai seorang wanita. Ku sangat mencintainya. Aku rela berkorban demi dia. Bahkan semua apa yang aku punya, aku berikan ke Dia. Tapi semuanya berubah," ucap David yang menghentikan bicaranya.
"Tapi kenapa Kak?" tanya Riana dengan melihat ke arah David.
"Sudah. Ku mau masuk dulu ke apartemen. Kalau Riana mau di sini dulu tidak apa-apa," David lalu mengasih kertas tersebut ke Riana dan segera menuju ke arah apartemennya.
Riana hanya melihat kepergian David. Riana lalu memasukkan kertas tersebut ke kotak. Riana hanya bertanya-tanya soal apa yang terjadi pada masa lalu David.
Namun Riana merasa kesal. Setelah David membuat dia kembali mengigat masa lalu dan dengan begitu saja David main pergi.
Riana lalu segera menuju ke apartemen David. Saat telah membuka pintu ke ruang apartemen David. Riana tidak melihat David.
David ke mana. Apa sudah tidur?. Ucap Riana dalam batinnya sambil melihat sekitar ruangan.
Riana lalu menarok kertas ke kotak tersebut dan menyimpan ke tasnya kembali. Riana pun segera berbaring di sofa dan memejamkan matanya.
***
Dalam kamar David.
David yang berbaring di tempat tidur. David melihat kelangit atap kamarnya. Perasaan sakit hatinya mengingat masa lalu membuatnya tidak bisa tidur.
David lalu keluar dari ruang tidurnya. David lalu melewati di samping Riana yang sedang tidur menuju ke pintu keluar apartemennya.
Riana yang masih belum tertidur namun hanya memejamkam matanya. Riana lalu melihat David yang sedang menuju ke luar apartemennya.
"Mau ke mana David malam-malam ini," Riana lalu berdiri dan segera mengikuti David secara diam-diam.
David tidak mengetahui kalau Riana sedang mengikutinya. David lalu sampai ke sebuah lapangan taman tempat bersantai. David lalu berdiri di samping pohon sambil memegang pohon dengan sebelah tangannya.
__ADS_1
Riana yang melihat David dari jauh, langsung terkejut. Riana melihat kalau David sedang bersedih.
Riana ingin mendekati David tetapi Riana merasa takut karena sifat dinginnya David. Namun Riana tidak tega melihat David dalam kesedihan. Riana lalu berusaha untuk mendekati David.
David yang melihat Riana dari jauh yang sedang mendekatinya. David lalu menghapus kesedihannya.
Saat Riana telah mendekati David. Riana lalu melihat ke arah David.
"Kak. Apa Kakak juga mempunyai masa lalu yang kelam?" tanya Riana sambil melihat David.
"Bukan urusanmu Riana. Urusanmu itu hanya latihan dan menjadi terbaik. Pergilah tidur. Besok pagi-pagi sekali kita maraton. Simpan tenagamu," ucap David seakan tidak mau diganggu.
"Kak. Sekali saja coba untuk bercerita. Riana lihat kalau Kak sangat sedih."
"Tau apa kamu tentangku Riana?" tanya David seakan kesal.
"Aku memang tidak tau Kak, namun karena masa laluku juga ada yang sedang Riana sedihkan. Kak juga sudah tau masa laluku setelah kak membaca surat itu."
"Masa lalu kita berbeda Riana. Masa laluku seakan tidak bisa dimaafkan," David lalu berjalan meninggalkan Riana.
"Kak. Memang benar aku tidak mengetahui masa lalu Kak. Tapi di saat orang yang Kak sayangi, Meski dia ada masalah dengan Kak setidaknya dia pernah ada dalam hidup Kak. Membuat Kak merasa senang dan bersyukur bisa memilikinya," ucap Riana yang melihat David sedang berjalan.
"Bersyukur katamu. Setelah aku mengetahui orang yang aku cintai sedang tidur dengan pria lain di hotel dan kamu bilang aku bersyukur memilikinya..!! David pun segera meninggalkan Riana.
Riana yang mendengar perkataan David barusan. Riana sangat terkejut dan merasa bersalah dengan perkataannya tadi.
"Seharusnya aku harus mengetahui lebih jelas masa lalu David. Baru aku memberikan perkataan untuk masa lalunya. Bodohnya aku yang telah membuat David marah," ucap Riana berbicara pada dirinya sendiri seakan merasa bersalah ke David.
Riana yang melihat David berjalan mengarah ke apartemen. Riana lalu mengikuti David dari belakang.
Setelah David telah sampai di ruangannya dan langsung menuju ke kamar. yang dilanjutkan oleh Riana yang sampai di ruangan apartemen.
Riana langsung melanjutkan lagi membaringkan tubuhnya di sofa dan mencoba melanjutkan tidurnya.
Saat pagi pun tiba. Riana merasa tubuhnya di goncang, Riana lalu terbangun dan melihat David sudah berada di dekatnya. Riana lalu tersentak kaget dan segera duduk.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu. Cepat siap-siap untuk latihan. Ku tunggu di luar dalam waktu 5 menit," ucap David dan lalu segera keluar dari ruangan.
__ADS_1
Riana pun dengan cepat-cepat ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Lalu Riana menganti pakaiannya dengan training. Riana dengan sigap melakukannya karena takut dimarahi oleh David.
Saat semuanya telah siap. Riana segera keluar ruangan dan menuju ke David yang sedang menunggunya di luar apartemen.
David yang sedang duduk menunggu Riana. David lalu melihat Riana sedang menuju ke arahnya. David lalu melihat jam tanganya.
"Telat 1 menit. Riana sampai kapan kamu mau terlambat seperti ini?" tanya David yang kesal melihat Riana.
"Maaf Kak. Riana besok tidak akan telat lagi. Serius Kak," ucap Riana dengan lembut agar David tidak marah.
"Dengan bersuara sok lembut dan minta maaf itu. Apakah Aku akan merasa lunak terhadapmu Riana. Sekarang push up 10 kali."
"Kak. Tega Kak sama Riana?" ucap Riana sambil memohon belas kasihan dari David.
"Sekarang atau tambah push up?" ucap David.
Riana yang tidak mau ditambah hukuman oleh David. Riana lalu push up sesuai dengan hukumannya.
David hanya tersenyum melihat Riana. Saat David yang melihat Riana yang baru 4 kali push up. David lalu memegang bahu Riana.
"Sudah. Ayok kita lanjutkan Maraton," David lalu mulai berlari kecil.
Riana lalu berdiri dan mulai mengikuti David. Selama perjalanan Riana hanya mengikuti David dan mangatur pernapasan sesuai arahan David.
David lalu berhenti di depan bangku tepi jalan dan David segera duduk. Riana pun ikut duduk di samping David.
"Riana waktu kita hanya tinggal 24 hari lagi. Aku harap kamu bisa menguasa bagaimana cara bernyanyi yang benar," ucap David menjelaskan ke Riana.
"Ya kak. Riana selama ini tidak sadar, kalau bernyanyi punya teknik juga."
"Iya. Setiap apa yang kita lakukan pasti ada teknik. Setelah kamu bisa mengatur nafas sesuai lagu yang kamu bawakan. Setelah itu kita belajar dalam mengendalikan emosi kamu saat bernyanyi."
"Fungsi untuk mengendalikan emosi untuk apa kak?" tanya Riana dengan penasaran.
"Saat kamu sudah bisa dalam mengatur nafas dan kita berlatih melepaskan emosi. Saat itu aku jelaskan fungsinya apa," jawab David sambil berdiri.
Riana dan David melanjutkan maraton mereka. David juga memberi aba-aba jika Riana salah dalam latihannya.
__ADS_1
****Terima kasih ke pada para pembaca yang telah setia membaca setiap perbab novel 'Kenangan Sedih'.
Saya Y.T.Z sebagai penulis, berharap agar para pembaca memberikan dukungan ke novel ini dengan cara sekedar like dan comment. Terima kasih kepada para pembaca**** :)