Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 13


__ADS_3

"Ahh kenapa aku nggak tanyakan langsung saja pada Rian" Ujarnya dan langsung menelpon Rian.


Tutt tutt tutt ( Tidak ada jawaban)


"Kok nggak diangkat sih"Gumam Lena sebal.


Lena kemudian menghempaskan dirinya kembali ke sofa, tidak lama terdengar nada dering panggilan, dia melirik Hpnya yang berbunyi, dia tersenyum dan segera mengangkatnya.


Rian : Asslamuaikum Len, ada apa?" Tanya Rian disebrang sana.


Lena :Waalaikum salam yan, maaf aku ganggu kamu, apa kamu sibuk.


Rian : Ia tadi ada meeting" ujar Rian.


Lena : Ada yamg mau aku tanyakan, apa kita bisa bertemu" kata Lena penuh harap


Rian : O.k nanti aku mampir ke cafemu saja, jam 7 sekalian makan malam" Balas Rian


Lena : Ya sudah aku tunggu" jawab Lena sambil tersenyum


Rian : Ya sudah, sampai jumpa, Assalamualikum " Rian menutup telponnya.


Lena : Waalaikum salam " Jawab Lena.


Lena dan Rian mengakhiri pembicaraannya.


***


Rian termenung memikirkan apa yang akan di tanyakan oleh Lena.


" Kira-kira apa ya yang mau Lena tanyakan" Gumam Rian sambil meyandarkan kepalanya di sofa.


tok tok tokterdengar pintu di ketuk dari luar


"Masuk" ucap Rian.

__ADS_1


Tak lama muncullah sekretaris Rian Bu Ayu " Maaf pak ini ada berkas yang perlu bapak tanda tangani" Ucap Bu ayu sopan dan menyodorkan amplop coklat di hadapan Rian." Dan ini berkas kerja sama yang di ajukan oleh perusahaan Sanjaya Group pak " Ucap nya lagi.


" O.k nanti saya periksa dulu" kata Rian sambil menandatangani berkas yang tadi diberikan oleh bu Ayu.


" Kalau begitu saya permisi pak" Ujar bu Ayu dan Rian hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku kasi tau Diani dulu kalau aku akan pulang telat" Gumam Rian sambil mengetik pesan ke Diani.


"Asslamualaikum dek, maaf ya aku malam ini nggak bisa temenin kamu makan malam, soalnya aku ada kerjaan" Bunyi pesan Whatsup Rian yang dikirim ke Diani.


Triiing.


Terdengar bunyi notifikasi di Hp Diani, Diani segera meraih ponselnya dan membaca pesan yang masuk tadi.


" Yahh, mas Rian nggak makan malam di rumah,padahal aku sudah masak banyak" Kata Diani dalam hati.


" Ya sudah mas, nggak apa-apa, " Balas Diani ke Rian.


" Ya dek, kamu langsung istirahat aja, nggak usah tunggu aku pulang" Segera dikirim ke Diani.


"Ia mas, kamu hati-hati ya" Balas Diani dan dikirim ke Rian.


"Huufffttt" Diani menghela nafas pelan "Kalau begitu aku ke rumah bu tejo aja deh sekalian kasi buat makan malam, dari pada mubazir" Gumam Diani dan langsung mengambil rantang kemudian memasukkan beberapa potong ayam rica-rica dan daun singkong ebi kuah santan, kemudian beberapa potong kue.


Setelah selesai Diani bergegas menuju rumah bu Tejo, karena nggak terlalu jauh Diani memilih berjalan kaki.


Setelah berjalan hampir 10 menit Diani sampai Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun asri, bunga-bunga berwarna warni yang tertata rapi membuat sejuk mata yang memandang.


"Assalamualaikum" Ucap Diani sedikit berteriak karena tidak ada seorang pun yang terlihat.


"Waalaikumsalam" Ucap Mia anak bu Tejo yang no dua, usianya masih 5 tahun.


"Eh, ada Mia Cantik" Kata Diani sambil mengelus rambut Mia.


"Mamak mana sayang" Tanya Diani yang tidak melihat bu tejo.

__ADS_1


"Ada tante di belakang, Mia panggil dulu ya" Ujar Mia sambil berlalu ke belakang setelah mendapat anggukan dari Diani.


" Ehh, ada neng Diani" Ucap bu Tejo setelah melihat Diani duduk di kursi teras" Masuk mbak" Ucapnya lagi.


" Disini aja buk, Oh ia ini ada sedikit rejeki dari saya bu" Ujar Diani sambil menyerahkan Rantang yang tadi di bawa.


" Ya allah neng, pakai repot-repot segala, alhamdulillah , tetima kasih neng"Jawab Bu Tejo sambil mengambil rantang yang di pegang oleh Diani.


" Sama-sama bu, tadi kebanyakan aku masaknya mas Rian katanya nggak makan malam dirumah jadi aku kesini deh,sekalian ada yang mau aku sampaikan bu" Kata Diani.


"Ada apa neng" Tanya bi Tejo penasaran.


"Begini bu, saya kan butuh lagi butuh ART, bu Tejo mau nggak kerja di rumah saya" Ujar Diani menyampaikan maksud kedatangannya.


" Tapi neng saya nggak bisa menginap, neng tau sendiri kan anak-anak nggak ada yang jaga" Jawab bu Tejo sambil menunduk.


"Nggak apa-apa bu, ibu bisa datang jam 7 dan pulang jam 5, kalau masak nanti aku aja, jadi ibu cuma bersih-bersih aja" Kata Diani menimpali, karena dia tidak mau melepas tanggung jawabnya sebagai seorang istri.


Mendengar perkataan Diani bu Tejo akhirnya meng iyakan ajakan Diani untuk bekerja di rumahnya." Alhamdulillah, Saya mau neng" Ucap bu Tejo senang.


"Ya sudah kalau begitu besok ibu bisa datang ke rumah" Kata Diani dengan senyum.


"Baik neng, Terima kasih banyak ya neng Dian" Kata bu tejo dengan senyum mengembang.


"Sama-sama bu, Kalau begitu saya permisi dulu ya bu" Kata Diani pamit dan tidak lupa Diani memberikan sesikit uang untuk anak-anak bu Tejo. Dan diterima oleh bu Tejo dengan rasa syukur.


"Sekali lagi terima kasih banyak neng, semoga Allah membalas lebaikan neng Dian" Ujar bu Tejo terharu.


"Amiin,Sama-sama bu, ini rezeki anak-anak yang di titipkan Allah melalui saya, kalau begiti saya pulang ya bu, Asslamua"Kata Diani sambil melangkah pergi setelah bu Tejo membalas salamnya.


"Waalaikumsalam wr.wb" Bu Tejo sangat terharu dengan kebaikan Diani sehingga kata-kata Doa selalu ia panjatkan dalam hati untuk Diani.


TBC


Jangan lupa komen ya teman-teman.

__ADS_1


maaf kalau ceritanya nggak bagus karena masih pemula...


Terima kasih


__ADS_2