
Tak berselang lama setelah Rian masuk ke falam lift datanglah seorang wanita cantik dan seksi ke hadapan resepsionist.
"Selamat pagi, saya Salsa, yang akan meeting bersama pak Rian" Salsa dengan senyum manisnya memberitahukan resepsionist.
"Tunggu sebentar nona, saya akan memberitahukan kedatangan anda, mohon tunggu sebentar " Resepsionist itu kemudian menelpon ke ruangan Rian dan di angkat oleh Santi Sekretaris Rian.
"Selamat pagi bu, di bawah ada nona Salsa klien yang akan meeting dengan pak Rian" Ucap nya setelah sambungan telpon di angkat.
"Baik, suruh dia naik ke lantai 18" Jawab Santi singkat dan menutup telponnya setelah di jawab oleh resepsionist.
"Silahkan nona naik ke lantai 18, pak Rian sudah menunggu" Ucap resepsionist sopan.
"Baiklah terima kasih" Salsa segera berlalu dan menuju lift untuk naik ke lantai 18.
Ting
Setelah sampai di lantai 18 dia terpana melihat begitu mewahnya ruangan sang CEO.
__ADS_1
"Wow, sangat berkelas" Gumamnya sambil berjalan menuju meja sekretaris.
"Selamat pagi saya Salsa utusan dari Martin Company" Salsa memperkenalkan dirinya kepada Santi.
"Selamat pagi silahkan, anda sudah di tunggu oleh pak Rian di dalam"Ucap santi kemudian mengantar Salsa ke dalam.
Tok tok tok.
"Masuk" Rian yang masih bergelut dengan dokumen di tangannya mempersilahkan Sinta untuk masuk.
Salsa dan Sinta kemudian masuk ke ruangan Rian "Selamat pagi pak, Bu Salsa sudah tiba"Sinta memberitahukan Rian bahwa kliennya sudah datang.
"Tentu, silahkan duduk Bu Salsa"Rian mempersilahkan Salsa duduk menuju sofa yang berada di ruan kerjanya.
"Baik terima kasih" Salsa dengan senyum genitnya kemudian duduk berhadapan dengan Rian.
"Mengenai kerja sama kita, saya setuju dengan apa yang anda ajukan dalam proposal ini" Rian tanpa basa basi langsung menyetujui kontrak kerjasama perusahaan Wijaya Group dengan Martin Company.
__ADS_1
"Baiklah, Saya sangat senang bila anda setuju mengenai kerja sama ini" Ucap salsa dengan senyum manisnya "Saya akan memneritahukan CEO kami untuk penandatanganan kontrak ini" Sambungnya.
"Ya, Baiklah,"Ucap Rian singkat dan menundukkan kepalanya karena Salsa terus saja memandanginya. Rian merasa tidak nyaman berada di situasi sepeeti itu.
"Kenapa Pak Rian tidak mau memandangku, bukankah orang berkuasa seperti dia senang bila disuguhkan pemandangan yang indah seperti ini" Ucap Salsa dalam hati, karena dia heran kenapa Rian tidak mau memandangnya.
"Saya rasa sudah tidak ada lagi yang perlu di bahas, saya akan menghubungi sendiri pak Martin untuk penandatanganan kontrak kerja sama ini"Rian dengan halus mengusir Salsa yang seakan ingin menerkamnya.
"Pak Rian, kenapa buru-buru sekali "Salsa mencoba meraih tangan Rian.
"Jangan coba-coba berani berbuat macam-macam Nona, karena saya tidak suka dan sudi bila bersenyuhan dengan wanita lain selain istriku"Rian menegaskan kata Istriku pada ucapan nya.
"Tenanglah Tuan, tidak ada yang akan tahu apa yang kita kerjakan di sini "Salsa dengan tidak tau malunya mendekati Rian.
Ceklek
Pintu terbuka dan masuklah Hendri "Nona Salsa, silahkan keluar" Pinta Hendri kepada Salsa karena Rian menekan bel yang ada di dibawah meja dan terhubung langsung dengan ruangan Hendri.
__ADS_1
Bel itu di peruntukkan untuk situasi darurat jika ada masalah yang terjadi di dalam ruangan itu.
"Ingat Pak Rian anda akan menyesal telah melakukan ini padaku"Salsa dengan jengkelnya dan muka yang terlihat kesal keluar dari ruangan Rian.