
"Rian aku yakin kamu adalah Reza, orang yang aku cintai yang dulu pernah menolakku, aku yakin suatu saat aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku" Ucap Lena yakin sambil merebahkan tubuhnya dan tersenyum licik.
***
Sesampainya dirumah Rian segera menaiki tangga dan memasuki kamarnya.
"Assalamualikum dek," Ucap Rian sambil membuka pintu kamarnya.
"Waalaikumsalam mas" Ucap Riani lemas
"Ya Allah dek, kok kamu pucet sekali, aku panggilkan dokter Ema ya" Tawar Rian kepada istrinya.
"Nggak usah mas, aku nggak apa-apa kok, bentar juga baikan " Jawab Diani sambil duduk.
"Nggak,nggak kamu lagi nggak baik-baik saja dek" Ujar Rian sambil menekan no hp dokter Ema.
Diani hanya pasrah dan duduk diam sementara Rian menelpon dokter Ema.
Tak berapa lama dokter Ema datang dan langsung dipersilahkan masuk oleh Rian. Rian menunggu dengan cemas saat Diani diperiksa.
Setelah selesai dokter Ema tersenyum dan menjelaskan apa yang terjadi pada Diani " Mbak Diani cuma amemia Za, ditambah dia sedang datang bulan makanya tambah pucat"
"Apa kamu yakin ma" Ujar Rian
"Ia Za, kamu tenang saja setelah minum vitamin dan istirahat total mbaq Diani akan sehat" Ema menjelaskan krpada Rian.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu" Ucap dokter Ema dan diangguki oleh Diani.
"Terima kasih Dokter"Ucap Diani dan tersenyum.
__ADS_1
Rian mengantar dokter Ema sampai pintu dan mengucapkan terima kasih. Ema pun mengangguk dan melajukan mobilnya.
Rian masuk kembali ke dalam kamarnya dan melihat Diani sudah tertidur lelap, Ia pun membelai kepala Diani dan mengecup keningnya, kemudian masuk ke kamar mandi untuk bebersih.
setelah selesai Rian pun ikut berbaring di samping dan memeluk diani, tidak berapa lama Rian juga ikut terlelap.
***
Adzan subuh berkumandang membangunkan orang-orang yang terlelap. Rian pun bangun dan melaksanakan sholat subuh, setelah berdzikir dan mengaji sebentar Rian berbaring lagi di samping Diani.
Diani yang merasa ada tangan dingin membelai kepalanya pun bangun.
"Maaf ya dek, aku ganggu tidurnya"
"Nggak apa-apa mas" Ucap Diani sambil bangun dan segera ke kamar mandi karena merasa sudah banjir.
"Nggak apa-apa mas, aku sudah baikan kok, lagian kan aku cuma mau buat kopi buat kamu aja" Ucap Diani dan segera keluar.
Rian segera keluar melihat istrinya yang keras kepala itu karena tidak mendengarkan perkataannya.
Terlihat Diani sedang berkutat di dapur untuk membuat kopi, Rian memperhatikan istrinya yang begitu cekatan menuangkan air panas.
Diani tidak menyadari kalau Rian sudah berada di meja makan dan memandanginya. Setelah dirasa cukup Diani berbalik dan terkejut melihat Rian yang menatapnya.
" Ya Allah mas, kamu ngagetin aja" Ujar Diani kesal
"Maaf dek, kamu sih terlalu asyik jadi nggak sadar aku disini" Jawab Rian sambil senyum.
"Kalau kopi ini tumpah kan panas mas" Ucap Diani sambil meletakkan kopi di depan Rian.
__ADS_1
"Hehe, kan nggak tumpah dek, jadi senyum dong, biar cantiknya nambah" goda Rian dan membuat Diani merona.
"Kamu mas ada-ada saja" ucap Diani mendekati Rian dan mencubit lengannya pelan.
" Aww....sakit dek" kata Rian pura-pura.
"Biarin siapa suruh gombal terus" ucap Diani sambil meninggalkan Rian menuju dapur dan menyiapkan bahan nasi goreng untuk sarapan.
"Dek aku keatas dulu ya" Ucap Rian dan diangguki oleh Diani.
Diani melanjutkan memasaknya memotong sayuran untuk tambahan nasi goreng setelah selesai memasak diani menuangkan nasi goreng ke piring dan menatanyanya di atas meja makan. Ia pun tersenyum puas melihat hasil masakannya.
" Semoga kamu suka mas" Ujar Diani dalam hati, kemudian beranjak ke kamarnya karena Rian pasti akan menunggu Diani untuk memasangkan dasinya.
"Mas, sarapannya sudah siap yuk kita kebawah"Ajak Diani.
"Ini dulu dong" Kata Rian sambil menyerahkan dasi warna biru dongker yang dipadukan dengan kemeja warna putih dan jas warna senada dengan dasinya.
setelah selesai memasangkan dasi untuk suaminya Diani pun beranjak ingin mengambil tas kerja Rian namun tangannya ditarik oleh Rian. Rian mencium kening Diani dan mengucapkan terimakasih. Diani pun balas mencium pipi Rian lalu tersenyum kemudian berkata "Sama -sama.
Rian dan Diani pun duduk menikmati sarapannya.
"Assalamualaikum" Ucap seseorang dari luar.
TBC
Jangan lupa like dan komennya ya.
dukungan dan saran sangat author harapkan terima kasih.
__ADS_1