
Arqian dan maudy menjadi resah karena nenek nabila sudah menolak duluan sebelum keluarga kenan datang, dengan sikap ayah kenan yang menjunjung harga diri, arqian takut jika nanti terjadi masalah
akan tetapi untung saja paman nabila, atau ayah nya yunita juga datang membujuk nenek
ibu, kalau memang nabila mau jangan di larang lagi, apa ibu tidak trauma dengan kejadian nina, nama nya juga anak muda jaman sekarang, andai kan di larang mereka nanti malah kabur
nenek seketika menangis, teringat akan nina yang dulu malah di usir nya dan tidak pernah kembali sampai ajal nya menjemput
nenek, lagian nanti kalau rindu kita bisa main ke kota, asal nabila bahagia tidak peduli dapat orang mana, jarak sudah bukan penghalang lagi nek, jaman sekarang banyak kendaraan, jangan sama kan sama nenek dulu yang jalan kaki, bujuk yunita
nenek merenung sebentar, menatap wajah sayu nabila
nabila, maaf atas ke egoisan nenek, Hanya saja nenek masih rindu pada mu, baru berapa saat kamu sudah mau pergi lagi dari nenek, ucap jamilah menangis
bener kata yunita, nek, kalau nenek kangen bisa main ke kota, atau aku yang ke sini menjenguk nenek, jawab nabila yang sebenar nya baru saja merasa bahagia memiliki ke luarga
jamilah tidak berkata apa apa lagi, langsung memeluk nabila dengan erat, menangis, antara bahagia dan juga akan kehilangan
tidak lama kemudian rombongan dua mobil datang, keluarga arman tidak main main, baru acara lamaran tapi sudah bawah banyak barang yang terlihat sangat mahal pasti nya
nabila merasa deg degan ketika satu persatu keluaraga àrman masuk ke dalam rumah, begitu juga dengan kenan
kenan sangat tegang dan cemas jika nanti nabila berubah pikiran dan menolak nya, sudah fatah diri nya menyakin kan ayah nya agar mau melamar kan nya
sekilas ke dua mata mereka bertemu, mereka kemudian sama sama menunduk malu
ada getar cinta, tetapi juga ada benci yang tidak muda di lupa kan, nabila tidak tahu dengan hati nya sendiri, antara bahagia atau trauma, antara rindu tetapi kesal yang tak kesudahan
kemudian semua terdiam saat arman
menyampai kan niat nya,
kemudian paman nabila sebagai mewakili keluarga nenek jamilah untuk menjawab
__ADS_1
kami ini hanya orang biasa dari kampung, sungguh sangat merasa terhormat mendapat anugrah dari keluarga bapak arman, kami sebagai orang tua , hanya mengharap kan ke bahagian untuk nabila, apa lagi dia sudah menjadi yatim piatu, jika memang kelurga bapak arman bisa menerima apa ada nya, kami juga tentu akan rela melepas nak nabila,
terima kasih banyak, saya pribadi tidak memandang dari segi apa pun yang penting putra saya mmencintai nya, dan saya pastikan jika saya kelak akan mengangap nabila sebagai putri saya sendiri, karena sudah mendapat kan persetujuan, bagai mana jika pernikahan kita ada kan satu minggu lagi, karena jika menunda nunda ku rasa tidak baik, jawab arman sepenuh hati, sebab saat pertama kali melihat nabila langsung merasa cocok
satu minggu lagi, pekik jamilah merasa keberatan
kenapa, nek, apa kah terlalu cepat, tanya arman
maaf, saya hanya masih belum siap untuk kehilangan cucu saya, jawab jamilah apa ada nya
ah nenek ini, jangan bilang kehilangan, kami tidak akan mengambil nabila dari anda, setiap saat kalau ingin bertemu pasti boleh, canda arman di susul tawa keluarga yang lain nya
kenan saat itu terharu, sebab selama ini ayah nya bukan tipe orang yang suka berchanda dan malah jarang tersenyum, selalu kaku dan kolot
****
pukul sembilan malam keluarga kenan dan juga arqian berpamitan pulang
kenan menatap kedua bola mata nabila, merasa sangat sedih harus berpisah sementara
nabila hanya menganguk saja, ingin mengabaikan juga tidak mungkin karena ada orang banyak, srhinggah berpura pura semua baik baik saja
kenan sangat gemas sekali, ingin rasa nya sekedar memeluk atau mengecup kening nya saja tapi tidak berani, pada akhir nya kenan dengan berat hati melangkah masuk ke dalam mobil nya sendiri
ken, aku lelah, tidak bisa kah kamu yang menyetirkan untuk ku, pinta arqian
iya, jawab kenan tidak keberatan, sebab dua mobil ke luarga nya sudah ada sopir masing masing
arqian, maudy, terima kasih banyak atas bantuan kalian, ucap kenan
sama sama ken, jujur saja selama ini aku selalu bingung bagai mana cara nya untuk membalas ke baik kan kamu, jawab arqian
kenan tersenyum, karena memang pada kenyataannya berteman dengan arqian sangat merepot kan, selalu saja membuat masalah tetapi dia yang mbereskannya
__ADS_1
mobil mulai meluncur, dan kenan melirik sekejap ke arah nabila
ken, satu minggu lagi dia akan menjadi istri mu, sabar sebentar, ucpa arqian
kenan, walau nanti kamu sudah sah menjadi suami nya aku minta kamu harus sabar dan jangan memaksa nabila loh, sela maudy
iya, aku paham, aku juga sudah berjanji pada diri ku srndiri untuk tidak membuat dia tertekan, balas kenan
tapi, kalau seumur hidup dia tidak mau kamu sentuh bagai mana, canda arqian
tidak mungkin, aku sangat yakin jika sesungguh nya nabila juga mencintai ku, tadi saat mata kami saling bertatapan aku bisa merasakan nya, tetapi sungguh tatapan nabila yang bercampur dendam itu benar benar membuata ku tidak ber kutik, aku tidak menyangka seorang kenan bisa takluk oleh perempuan kecil, balas kenan serius
semangat, kenan, aku yakin kamu bisa meluluh kan hati nabila suatu saat nanti, hati perempuan sebenar nya mudah luluh jika mèndapat kan kelembutan dan perhatian, timpal maudy
iya, terima kasih banyak, jawab kenan tersenyum senang
di sisi lain nabila tidur dengan nenek nya, untuk seminggu ke depan nabila ingin menghabis kan waktu yang berharga, karena dia tahu, jika setelah menikah akan berubah
nabila, apa kamu sungguh mencintai kenan, tanya jamilah
iya, nek, jawab nabila menenang kan hati nenek nya
kenan memang terlihat pemuda yang baik dan sopan, nenek percaya dia bisa menjadi suami yang bertangung jawab nanti nya jawab jamilah
nabila semakin erat memeluk nenek nya, butiran air mata keluar secara perlahan, hanya dia tahu, bagai mana resah dan di lemanya perasaaan nya, tetapi dia juga tidak berani mengungkap kan apa yang sudah terjadi, sebab nanti malah membuat nenek nya merasa sedih sekaligus malu
secara perlahan nabila mulai tertidur, dan dia bermimpi lagi bertemu dengan kenan
nabila duduk meringkuk seolah diri nya sedang memakai seragam SMA, sekujur tubuh nya kesakitan karena di bully oleh teman nya, dia dalam ke adaan kelaparan memeluk perut nya sendiri sambil menangis , tetapi tiba tiba kenan yang memakai kemeja putih datang memberinya sepotong kue
ayo makan lah, aku tidak akan membiar kan kamu kelaparan atau bersedih lagi, aku tidak akan membiar kan kamu di lukai oleh orang lain lagi, nabila menerima keu tersebut, dan langsung memakan nya membuat perut nya terasa kenyang,
kemudian kenan memeluk nya erat, terasa begitu hangat dan nyaman
__ADS_1
kak kenan...