
Diani hanya mengaduk aduk makanannya, dan terlihat beberapa kali mengusap air mata yang sudah tak terbendung, ia sangat kesal dan kecewa sama perlakuan Rian yang hanya diam dan seakan tak ingin memberitahukan tentang pernikahannya terhadap Lena.
"Yan, kamu tau nggak kalau Diani ini sudah menikah dan kamu tau apa yang membuatnya aneh," Lena berbicara dengan semangat ke pada Rian.
Rian hanya menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.
"Namanya sama kayak kamu,Hahaha"Lena melanjutkan ceriatanya sambil tertawa. Dan di balas senyum kecut oleh Rian.
"Kalau ternyata dia adalah suamiku apa yang akan kamu lakukan Len"Ucap Diani dalam hati , ingin sekali ia berteriak seperti itu, namun diurungkan, Diani ingin Rian sendiri yang mengatakannya.
Diani bangkit dari duduknya" Aku ke toilet dulu ya" Ujarnya sambil berlalu meninggalkan Lena dan Rian.
Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri meja mereka"Hai Bro, apa kabar" Ucapnya sambil menepuk punggung Rian.
Rian yang kurang fokus terkejut karena tepukan di pundaknya "Eh, Elo Kal, kirain siapa tadi " Ucapnya setelah dia tau yang menyapanya adalah teman kuliahnya dulu.
"Wah lama ya kita nggak ketemu, setelah acara kemarin" kata Haikal dan menoleh pada Lena"Nggak kenalin aku nih"
__ADS_1
"Hai cantik, Namaku Haikal , aku teman kuliahnya Rian dulu" Kata Haikal tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Disambut oleh Lena.
"Lena"Ucapnya singkat.
"Nama yang cantik seperti orangnya" Haikal mencoba merayu Lena dan berhasil membuat wajah Lena merona.
"Kamu bisa aja kal" Lena memalingkan wajahnya karena dia tau kalau wajahnya memerah karena malu.
"Oh ia Yan,Kamu sama siapa disini" Haikal bertanya sambil menyeruput kopi Rian.
"Eh kebiasaan lo ya,main serobot punya orang aja"Kata Rian yang kesal karena kebiasaan Haikal dari dulu nggak pernah berubah.
"Udah pesen aja nanti aku yang bayar"Kata Rian yang langsung membuat Haikal tersenyum ceria.
"Eh, nggak usah hari ini aku yang traktir" Lena menyela perdebatan kedua sahabat itu.
"Uwah, beneran cantik, kamu yang traktir, kalau begitu bisa makan sepuasnya dong" Haikal tersenyum genit memandang Lena.
__ADS_1
"Ia, Silahkan apapun yang kalian ingin makan"Ucap Lena lagi.
"Dasar bos perusahaan ternama kok minta traktir, cuma kamu nih satu-satunya yang begitu" Rian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Haikal yang dari dulu nggak pernah berubah meskipun sekarang dia adalah Pemilik beberapa perusahaan dan beberapa hotel serta usaha-usaha lainnya di dalam negeri. Namun Rian masih lebih kaya karena perusahaan dan usaha-usahanya sudah berkembang sampai ke luar negeri.
Dari arah belakang Diani datang dan duduk ditempatnya"Lo pak Haikal " Diani terkejut melihat Haikal berada disana.
"Mbak Diani,apa kabar mbaq" Tanya Haikal sambil melipat tangan didepan dada. Karena memang Diani tidak mau bersentuhan langsung dengan laean jenis yang bukan muhrimnya.
"Baik Pak"Jawab Diani juga melakukan hal yang sama.
"Ngomong-ngomong ini Lena pak Sahabat saya" Diani memperkenalkan Lena.
"Ia mbak,Tadi sudah kenalan"Ucap Haikal.
"Oh begitu"Diani menganggukkan kepalanya.
"Gimana mbak apa sudah isi nih" Haikal mencoba mencairkan suasana karena kelihatan Diani ada kesedihan di wajah Diani.
__ADS_1
"Belum pak, ini lagi berusaha, Doain aja"Diani menjawab sambil melirik Rian.
TBC