
Diani mengambil ponsel nya di dalam tas, saat Diani melihat layar tertera nama Hubby, Diani sedikit tersenyum"Sebentar ya bu"Diani langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Assalamualaikum Mas"Ucap Diani begitu panggilannya telah dia angkat.
"Waalaikumsalam sayang, bagaimana apa kamu sudah selesai dengan semuanya"Tanya Rian.
"Ia Mas sudah, ini mau pulang sebentar lagi"Jawab Diani.
"Kalau begitu langsung kesini saja ya, minta pak Beni antar ke kantor"Rian menyuruj Diani ke kantornya karena dia masih sibuk.
"Oh, ya sudah kalau begitu Mas, Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam"Rian dan Diani mematikan sambungan telpon mereka.
"Maaf bu, kalau begitu kami permisi dulu ya"Pamit Diani kepada Bu Dewi.
"Oh, Silahkan Bu"Ucap Bu Dewi.
Diani berdiri dan menjabat tangan Bu Dewi, begitipun dengan Icha "Icha harus jadi anak yang pintar dan sukses ya nak"Bu Dewi memberi wejangan kepada Icha sambil membelai kepalanya.
"Ia Bu guru"Icha menjawab dengan senyum.
"Terima kasih banyak Bu, Mari, Assalamualaikum".
__ADS_1
"Waalaikum salam"Bu Dewi menjawab salam Diani.
Diani dan Icha kemudian berjalan keluar menuju parkiran dan pak Beni membukakan Pintu mobil untul mereka.
"Pak kita ke Kantor Mas Rian ya"Diani menyebutkan tujuan mereka selanjutnya setelah masuk mobil.
"Baik bu"Jawab Pak Beni dengan sopan.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Wijaya Group.
"Bunda kita mau ketemu ayah"Tanya Icha.
"Ia nak, Icha mau nggak lihat kantornya ayah" Diani membelai kepala Icha.
"Apa kamu senang sayang"Diani mencubit hidung Icha yang dari tadi melihat ke sana kemari karena Icha baru pertama kali keluar sejauh itu.
"Sangat senang bunda" Jawab Icha antusias.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit sampailah mereka di sebuah gedung tinggi yang megah bertuliskan WIJAYA GROUP.
"Ayo sayang kita masuk"Diani mengajak Icha turun dengan menggandeng tangan mungil Icha.
Saat turun dari mobil Icha begitu kagum melihat megahnya bangunan di depannya.
__ADS_1
"Waahhh, Ini kantor ayah Bunda, bagus banget"Icha terus memandang kesana kemari.
"Ia sayang ayo" Diani menggandeng tangan Icha.
Saat Diani dan Icha masuk dia dicegat oleh seorang receptionist perempuan dia belum tau Diani adalah Istri dari atasannya.
"Maaf bu,ada perlu apa ya"Ucap reseptionist yang bernama Meri dengan acuh tah acuh.
"Saya mau bertemu dengan Pak Rian"Diani memberitahukan tujuannya datang ke kantor Wijaya Group.
"Apa Ibu tidak salah menyebutkan nama itu nama CEO kami, atau ada karyawan disini yang bernama sama , kalau boleh tau di Devisi apa dia bekerja"Meri terus saja menghalangi Diani, karena dia pikir Diani hanya istri salah satu karyawan.
Diani melihat name tag yang tersemat di baju Meri"Mbak Meri saya mau bertemu dengan suami saya, dia adalah pemilik perusahaan ini"Diani memberitahukan kepada Meri siapa yang ingin dia temui.
"Apa Ibu tidak sedang halu, mana mungkin pak Rian memiliki Istri seperti ibu, ada-ada saja"Meri memandang rendah kepada Diani karena dia memakai Hijab.
Hendri yang kebetulan lewat melihat perdebatan di depan meja reseptionist segera menghampiri Mereka.
"Ada apa disini ribut-ribut"Hendri bertanya pada Meri karena posisi Diani membelakangi Hendri jadi Ia tak mengenali Diani.
"Ini pak, ada yang mengaku istrinya pak Rian"Ucap Meri dengan angkuhnya.
TBC
__ADS_1