Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 20


__ADS_3

Sementara Diani menunggu Rian kembali, ia dikejutkan oleh kedatangan anak kecil cantik yang membawa buket bunga yang sangat indah.



Icha menyerahkan buket bunga mawar ke Diani. Diani yang masih terkejut hanya diam terpaku menatap buket bunga yang di bawa oleh Icha.


"Ini buat tante cantik" Icha menyerahkan buket bunga yang di bawanya ke Diani.


" Ini buat tante, dari siapa sayang" Ujar Diani sambil membaca kartu tulisan yang terselip di antara bunga. Diani tersenyum karena tau siapa pengirim bunga itu kemudian mengusap kepala Icha lembut.


"Terima kasih ya anak manis" Ujarnya sambil tersenyum ramah.


"Sama-sama tante cantik"Icha pun membalas senyuman Diani.


"Oh ia sayang, sini duduk dulu, nama kamu siapa" Diani menepuk bangku di sebelahnya dan Icha pun duduk di dekat Diani."Icha tante".


"Om yang kasi bunga ini Icha tau nggak kemana"Tanya Diani ke Icha dan di jawab oleh gelengan kepala.


Tiba-tiba dari arah belakang Diani di kejutkan oleh suara orang yang berbisik di telinganya " Aku Disini Bidadariku" Rian berkata pelan membuat Diani reflek menghadap belakang dan Rian mencuri ciuman di pipi kiri Diani.

__ADS_1


Rian ikut duduk di samping Diani. Diani yang mendapat perlakuan romantis itu pun tersipu malu.


"Tuh dia om nya tante" kata Icha sambil menunjuk ke arah Rian di sebelah Diani.


"Ia sayang, tante sudah tau,oh ia Icha kok jualan, nggak main sama temannya" Tanya Diani yang penasaran kenapa anak kecil yang seharusnya bermain dengan teman-temannya malah berjualan bunga keliling di taman.


"Icha lagi bantu nenek tante, Dia nggak bisa jualan karena lagi sakit" Cerita Icha dan itu membuat Diani berkaca-kaca.


"Ya allah anak sekecil ini yang seharusnya hanya tau bermain sudah susah payah membantu neneknya" Diani menatap iba pada Icha.


"Icha sekarang kelas berapa sayang" Tanya Diani lagi.


"Icha tinggal dimana sekarang" Tany Diani


"Nggak jauh kok tante dari sini "Kata Icha. " Tinggal masuk gang itu terus belok kanan sampai deh di kontrakan kami" Icha menunjuk ke arah gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh sepeda motor.


Diani menoleh ke Rian dan di angguki olehnya, seakan Dia tau kalau Diani ingin membantu Icha.


"Icha bisa antar tante ke sana nggak" Diani berkata dengan sangat lembut dan di angguki oleh icha."Boleh tante" Ucapnya lagi dengan polos.

__ADS_1


"Yuk mas" Ajak Diani kepada Rian yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan Icha dan Diani.


Rian mengangguk kemudian berdiri dan menggandeng tangan istrinya.


"Ayo sayang"Ajaknya lagi kepada Icha kemudian Diani menggadeng tangan Icha. Mereka bertiga kelihatan seperti keluarga yang sangat bahagia.


"Mas gimana kalau neneknya Icha kita bawa berobat dan setelah sembuh kita ajak tinggal dirumah" Usul Diani.


"Boleh juga siapa tau dengan adanya Icha kamu segera mengandung"Ucap Rian sambil tersenyum.


Setelah masuk gang dan belok kanan di persimpangan sampailah mereka di kontrakan kecil yang sedikit agak reot. Icha segera membuka pintu depan "Assalamualikum nek" Icha memberi salam kepada neneknya.


"Waalaikumsalam Nak"Sahut nenek di dalam kamar dan segera keluar menghampiri cucu satu-satunya.


Nenek Ijah mematung saat melihat Diani dan Rian berdiri bersama Icha.


"Nek ini om dan tante baik"Kata Icha memperkenalkan Rian Dan Diani karena Icha belum tau nama mereka.


TBC

__ADS_1


__ADS_2