Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 28


__ADS_3

Pagi harinya Lena membuka mata dengan sangat berat dia mencoba duduk namun kepalanya sangat sakit "Selamat pagi Girl" Sapa Martin pada Lena dia bertingkah seolah tidak pernah terjadi sesuatu tadi malam.


"Ehem, Selamat pagi Martin" Lena mencoba bangun dari tidurnya namun langkah kakinya terasa sangat berat ia hampir saja terjatuh namun berhasil di tangkap oleh Martin.


"Lena kamu baik-baik saja kan" Martin merasa khawatir karena Lena terlihat sangat lemas, ia mendudukkan Lena kembali di atas ranjang.


"Ia, aku baik-baik saja Tin, mungkin tadi malam aku terlalu banyak minum, jadi aku merasa sedikit pusing" Ucap Lena sambil memijat pelipisnya.


"Kalau begitu kamu istirahat saja dulu disini, sampai kamu merasa baikan"Martin membantu Lena merebahkan tubuhnya kembali diatas kasur setelah Lena menganggukkan kepala.


"Aku akan keluar membeli makanan untukmu, apa yang ingin kamu makan" Ucap Martin sambil menyelimuti tubuh Lena.


Lena menggelengkan kepalanya "Kalau begitu aku akan membelikanmu Sup hangat agar mabuknya reda, tidak ada penolakan " Martin langsung meninggalkan Lena tanpa mau mendengarkan bantahan dari Lena.


Lena pun di buat jengkel dengan tingkah Martin yang keras kepala.


***

__ADS_1


Di ruangan wardrobe yang mewah Diani tengah bersiap-bersiap untuk pergi ke sekolah lama Icha guna mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan di sekolah barunya nanti.



Diani memilih baju berwarna biru muda panjang dan celana putih yang dipudakn dengan hijab warna senada membuat nya terlihat sangat cantik , Diani juga tidak lupa melengkapi penampilannya dengan menenteng tas berwarna hitam.



Rian pun tak ingin kehilangan kesempatan untuk memotret sang istri, dia menyuruh istrinya untuk bergaya bak model "Ayo sayang, satu foto saja kamu terlihat sangat cantik hari ini" Puji Rian kepada istrinya.


"Oh jadi cantiknya hari ini saja ya"Diani memanyunkan bibirnya dan itu membuat Rian gemas dengan tingkah laku Diani.


Diani memalingkan wajahnya karena dia juga pasti tau kalau wajahnya sedang merona meskipun tidak melihatnya di cermin.


"Ayo dong sayang, one photo OK" Rian kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke Diani, dan Diani dengan malu-malu bergaya ala kedarnya sambil trrsenyum kaku, karena dia tidak suka dan terbiasa di photo.


"Aih, kenapa kaku sekali sih dek"Ucap Rian sambil memberikan dasi ke tangan Diani.

__ADS_1


"Mas kan tau aku nggak suka di photo, dan aku nggak bisa bergaya ala model profesional gitu"Diani menjawab sambil memakaikan Rian dasinya, "Selesai"Ucap nya saat melihay dasi yang dipasang nya rapi.


"Terima kasih sayang, kamu yang terbaik" Puji Rian saat melihat dasi yang dikenakannya begitu rapi kemudian mengecup kening Diani.


"Sayang, nggak apa-apa kan hari ini kamu pergi nya diantar sama pak Beni, soalnya hari ini aku mau ketemu klien" Ucap Rian sambil merapikan berkas yang akan di tanda tangani jika kesepakatan terjalin.


"Nggak apa-apa mas, semoga hari ini sukses ya"Diani menyemangati Rian dan kemudian mencium punggung tangan nya.


Rian sekali lagi mengecup kening Diani" Aku berangkat ya sayang, kabarin aku kalau kamu selesai nanti aku suruh Hendri jemput kamu, kita makan siang bareng".


"Ia mas, nanti aku kabari kamu, hati-hati ya" kata Diani sambil menyerahkan bekal sarapan yang sudah disiapkan siti kepada Rian , karena Rian tidak sempat sarapan dirumah.


"Ia sayang"Rian pun kemudian berjalan meninggalkan Diani dan bertemu dengan Icha diruang tamu.


"Anak ayah nanti perginya sama bunda aja ya, ayah nggak bisa ikut anter, soalnya ayah ada urusan penting"Rian membelai rambut Icha dan mencium keningnya.


"Ia ayah, nggak apa-apa" Ucap Icha dengan senyum manisnya. Rianpun tersenyum " kalau begitu ayah berangkat dulu ya, Assalamualaikum" Ucapnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam " Icha mencium punggung tangan Rian dan membelai pipi nya seraya melambaikan tangan. Icha pun membalas lambaian tangan Rian" Hati-hati ya ayah" Teriaknya saat Rian memasuki mobil yang dikendarai oleh Hendri asistennya.


__ADS_2