
Arqian makan dengan lahap, karena untuk mengembalikan tenaga yang tadi pagi sudah terkuras habis
mas, pelan pelan, bisik maudy
aku lemes sekali gara gara kamu, balas àqian dengàn tatapan ģenit
maudy melirik ke sekeliling, untung saja naabila, DIQAH dan yunita tengah sibuk makan sehingga tidak memperhatikan ulah arqian barusan
sudah kamu hubungi kenan , mas, tanya maudy dengan gerakan mulut saja
arqian juga mengangguk. tidak enak jika nanti akan merusak suasana sarapan mereka
selesai makan maudy berniat membersikan' tetapi nabila dan yunita langsung mencegah
kak, biar kami saja, di sini kami sudah menumpang tapi malah merepotkan' sela yunita
iya, kak maudy tengah hamil jadi istirahat saja' timpal nabila
maudy hanya tersenyum, memberikan mereka ke sempatan untuk menghilang kan sedikit rasa sungkan, karena saat diri nya di rumah mertua juga begitu' merasa tidak enak jika tak melakukan apa apa walau pun umi nya melarang dan hanya menyuruh dia duduk manis
kita ke ruang santai yuk, ajak arqian
iya, jawab DIQAH dan maudy patuh
tak lama kemudian nabila dan yunita juga ikut bergabung
nabila, ada hal penting yang mau kakak bicara kan, kakak tahu ini pahit bagi mu, tapi kamu mau mennguat kan hati dan menyelesai kan semua masalah ini dengan cara yang baik, ucap arqian perlahan
nabila langsung tegang, menyorot kan mata kecemasan, apa lagi saat bel pintu berbunyi, dan muncul sosok kenan
nabila gemetar, dia sangat takut dan tidak sanggup menatap wajah kenan
ngapain kamu ke sini, bentak DIQAH esmosi
DIQAH, jangan memakai amarah, ayo kita bicara kan dengan kepala dingin, apa pun yang terjadi jangan ada lagi perkelahian, sela arqian
kenan berjongkok di depan nabila, dengan pandangan sayu dan penuh sesal
nabila, maaf kan aku, saat itu aku tengah mabuk dan hilang kendali, maaf kan aku, aku memang lelaki brengsek, kamu boleh membenci ku, tapi izin kan aku untuk menikahi mu,aku ingin bertanggung jawab, dan aku... mencintai mu, pinta kenan dengan suara parau
__ADS_1
nabila bergelayut dan menyembunyikan wajah nya ke pundak yunita, rasa trauma itu tidak bisa dia hilang kan dengan muda, apa lagi rasa sakit, saat kenan menjebol keperawanan nya
jangan paksa nabila lagi, lelaki seperti kamu pantas nya masuk penjara se umur hidup, dan apa pun yang terjadi pada nabila, aku bisa menerima dia apa ada nya, dan aku juga mau menikahi nya, bentak DIQAH tidak terima
kenan langsung esmosi mendengar jika DIQAH ingin menikàhi nabila, tetapi arqian segera menyentuh bahu sahabat nya agar bisa bersabar
kenan, kamu duduk lah dulu, dan DIQAH, kamu tenang lah, mari kita dengar keputusan dari nabolila
saja, ucap arqian mencoba menengahi
setelah kenan bangun, maudy langsung beranjak mendekati nabila.dan duduk di samping nya
nabila, coba kamu dengar kan kata hati mu l
langkah apa yang akan kamu ambil, tapi sebelum itu kakak minta maaf, kakak harus bicara terus terang,kalau seandai nya nanti kamu hamil bagaimana, mungkin DIQAH mau menerima kamu apa ada nya, tetapi kasihan anak kamu kelak, akan sangat rumit sekali, terlepas dari itu semua, siapa orang yang kamu cintai, tanya maudy
semua ikut tegang, apa lagi nabilayang kini di hadap kan dengan dua pilihan yang begitu sulit
kamu pejam kan mata mu, pertimbang kan semua nya demi kebaikan masa depan, jangan hanya menuruti esmosi sesaat, kesampingkan dulu amaramu, bujuk maudy
nabila melakukan apa yang di saran kan maudy barusan, jika memikir kan tentang siapa yang dia cintai, nabila sendiri tidak jelas akan perasaan nya, DIQAH adalah lelaki baik, selalu mendukung dia untuk belajar ilmu agama, tetapi andaikan dia memilih DIQAH, hubungan mereka tidak akan semulus itu, karena DIQAH adalah seorang gus, yang kelak akan menjadi kyai, dan yang menjadi ibu nyai masa depan sudah di tentukan yaitu naswa oleh para sesepuh, andai kan nabila tidak mengalami kejadian buruk dia juga akan sulit untuk menikahi DIQAH yang bukan keturunan sembarangan, apa lagi kini diri nya penuh dosa
jika kenan, dulu memang pernah ada rasa kagum, tetapi... hati nya tidak semudah itu untuk memberikan maaf, nabila sungguh di lemah
DIQAH, maaf kan aku jika selama ini kamu aku anggap sebagai sahabat terbaik ku, tidak lebih, terima kasih karena kamu sudah memberikan aku semangat untuk belajar ilmu agama dan menjadi perempuan yang lebih baik, aku selalu mendoa kan semoga kamu hidup bahagaia, dengan jodoh yang sudah orang tua mu persiap kan, naswa perempuan sempurna yang pantas bersanding dengan mu, dan aku, jangan khawatir, aku baik baik saja, setelah ini kamu dan yunita pulang duluan, aku ada urusan yang harus aku selesai kan, ucap nabila
nabila....
DIQAH tidak bisa menerimma keputusan nabila, tetapi yunita langsung memberikan tatapan agar DIQAH mengalah dan menghargai pilihan nabila
nabia.. apa kah kamu yakin jika kelak orang yang sudah mencelakai mu bisa menjadi imam yang baik untuk mu, tanya DIQAH memastikan
nabila terdiam, dan diam nya itu sudah menjadi jawaban jika nabila tidak akan memilih DIQAH,
baik lah, kalau begitu aku akan pamit pulang sekarang, yunita, ayo ikut aku, assalamuaikum. ucap DIQAH kecewa
nabila, annti kalau nenek bertanya akan aku jawab apa, tanya yunita
jawab saja aku masih mengurus surat, dan mungkin aku akan kuliah di sini karena lebih bagus, yunita, terima kasih banyak ya, aku sangat senang memiliki sepupu seperti mu, dan .. jangan bercerita apa pun tentang ini, pinta nabila
__ADS_1
yunita memeluk sambil.mengis, kemudian berpamitan pada tuan rumah untuk pulang
setelah DIQAH dan yunita pergi, kenan tersenyum senang
nabila, be4arti kamu mau menikah dengan ku kan, tanya kenan hati hati
tidak,aku menolak DIQAH bukan berarti aku memaaf kan mu atau menikah dengan mu, kau jahat , kak kenan, aku tidak mau menikah dengan mu, teriak nabila penuh amarah
maudy langsung memeluk nabila, ikut mersakan kepahitan yang di alami nya, karena bagi seorang perempuan, mahkota adalah lambang harga diri
kamu sudah merusak masa depan ku, aku baru saja bisa berdiri tegak di hadapan orang lain dan sekarang kamu meruntuh kan harga diri ku, aku bahkan sangat malu untuk melihat wajah ku sendiri, aku malu melihat semua orang, tangis nabila
kenan merasa teriris hati nya, tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan, melihat nabila mengis pilu rasa nya seluru tubuh nya bagai di sayat pisau yang tajam
baik lah, aku paham, karena kamu tidak mau memaaf akn aku, maka aku akan menyerahkan diri ku sendiri ke kantor polisi dan akan mendapat kan balasan atas dosa ku, tetapi satu hal yang aku minta, jika kamu nanti nya hamil aku mohon kelak agar dia tahu jika aku adalah ayah nya, untuk kehidupan kalian aku akan menyerah kan semua saham ku, jadi kupastikan kalian akan hidup terjamin, ucap kenan serius
arqian menatap ke atas, air mata nya mengalir deras dengan nasib sahabat nya, begitu juga dengan maudy, sebagai perempuan yangbtengah hamil tidak bisa membayangkan bagai mana nanti nya melahir kan dan membesar kan anak tampa suami
nabila, kakak mohon pada mu simpan baik baik rasa benci mu, tetapi bagai mana dengan anak kamu nanti, apa kah kamu sanggup melahir kan nya tampa sosok ayah, nabila, ini juga demi nama baik mu ke depan nya, kakak saran kan agar kamu menikah saja dengan kenan, dia lelaki yang baik dan bisa bertangung jawab, kamu akan bahagia bila hidup bersama nya, dan kenan juga sudah berubah mendalami ilmu agama, kalian bisa bertaubat ber sama mencari ilmu untuk mengapai ampunan dan ridho allah, nabila, anggap saja ini sebagai ujian hidupkarena allah ingin mengangkat derajat kamu, nabila, pikir akn baik baik, bujuk maudy sambil menghapus air mata nya sendiri
ucapan maudy begitu mengena, untuk menjadi orang yang baik memang memiliki banyak ujian, nabila menatap kenan, dalam hati nya memang sejak lama sudah bersemayam rasa yang sulit di ungkapkan, tetapi... kini juga terselip benci yang meledak ledak, apakah pernikahan bisa menjadi jalan terbaik, apa kah mereka bisa hidup harmonis seperti maudy dan arqian
aku... aku takut menikah, aku malah berpikir untuk selama nya tidak akan menikah, biar lah aku hidup sendiri, bagi ku... menikah seperti sebuah petaka, ucap nabila
kenapa kamu bicara begitu, itu tidak baik,menikah adalah sunnah rasulullah, percaya kamu akan hidup bahagia, saling menyemangati beribadah dan ber amal baik, bujuk maudy
tapi...
kenan tahu, nabila pasti trauma melakukan hubungan intim, karean waktu itu dia memang sangat beringas
nabila, aku tahu apa ke khawatiran mu, jika memang kamu mau menikah dengan ku, aku akan berusaha memberikan kehidupan yang terbaik untuk mu, kamu bebas mau kuliah' dan kamu aku bebas kan dari tugas se orang istri, aku tidak akan menuntut apa apa, asal kan kamu mau bersama ku, asal kan aku setiap hari masih melihat bayangan mu aku sudah bahagia, aku mohon, menikah lah dengan ku, akan aku buktikan betapa tulus nya cintaku pada mu, bujuk kenan penuh harap
nabila, terimah lah kenan, aku bisa menjamin dia lelaki baik yang bertanggung jawab, aku sudah mengenal kenan sejak lama,jadiaku berani menjamin, timpal arqian
nabila, bukan kan itu lebih baik, kamu menikah dengan kenan dan hidup kamu juga masih bebas mau kuliah atau mengejar cita cita mu, kenan tidak akan menuntut apa apa, coba beri dia kesempatan, siapa tahu secara perlahan hati kamu akan terbuka, dulu aku juga sudah ber kali kali ingin menyerah jadi istri nya mas arqian, tetapi semakin berjalan nya waktu rasa kesal ku pada nya hilang karena memang pada dasar nya manusia di ciptakan berpasangan untuk saling melengkapi dan mengisih kekurangan masing masing, sela maudy
baik lah, aku harap kamu bisa menepati janji mu, tapi ini adalah ke sempatan pertama dan terakhir, jika kak kenan berani menyentuh aku dengan paksa, maka sejak itu pula sudah hilang kepercyaan aku, jawab nabila
alhamdulillah, ucap maudy dan arqian ikut bahagia
__ADS_1
kenan tersenyum dalam tangis nya, dalam hati nya juga bersumpah akan memperlakukan nabila dengan baik...