
"Sebentar ya mas aku buka pintu dulu"Diani berjalan ke arah pintu setelah mendapat anggukan dari Rian.
"Waalaikumsalam"Jawab Diani setelah membuka pintu."Masuk bu" Diani mempersilahkan bu tejo masuk.
"Lho bu tejo" Ucap Rian bingung mendapati bu tejo masuk bersama Diani.
"Ini mas, maaf aku belum kasi tau kamu,aku menyuruh bu tejo buat bantu-bantu aku ngurus rumah, nggak apa-apa kan"
"Oh nggak apa-apa sayang, malah bagus kan kamu nggak terlalu capek"Kata Rian sambil mengusap lembut kepala Diani. Diani tersenyum menanggapi perkataan Rian.
"Bu tejo sudah sarapan"Tanya Rian.
"Sudah pak" Jawab bu tejo sopan.
"Ya sudah kalau begitu aku berangkat ya sayang"
"Ya mas, kamu hati-hati ya"Diani mengambil tangan Rian dan menciumnya.Rian mengangguk dan mencium kening Diani.
"Oh ia mas nanti kalau kamu ada waktu ke cafe flowers ia,aku mau kenalin kamu sama sahabat aku"
"Siapa sayang"Tanya Rian penasaran.
"Ada nanti aja kamu tau nya"Jawab Diani tersenyum.
"Ya sudah nanti saat makan siang, aku kesana ya"Kata Rian kemudian melangkah keluar rumah.
__ADS_1
Diani mengangguk dan mengikuti langkah Rian. Sesampainya di pintu Diani melambaikan tangan nya saat mobil berlalu pergi meninggalkan halaman rumah yang asri itu.
***
Di cafe flowers Diani dan Lena sedang duduk di sofa kantor Lena.
"Oh ia Len,aku mau kenalin kamu sama suamiku"Kata Diani.
"Kapan kamu mau kenalin aku sama orang yang udah buat kamu kelepek-kelepek itu"Lena menggoda Diani dan berhasil membuatnya merona."Aduh,tu muka kondisiin dong,kayak kepiting rebus tau nggak"Ejek Lena.
"Kamu apa-apaan sih,aku kan jadi malu"Ucap Diani menunduk.
"Cie-cie,Kalau liat kamu kayak gini aku jadi penasaran malam pertama kamu gimana,Apa kamu pingsan Di"Goda Lena lagi sambil terkekeh, Diani semakin merona karena Lena menghodanya.
"Udah ah,makanya kamu cari pasangan dong, biar tau rasabya gimana"Ucap Diani.
"Aduh,Emang kamu mau di madu,aku sih ogah Dii"Diani merasa aneh karena perkataan Lena.
"Ya mau gimana lagi Dii,Namanya juga cinta"Lena menegaskan pada Diani.
Sementara di area cafe Rian sudah duduk di meja dekat jendela. Ia mengabari Diani kalau dia sudaj sampai di cafe flowers.
"Yuk Len kita turun mas Rian sudah di cafe"Ajak Diani.
"Ya udah yuk"Balas Lena sambil menggandeng tangan Diani.
__ADS_1
"Kamu duluan aja ia,aku pinjam toilet sebentar ya,kebelet"Ujar Diani sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Lena pun turun ke bawah"Kira-kira yang mana ya suami Diani"Gumam Lena dalam hati,sambil celingak-celinguk."Loh itu kan Rian,aku samperin dulu ah"Ucap Lena sambil berjalan ke meja Rian.
"Hai"Sapa Lena sambil duduk di depan Rian.
"Hai,tumben kamu ke cafe"Rian tersenyum melihat Lena.
Sementara dari kejauhan Diani melihat Lena dan Rian duduk sambil sesekali tertawa dan mereke kelihatan sudah begiti akrab. Diani segera menghampiri suaminya.
"Len"Diani menghampiri Lena yang sedang tertawa bersama Rian.
"Eh Di, Udah selesai, Kenalin ini Rian, Rian ini Diani sahabatku"Ucap Lena percaya diri memperkenalkan Rian kepada Diani.
"Rian ini orang yang aku ceritain tadi Dii"Bisik Lena.
Degg.
"Ternyata orang yang Lena maksud itu mas Rian"Kata Diani dalam hati sambil termenung menatap Rian.
"Len, Diani ini ....." Ucapan Rian terpotong karena Lena menyela.
"Udah-udah, sambil menunggu suaminya Diani kita pesan makan aja dulu, nggak apa-apa kan Dii, Yan"
"Ia nggak apa-apa kok"Ucap Diani sambil menunduk. Hatinya begitu sakit saat mengetahui kenyataan bahwa orang yang di cintai sahabatnya adalah "RIAN SYAHREZA" suaminya sendiri.
__ADS_1
Apa lagi saat melihat Rian yang hanya diam tanpa ada keinginan untuk menjelaskan apapun kepada Lena. Saat itu juga Diani ingin berlari meninggalkan Rian yang seakan orang asing didepannya.
TBC