Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 29


__ADS_3

Diani yang melihat pemandangan di depannya tidak bisa menyembunyikan rasa harunya "Ya Allah seandainya Icha adalah anak kami, betapa bersyukur dan bahagianya kami, tapi meskipun Icha bukan anak kandung ku, aku sangat-sangat bersyukur karena engkau telah mempertemukan kami"Ucap Diani dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca.


Icha yang melihat Diani melamun sambil memandanginya pun mendekati Diani "Bunda kenapa kok sedih" Icha memegang tangan Diani dan itu membuat Diani tersadar.


"Bunda nggak apa-apa kok nak, kamu sudah siap berangkat"Tanya Diani pada Icha.


"Sudah bunda, oh ia, bunda sedih karena belum ada dede bayi ya"Icha tiba-tiba bertanya seakan tau apa yang dipikirkan oleh Diani.


Diani terkejut dan menggelengkan kepalanya" tidak sayang bunda tidak memikirkan itu kok, bunda hanya sesih di tinggal ayah" Diani berkilah dan menirukan suara anak kecil agar Icha tidak membahas tentang itu lagi.


"Lho, ayah kan pergi sebentar bunda, lagian kan sekarang ada Icha yang nemenin bunda kalau ayah pergi kerja"Ucap icha dengan polosnya.


"Oh ia bunda lupa sekarang bunda punya pricess yang cantik"Diani membelai kepala Icha yang berbalut dengan hijab.


Tiba-tiba Icha membelai perut Diani dan berkata"Semoga tidak lama lagi dede bayi ada dalam perut bunda, Amiin" Katanya sambil mendongak dan memperlihatkan giginya yang ompong.


Diani yang melihat itu merasa terharu, ternyata dia tidak bisa membohongi Icha, meskipun usianya masih sangat kecil tapi ternyata dia sudah mengerti.

__ADS_1


Diani terdiam menatap manik mata coklat Icha kemudian Diani memeluk Icha sangat erat " Terima kasih sayang, kamu telah mendoakan bunda, semoga doa kamu di ijabah ya nak, amiin" Ucapnya sambil mencium pipi gembul Icha.


Diani tidak bisa menyembunyikan air matanya, Icha yang melihat ibu angkatnya menangis segera menghapus air mata yang jatuh ke pipi Diani.


"Bunda kalau nangis jelek" Katanya sambil nyengir.


Diani yang melihat senyum tulus Icha pun ikut tersenyum "Nah begitu dong, baru bunda Icha yang cantik"Katanya lagi sambil mencium pipi Diani.


"Ia sayang terima kasih ya nak, Ayo kita berangkat nanti kesiangan"Diani menggandeng tangan Icha keluar rumah dan dihalaman nenek Ijah sedang menyiram bunga.


Icha dan Diani menghampiri nenek Ijah untuk berpamitan " Nek aku berangkat ya sama bunda" Pamit Icha kemudian mencium punggung tangan nenek nya.


Diani dan Rian mengganti panggilannya pada nenek ijah setelah Icha diadopsi oleh nya.


"Ia Ndok, Ibu cuman bantu-bantu sedikit biar ada kegiatan, sambilan olah raga"kata Nenek Ijah.


"Ya sudah kami berangkat dulu ya Bu, Assalamualikum" Ucap Diani dan Icha.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Hati-hati ya Nduk,Icha" Jawab nenek Ijah sambil tersenyum , Diani dan Icha pun pergi ke arah mobil yang sudah menunggu. Sementara nenek ijah melanjutkan kegiatan menyiram bunganya.


***


Sesampainya di kantor Rian segera turun dengan gaya yang sangat berwibawa dan elegan. Siapa yang tidak tertarik dengan hanya melihat dia berjalan saja.


Rian tidak memperdulikan tatapan karyawan perempuannya dia hanya sesekali mengangguk ketika ada karyawan yang menyapanya.


"Uhh, Pak Rian benar-benar tampan, aku sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan ini"Ucap salah satu karyawan wanita di bagian resepsionist.


"Ia, siapa yang tidak akan tergila-gila dengan ketampanannya, sudah tampan, kaya pula" Timpal teman yang disebelahnya.


"Husst, kalian mau bekerja atau bergosip" karyawan laki-laki yang mendengar rekan nya segera memperingatinya.


TBC


Bagaimana menurut kalian kalau kita adakan wanita penggoda.

__ADS_1


di tunggu komennya.


__ADS_2