
"Mas, mas nggak mau masuk ini sudah sore loh, mas juga belu sholat ashar" Diani sedikit berteriak memanggil Rian.
Rian menoleh dan beranjak dari duduknya lalu terseyum menatap istrinya, Saat sudah dekat " Cuuupp" Rian mencium sekilas kening istrinya, dan itu berhasil membuat Diani merona dan senyum-senyum sendiri.Sambil memegang pipinya Diani heran dengan kelakuan suaminya hari ini.
"Kenapa Mas Rian tiba-tiba bersikap aneh ya, tadi pagi marah-marah, dan sekarang bersikap sangat manis, Ahh mungkin Mas Rian merasa menyesal karena sudah marah tadi pagi atau jangan-jangan Mas Rian....." Gumam Diani sambil berjalan menuju pantri dapur untuk memasak makan malam.
"Astagfirullah, Kenapa aku jadi Suudzon gini sih sama suami sendiri" Ucap diani sambil membuka kulkas dan mengambil ikan gurame serta sayur kangkung untuk demasak tumis.
Setelah beberapa lama berkutat di dapur akhirnya masakan yang dimasak Diani sudah tersaji di meja makan, ada Gurame goreng sambal ijo dan tumis kangkung tidak lupa juga potongan buah segar sebagai pencuci mulut.
Tumis kangkung
__ADS_1
Potongan buah
Setelah selesai menata masakannya Diani kemudian menaiki tangga dan membuka pintu kamar, Rian menoleh sebentar lalu melanjutkan bacaan Alqur'an nya.
Diani bergegas masuk ke kamar mandi dan mengguyur badannya dengan air, seketika rasa capek yang terasa hilang begitu saja."Ahhh, segar sekali " Diani berucap sambil mengambil sabun. Setelah dirasa cukup Diani keluar dari kamar mandi dan bergegas mengganti pakaiannya tidak lupa juga make up tipis menghiasi wajah cantiknya,
Rian duduk bersandar di kursi sambil membaca buku tentang bisnis, Diani duduk di dekat suaminya dan mengambil novel yang belum selesai dibacanya, membolak balikkan halaman demi halaman.
Tiba-tiba Rian menjatuhkan kepalanya di pangkuan Diani. "Kenapa Mas, apa ada masalah"Diani bertanya sambil mengelus kepala Rian, karena biasanya kalau ada masalah Rian akan tidur dipangkuan Diani dan bercerita apa yang sedang di rasakannya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin saja, karena sudah lama sekali rasanya aku tidak tidur dipangkuanmu"Ujar Rian sambil tersenyum menatap Diani. Dianipun membalas senyuman Rian dan kembali melanjutkan membaca novelnya.
Saat Diani melihat Rian ternyata Rian sudah terlelap, Diani menaruh novel yang dipegangnya kemudian mengelus pipi Rian dengan sayang."Semoga kamu selalu bersikap manis seperti ini mas" Gumam Diani.
Ya memang kalau lagi tidak ada masalah Rian akan bersikap romantis tapi kalau ada yang membuatnya tersinggung atau marah dia akan melampiaskannya ke siapa saja, bahkan Diani sering sekali menjadi pelampiasan kekesalannya.
Sambil menunggu Rian bangun Diani mengambil gadget Rian yang kebetulan diletakkan di atas meja kecil. Diani memang sering melihat hp suaminya dan Rian pun tidak mempermasalahkannya.
Saat membuka What*** Diani terkejut melihat isi chat suaminya dengan nomer yang tidak dikenal. Namun setelah beberapa menit membaca isi chat itu Diani tau nama si pengirim, "LENA" ya Lena "Apakah dia Lena sahabatku, Ah tapi mungkin rekan kerja Mas Rian, yang namanya Lena kan banyak" Diani bengong sambil terus menatap hp yang di pegangnya dan tidak menyadari kalau Rian bangun.
Rian yang melihat Diani memegang hpnya segera bangkit dan menyambar hpnya, Diani terkejut namun segera tersenyum. "Kamu lihat apa dek" Rian bertanya dengan sorot mata yang tajam."Nggak ada mas, Aku cuman lihat foto aja"Jawab Riani santai tapi hatinya merasakan sakit yang teramat sangat.
"Mulai sekarang kamu tidak boleh menyentuh Hp ku tanpa seijin dariku" Rian berkata sambil bangun dari duduknya dan berjalan masuk ke kamar tanpa ingin mendengar bantahan dari Diani. Diani heran karena biasanya ia bebas memegang hp milik Rian.
__ADS_1
"Apa yang kamu sembunyikan dari ku mas" Ujar Diani sambil memegang dadanya yang terasa sakit, karena untuk pertama kalinya Rian melarang untuk memegang handphonenya.