Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 26


__ADS_3

Lena memasuki mobilnya dan berkendara dengan kecepatan sedang menuju klub malam yang biasa dia kunjungi jika pikirannya sedang kacau.


Sesampainya di depan pintu masuk bar Lena disambut oleh Martin, dia adalah teman masa kecil Lena sekaligus pemilik bar yang di kunjungi oleh Lena.


"Hai Girl" Sapa Martin begitu Lena sampai di dekatnya dia menyambut Lena dengan sebuah ciuman di pipi, karena dia sudah menganggap Lena adiknya sendiri, Lena pun hanya tersenyum tipis.


"Ada apa Girl"Martin bertanya begitu ia dan Lena duduk di sofa salah satu Bar, ia heran melihat mimik muka Lena yang seperti orang depresi.


"Martin, Aku tidak mau membahas itu dulu" Lena enggan bercerita dan hanya menyandarkan kepalanya di sofa kemudian memejamkan matanya. Karena suasana di dalam kafe remang Matin tal menyadari kalau Lena menangis.


"O.k baiklah, apa kamu mau pesan minum yang biasa" Martin menawarkan minuman beralkohol yang biasa di pesan oleh Lena.


Lena hanya menganggukkan kepalanya dan Martin memanggil seorang pelayan yang segera menghampirinya"Katakan pada Tedi, Lena dan martin memesan minuman yang biasa" Martin berbicara dengan agak berteriak karena suara musik DJ yang keras.

__ADS_1


"Malam ini lebih banyak tin"Lena berbicara di dekat telinga Martin.


"Katakan pada Tedi malam ini Lebih banyak "Ucap Martin kepada pelayan wanita yang berdiri didekatnya.


"Baik tuan" Ucap pelayan wanita dan segera meninggalakan Martin menuju meja bartender.


"Ted, Tuan Martin memesan minuman biasa untuk Lena" Pelayan wanita itu menyampaikan pesan Bosnya ke Tedi si Bar tender.


Tedi hanya mengacungkan jempolnya, ia segera meracik minuman yang biasa di pesan oleh Lena dan sedikit lebih banyak sesuai pesanan Lena.


"Aku hanya ingin bersenang-senang tin, aku sudah lama tidak minum jadi malam ini aku mau sedikit lebih banyak"Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Baiklah-baiklah"Martin memilih mengalah, karena sifat Lena memang keras kepala.

__ADS_1


Saat mereka asyik berbincang Tedi datang membawa beberapa jenis minuman yang berbeda dan meletakkan di atas meja.


"Hai Baby"Sapa Tedi kepada Lena, karena dia juga teman masa kecil Lena lebih tepatnya tetangga Lena dulu saat masih di kota A.


"Hai Ted"Ucap Lena acuh tak acuh dan itu membuat tedi heran karena tidak biasanya Lena bersikap seperti itu.


"Martin ada apa dengan sahabat kita yang satu ini, tidak biasanya dia bersikap dingin begini"Tedi bertanya pada Martin dan ia hanya menjawab dengan bahu yang diangkat.


Lena tidak peduli dengan para lelaki yang berada di dekatnya saat itu, karena dia hanya memikirkan satu orang siapa lagi kalau bukan REZA , lebih tepatnya RIAN SYAHREZA WIJAYA cinta pertama yang pernah menolaknya.


Lena terus saja menenggak minuman yang ada di depannya sampai habis tak bersisa" Martin aku mau lagi"Ucap nya serak karena sudah sedikit mabuk.


"Sudah cukup Girl, Kamu sudah mabuk"Martin yidak mengizinkan Lena minum lagi karena sudah mabuk.

__ADS_1


"Ayolah Martin, aku mau melupakan dia malam ini saja"Ucap Lena tanpa sadar.


"Dia siapa Girl, Oh ayolah Len, apa karna cinta kamu seperti ini, Ini bukan kamu yang seperti aku kenal sayang"Martin sekarang mulai mengerti apa yang jadi permasalahan sahabat masa kecilnya ini.


__ADS_2