Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 19


__ADS_3

Di dalam mobil Diani hanya diam dan hanya memandang ke jalanan , Rian yang melihat Diani diam pun bertanya" Kamu kenapa sayang" Kata Rian sambil fokus menyetir.


"Eh nggak apa-apa kok mas"Jawab Diani singkat.


"Nggak biasanya kamu diam kayak gini"Rian mengelus kepala Diani lembut.


"Emm, mas aku mau tanya sesuatu boleh nggak"Diani berkata ragu-ragu.


"Tanya saja sayang, kenapa minta izin segala"Jawab Rian menggenggam tangan Diani dan mengecupnya.


"Kalau seandainya ada orang yang mau memisahkan kita, apa kamu akan meninggalkan aku mas"Diani menunduk takut kalau pertanyaannya membuat Rian kesal.


"Kamu ngomong apa sih sayang, jangan berpikiran yang aneh-aneh deh" Rian terkejut mendengar pertanyaan Diani.


"Jawab aja mas"Kata Diani lagi.


Rian menghentikan mobil di sebuah taman dan mengajak Diani untuk turun"Lho, kok kita berhenti disini sih mas"Ujar Diani yang heran karena diajak masuk ke dalam taman.


"Udah kamu ikut aja"Rian membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Diani menyambut uluran tangan suaminya dan disebuah bangku taman dia mengajak Diani untuk duduk.


"Sebentar ya dek, aku mau beli minum dulu" Rian berlalu ke arah supermarket di dekat taman detelah mendapat anggukan dari Diani.


Tiba-tiba muncul ide setelah dia melihat seorang anak kecil penjual bunga duduk di bawah pohon rindang, Rian mendatangi anak tersebut" Hai anak manis"Rian menyapa dengan tersenyum.


"Hai om" Ujarnya singkat namun dengan senyuman polos khas anak kecil.


"Nama kamu siapa" Rian bertanya sambil mengelus kepala anak kecil yang tertutup hijab.


"Namaku Icha om"Jawab anak kecil itu sambil menatap tas plastik yang di bawa Rian. Rian menatap ke arah pandangan Icha.


"Bantuin apa om" Ucap Icha sambil menerima dan membuka bungkus ice creamnya.


"Icha lihat kan tante yang duduk disana"Kata Rian menunjuk Diani yang sedang asyik memainkan Hpnya.


"Yang pakai hijab om"Tanya Icha memastikan arah yang di tuju oleh Rian.


"Ia betul banget Cantik"Kata Rian lagi setelah Icha dengan tepat menunjuk Diani.

__ADS_1


"Bantuin apa om kalau boleh Icha tau"Icha berkata dengan polosnya.


"Gini tante itu kan lagi marah, jadi nanti Icha kesana terus kasih Bunga yang kamu bawa ini" Ujar Rian menjelaskan apa yang harus di lakukakan oleh Icha.


"Lho kok tante cantik marah sama om, Om nakal ya" Tanya Icha dengan polosnya.


"Ia sayang tadi om nakal, makanya om suruh Bunga buat hibur tante itu"Kata Rian berpura- pura sedih sambil mengambil kartu tulisan yang juga di jual oleh Icha.


"Ok Om Icha bantu deh" Ucap Icha sambil tersenyum manis ke arah Rian.


"Terima kasih anak baik" Kata Rian sambil menuliskan kata-kata pada kartu yang tadi diambilnya.


"Ini nanti kamu selipkan di Bunganya yang akan kamu kasi ya" kata Rian sambil menyerahkan kartu yang sudah bertuliskan "Aku akan selalu mencintaimu hari ini, esok dan selamanya"


"Om pilih Bunga yang mana, biar nanti aku kasi ke tante cantik" Ujar Icha karena Rian belum memilih bunga yang akan di belinya.


Rian mengambil bunga mawar putih yang bercampur dengan bunga mawar merah serta bunga-bunga yang lain kemudian menyerahkan ke Icha " Yang ini aja"


"Baik om, aku kesana dulu ya"Icha berlari meninggalkan Rian ke arah Diani.

__ADS_1


__ADS_2