
"Sini-sini sama ayah" Ucap Rian sambil memeluk Icha erat.
Setelah Icha cukup tenang Ia pun mulai bercerita "Icha kangen sama mama papa Bun" Ucap Icha dengan masih sesenggukan.
Diani yang mendengar pun ikut meneteskan air mata karena ia tak pernah bayangkan anak sekecil Icha telah kehilangan kedua orang tua nya.
"Icah tau nggak tempat mama dan papa di makam kan" Tanya Diani dan Icha menjawab dengan gelengan kepala.
"Mungkin Nenek tau Bun" Ucap Icha sambil menatap ke Diani dengan mata yang sembab.
"Ya udah nanti kita tanya Nenek ya sayang, sekarang kita makan siang dulu yuk" Ajak Rian sambil menggendong Icha.
"Anak ayah berat juga nih" Ucap Rian sambil mencubit pipi Icha yang mulai kelihatan gembul. Icha pun tertawa dan minta diturun kan, rian pun menurunkan Icha setelah sampai di meja makan.
" Bu, kita makan yuk" Ajak Diani saat melihat Nenek Ijah sedang menonton televisi.
Setelah selesai makan Rian pun mengajak keluarga nya ke ruang santai.
"Bu, apakah ibu masih ingat makam kedua orang tua nya Icha" Tanya Diani hati-hati takut membuat Nenek Ijah sedih.
Nenek ijah terdiam sebentar dan berkata " Masih Nak, Ibu masih ingat" Jawab Nenek Ijah dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Begini Bu, Diani minta maaf sebelum nya, tadi Icha nangis kata nya kangen sama mama papa nya, maka nya kita berencana mau ajak Icha ke makam mama sama papa nya" Ujar Diani memberitahukan Nenek Ijah rencana mereka.
Nenek ijah yang mendengar penuturan Diani pun merasa sedih campur terharu dengan kebaikan Diani dan Rian.
"Terimakasih Nak Rian dan Diani sudah sudi menyayangi Icha" Ucap nenek Ijah sambil mengusap air mata nya.
Diani memeluk Nenek Ijah agar lebih tenang dan berkata " kalau begitu kita besok pagi berangkat ke makam mama sama papa nya Icha ya Bu" Ucap Diani.
" Ia Nak, terima kasih sekali lagi" Ujar Nenek Ijah bahagia.
"Sama-sama Bu" Ucap Diani.
Thring
"Di, aku mau ketemu, ada yang mau aku omongin" Ucap Si pengitim peaan yang ternyata Lena.
Diani pun terdiam karena setelah 1 minggu kejadian Diani dan Lena tidak pernah bertemu.
"Kenapa Bun, dari siapa" Tanya Rian yang penasaran karena Diani hanya terdiam memandangi layar ponsel nya.
"Dari Lena Mas" Ucap Diani singkat.
__ADS_1
"Oh,memang nya dia mau apa" Ujar Rian lagi
"Lena mau ngajakin aku ketemu Mas, boleh nggak" Izin Diani ke Rian.
"Ya, boleh lah bun, tapi ingat kamu harus hati-hati ya, biar pun dia sahabat kamu kita nggak tau hati nya gimana sekarang" Ucap Rian mengingat kan istri nya.
"Ya mas, tenang aja, lagian aku tau kok kalau kamu nggak mungkin ngebiarin aku pergi sendirian" Ujar Diani yang sudah tau kalau ia sering memergoki anak buah suami nya berada di sekitar nya.
"Maksud kamu bun" Ucap Rian pura-pura tidak tahu.
"Udahlah Mas, nggak usah pura-pura begitu, kamu kan sering nyuruh anak buah mu ngikutin aku" Ucap Diani sambil membalas pesan Lena.
"Yah, ketahuan deh" Jawab Rian sambil nyengir.
"Ya iya lah ketahuan orang yang sering kamu suruh kan pak mamat sama pak Badrun" Ucap Diani lagi sambil manyun.
" Bun, Icha boleh ikut nggak, Icha bosen di rumah mau jalan-jalan" Ucap Icha saat mendengar Bundanya akan keluar.
"Boleh sayang, ya udah sekarang Icha bobok siang dulu ya, nanti sore kita jalan-jalan " Ucap Diani menyuruh Icha agar ia tidak ngantuk nanti pas jalan-jalan.
"O.k bun, yuk Nek temanin Icha" Ajak Icha ke Nenek nya dan di balas anggukan kepala oleh nenek Ijah.
__ADS_1
TBC