
Rian melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 06.45 WIB segera membereskan berkas yang masih berantakan di meja kerjanya, setelaj rapi ia segera bergegas keluar kantor menuju parkiran mobilnya.
Di dalam perjalanan dia menghubungi Lena dan mengabarkan kalau dia akan tiba sebentar lagi.
"Aduh gimana ini, aku sangat deg-degan. Bagaimana kalau ternyata benar dugaan ku selama ini" Gumam Lena sambil merapikan rambutnya dan memoles sedikit bibirnya dengan lipstik.
Lena yang mendapat telpon dari Rian segera turun ke bawah dan mencari tempat duduk yang berhadapan langsung dengan taman kota.
Sesampainya Rian di Cafe dia segera masuk dan mencari Lena, Lena yang melihat Rian segera melambaikan tangannya.
"Maaf ya Len, aku telat" Ucap Fian basa-basi
"Nggak apa-apa kok, aku juga baru turun" Kata Lena yang terdeyum manis.
"Oh ia kamu mau makan apa? " Tanya Lena sambil menyerahkan buku menu.
"Aku makan Nasi goreng aja minumnya teh hangat ya, jagan lupa di taruhin madu" Pesan Rian dan dicatat oleh pelayan Cafe.
"Baiklah ditunggu sebentar" Ucap pelayan Cafe yang terseyum ramah. Dan di balas anggukan oleh Rian.
"Oh ia Len tadi kamu mau menanyakan apa, kayaknya penting" Kata Rian sambil menaikkan lengan bajunya.
"Nanti aja selesai kamu makan"Ujar Lena
"Owh o.k" Jawab Rian singkat.
Tidak terlalu lama menunggu pesanan Rian diantar oleh pelayan cafe, setelah semua terhidang di meja Rian segera makan makanannya.
"Loh kamu kok cuman pesan minum aja, nggak makan"? Tanya Rian yang hanya melihat jus jeruk yang terhidang di drpan Lena.
__ADS_1
"Aku sudah makan kok" Jawab Lena sambil tersenyum.
"Oh ya sudah, kalau begitu aku lanjut ya" Kata Rian lagi dsn di balas anggukan kepala oleh Lena.
"Kamu memang nggak pernah berubah Za, Selalu perhatian dan baik meskipun sama orang yang baru kamu temui" Gumam Lena tanpa sadar dan di dengar oleh Rian.
"Reza?"Ucap Rian sambil menghentikan makannya karena mendengar omongan Lena."Siapa Reza Len, apakah teman kamu" Tanya nya penasaran karena hanya Winda teman SD nya yang memanggilnya dengan sebutan REZA.
"Ahh, nggak Yan, aku nggak ngomong apa-apa kok" Ucap Lena.
"Owh mungkin aku yang salah dengar" Ujar Rian dan melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan Rian menanyakan hal yang ingin di tanyakan oleh Lena tadi siang.
"Kamu mau tanya apa Len" Ucap Rian karena melihat Lena yang hanya bengong.
"Maaf Len, aku angkat dulu ia" Kata Rian sambil berlalu meninggalkan Lena yang terlihat agak kesal namun menganggukkan kepalanya.
"Assalamualaikum dek,Ada apa"Tanya Rian
"Waalaikumsalam mas, nanti kalau kamu pulang tolong belikan aku obat nyeri datang bulan ia"Kata Diani di sebrang telpon.
"Ia dek, nanti mas belikan, berarti bulan ini harus coba lagi ya" Ujar Rian menggida Diani.
"Maaf ya mas, aku belum bisa kasi kamu baby"Kata Diani sedih.
"Nggak apa-apa dek, kita kan masih bisa mencoba lagi, urisan anak kita serahkan kepada yang maha pemberi" Ucap Rian menyemangati Diani.
"Makasi ya mas, kamu sudah mau sabar" Ujar Diani berkaca-kaca.
__ADS_1
" Ya sayang, berarti kan Allah masih kasih kita kesempatan berduaan"Kata Rian.
"Hehe, ia mas" kata Diani sambil nyengir mendengar perkataan Rian.
"Nah, gitu dong seyum, biar cantiknya tambah" kata Rian lagi dan berhasil membuat Diani merona.
"Apaan sih mas, ya udah ya, aku mau rebahan dulu, assalamualaikum"Ucap Diani.
"Waalaikumsalam"Balas Rian dan kembali masuk ke cafe.
Setelah sampai di mejanya lagi Rian segera duduk dan berpamitan ke Lena.
"Len maaf ya, Aku harus pulang "Pamit Rian kepada Lena.
"Kok kamu buru-buri sih Yan"Ujar Lena karena belum berhasil menanyakan apa yang menjadi tujuanny bertemu dengan Rian.
"Ia nih Len, Aku ada urusan mendadak"Kata Rian berbohong
"Ya udah deh, kamu hati-hati ya" Kata Lena akhirnya mengalah.
"Ya"Jawab Rian singkat kemudian meniggalkan Lena menuju kasir dan berlalu ke parkiran cafe.
"Hahhhh, gagal deh aku tau, kok Diani nggak mau publish ya foto suaminya"Gumam Lena penasaran.
"Rian aku yakin kamu adalah Reza, orang yang aku cintai yang dulu pernah menolakku, aku yakin suatu saat aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku" Ucap Lena yakin sambil merebahkan tubuhnya dan tersenyum licik.
TBC
Terima kasih
__ADS_1