
Setelah 30 menit mengendarai mobil akhir nya mereka sampai di sebual Mall, Rian dan Lena pun turun dari mobil.
Setelah berkeliling mereka pun akhir nya menemukan stand tempat berjualan aksesoris mulai dari Bros, anting, gelang cincin dan masih banyak lagi yang lain.
"Ayo silahkan dipilih," Ucap Rian.
"Ah, iya," Jawab Lena gugup.
Lena pun akhir nya menemukan gelang yang sangat cantik namun ia bingung untuk memilih salah satu nya.
"Menurut kamu mana yang lebih cantik, gelang yang bermata biru atau putih?" Tanya Lena sambil menunjukkan dua gelang yang telah di pilihnya.
"Kalau menurut aku yang biru lebih cantik," Jawab Rian dan Lena pun akhir nya setuju, ia membeli gelang yang bermata Biru.
Setelah pesanan nya di bungkus Lena pun membayar dan mereka segera meninggalkan Mall menuju sebuah Restoran untuk makan malam karena Lena Memaksa.
"Yan, ayolah sebagai rasa terima kasih ku, aku traktir makan,"Ajak Lena, Rian pun terpaksa mengiyakan.
Mereka berhenti di sebuah Restoran yang sebelum nya sudah di pesan oleh Lena, dan tanpa sepengetahuan Rian, Lena sudah membayar seseorang untuk menaruh obat tidur dan obat per*ngs*ang di dalam minuman yang akan dipesan.
Mereka duduk berhadapan di sebuah meja, dan saat mereka datang disana sudah tersaji berbagai macam makanan dan minuman.
Rian heran melihat semua sudah tersaji dengan rapi, ia merasa ragu namun dengan segera menepis semua nya.
"Ayo, silahkan, aku sengaja sudah pesan duluan karena takut nya kamu sibuk, maaf ya," Ucap Lena dengan ekspresi wajah yang pura-pura terlihat bersalah.
"Iya nggak apa-apa,"Balas Rian tersenyum.
"Aku nggak tau kamu suka yang mana maka nya aku pesan semua," Jelas Lena.
"Nggak masalah aku suka semua makanan nya," Jawab Rian sambil duduk di kursi nya.
"Baiklah, ayo silahkan dimakan," Ujar Lena dengan senyum licik nya.
Rian dan Lena pun menyantap makanan dengan diam, tak ada obrolan sampai mereka selesai makan.
__ADS_1
Setelah 30 menit makan, Rian terlihat sangat mengatuk, Lena pun sangat senang melihat perubahan wajah Rian, ia pun segera menelpon seseorang untuk membantu nya membawa Rian ke dalam mobil nya setelah ia yakin Rian tertidur.
"Akhir nya kamu akan menjadi milikku Rian," Papar Lena dengan senyum licik nya.
Saat orang suruhan nya datang Lena pun segera menyuruh nya memapah Rian ke dalam mobil, setelah sampai di mobil ia pun mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju hotel tempat mereka menginap.
Lena tersenyum dengan bangga nya, karena sebentar lagi ia akan mendapatkan apa yang selama ini di impikan nya, yakni hidup bersama Rian.
Setelah 30 menit mengendarai mobil, Lena pun telah sampai, ia juga telah menghubungi pegawai Hotel yang telah membantu nya kemarin untuk membawa Rian ke dalam kamar nya.
Tak lupa setelah Mereka menyelesaikan tugas nya Lena memberikan uang sebagai imbalan karena telah membantu nya.
"Selamat bersenang-senang Bu Lena," Ucap Jodi tersenyum mengejek.
"Sudah sana, jangan sampai ada orang yang tau tentang kita, dan setelah ini anggap saja kita tidak pernah bertemu, camkan itu," Perintah Lena dan Jodi hanya tersenyum licik Lena pun menutup pintu nya. Rian tampak tertidur sangat pulas, Lena pun akan memulai akting nya pagi nanti.
###
"Kak, bukankah ini kak Rian," Ucap Via mengirim sebuah foto Rian dan Lena via aplikasi hijau yang sedang memilih perhiasan di Mall tadi.
"Tadi aku jalan-jalan sama teman, pas lagi lihat aksesoris aku nggak sengaja liat laki-laki persis seperti kaq Rian, tapi aku kehilangan jejak kak saat ngejar tadi dan cuma bisa foto jarak jauh," Jelas Via.
"Oh, ya sudah dek terima kasih ya kamu sudah kasi tau kakak," Ucap Diani.
"Ia kak sama-sama, BTW kakak kenal nggak wanita berambut sebahu ini," Beber Via mengirim foto perempuan namun ia menghadap ke bawah.
"Itu sahabat Kakak dek, nama nya Lena," Jawab Diani.
"Hati-hati kak, aku curiga sama perempuan ini, maaf ya kak," Lanjut Via. "Kakak nggak apa-apa kan?" Sambung nya lagi, ia sangat khawatir dengan kakak nya.
"Nggak apa-apa dek," Balas Diani dengan emoticon tersenyum.
Setelah Chat nya dengan Via berakhir Diani mencoba menelpon suami nya, namun tak aktif, ia semakin khawatir karena tak biasanya Rian seperti ini.
"Mas, apa yang sedang terjadi, semoga kamu baik-baik saja," Doa Diani untuk suami nya, Ia sangat takut apa yang ada di pikiran nya saat itu terjadi.
__ADS_1
###
Pagi menjelang Lena menuangkan cairan berwarna merah d atas kasur, dan ia segera mengacak rambut nya sambil meneteskan air mata palsu serta membuka seluruh baju nya.
"Ya Allah, kenapa kepala ku sakit sekali," Gumam nya sambil memijat kepalanya. Dan alangkah terkejut nya Rian saat melihat penampilan Lena yang acak-acakan sambil menangis di pojok ruangan.
"Lena, apa yang kamu lakukan di kamarku?" Tanya Rian masih bingung dengan ekspresi marah.
Lena hanya menangis sesenggukan, akting nya sungguh bagus sampai-sampai Rian tak tega lagi bertanya.
Saat akan bangun Rian sangat terkejut ternyata ia hanya menggunakan kolor, sekali lagi ia menatap Lena yang masih terisak di pojok ruangan.
"Jawab aku Lena, Kenapa kamu ada disini, dan kenapa kamu te-tel*nj*ng?" Tanya Rian sekali lagi dengan emosi.
"Seharus nya aku yang marah Yan, Kamu sudah menghancurkan masa depan ku dan asal kamu tau ini kamar ku bukan kamar mu," Jawab lena dengan deraian air mata.
"Ka-kamar mu? Bagaimana bisa, jangan-jangan kamu sudah menjebak ku Lena?" Ucap Rian tak percaya.
Rian pun melihat ke arah seprai, ia pun terkejut karena ada noda merah di sana, "Len, jangan katakan kalau kita sudaahh," Ucap Rian terpotong karena Rian melihat Lena menganggukkan kepala nya.
"Tidak Lena, tidak mungkin, ini semua pasti jebakan kamu kan?" Seru Rian masih menyalahkan Lena.
Lena masih dengan tangis nya, saat Rian hendak mendekat ia pura-pura takut namun Rian tak perduli, Ia menarik tangan Lena untuk berdiri, dan seketika Lena meringis karena sekujur tubuh nya di penuhi lebam.
Rian terpaku melihat tubuh putih Lena penuh dengan luka lebam, "A-apa yang terjadi sebenar nya? kenapa tubuhmu penuh luka?" Tanya Rian.
"Ini karena kamu Yan, kamu memaksaku, dan saat aku ingin keluar kamu memukulku dan menarik rambutku, sampai aku terpelanting ke tembok, dan aku tak ingat apa-apa lagi," Jawab Lena dengan kepala menunduk, ada rasa kasihan menyelinap di hati kecil Rian.
"Ak-aku minta maaf Lena, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi, tapi aku mohon ini adalah rahasia kita berdua," Ujar Rian yang melihat raut wajah Lena.
Lena hanya menggangguk dan memeluk Rian, dan entah mengapa Rian pun membalas pelukan Lena, Rian merasa familiar dengan cara Lena memeluk nya, karena hanya kekasih pertama nya dulu yang memeluk nya dengan cara seperti itu. Yaitu dengan cara saling menautkan tangan sebelah dan tangan satunya melingkar di pinggang.
"Yan, apakah kamu teringat sesuatu dengan cara pelukan seperti ini," Tanya Lena dan membuat Rian tersadar dari lamunan nya.
TBC
__ADS_1