Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 7


__ADS_3

Rian mematikan televisi yang menayangkan acara India, karena merasa bosan ia pergi ke halaman dan duduk di bangku taman kecil milik istrinya.


Sedangkan Diani masuk ke dalam kamar karena merasa ngantuk dan juga bosan. " Mas Rian kok nggak ikut masuk ya" Diani berjalan ke balkon kamar yang kebetulan menghadap halaman dan mendapati suaminya sedang duduk bersandar sambil memainkan hpnya.


"Pantesan nggak ikut masuk ternyata lagi asyik sama hpnya"Serungut Diani sambil menutup kembali pintu balkon dan berbaring. Tidak lama kemudian Diani pun terlelap.


Saat Rian sedang memeriksa Email yang dikirimkan sekretarisnya tiba-tiba hpnya berbunyi.


Triing (pertanda ada chat yang masuk)


No name : Hai yan


Rian : Hai, Ini siapa?


No name : Baru aja ketemu, udah lupa aja sih,,,


Rian tersenyum dan segera membalas


Rian : Kamu Lena,??


No name : Ya Yang, (Dengan membubuhkan emoticon senyum)


Rian : Yang???( balas Rian heran)


No name : Eh maaf aku typo, yan maksud aku( dengan menambahkan emoticon tangan yang mengatup)

__ADS_1


Rian : Owh,nggak apa-apa kok,santai aja( balas Rian dengan senyum-senyum sendiri?


Tanpa disadari Rian, Diani sudah berdiri di belakang dan menepuk punggung suaminya, Rian terkejut dan segera meletakkan ponselnya.


"Kamu ngapain sih mas baca chat senyum-senyum sendiri" Tanya Diani penasaran.


"Nggak itu ada yang ngelawak di grup kantor"Jawab Rian seadanya.


"Oh"Diani menjawab sekenanya," Mas baju ini bagus nggak? " Tanya Diani ke Rian sambil menunjukkan gambar gamis berwarna hijau tosca di gadgetnya.


"Bagus kok, kalau kamu mau beli aja, nanti Mas transfer uangnya"Jawab Rian sambil memainkan ponselnya kembali.


"Terima kasih mas"Diani mencium pipi Rian sekilas dan dibalas dengan anggukan saja oleh Rian. Tiba-tiba hp Diani berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


"Sebentar ya mas aku angkat telpon dari ibu dulu"Ujar Riani sambil menggalkan Rian, dan sekali lagi di balas anggukan oleh Rian.


Sementara di Ruang kerja Lena, Dia menunggu balasan chat dari Rian sambil membaca majalah.


"Kok lama banget sih balasnya" Lena mengerucutkan bibirnya


Baru saja dia mau mengirim chat ke Rian lagi, tapi diurungkan karena Rian akhirnya membalas chat Lena


Rian : Maaf ya Len, tadi ada masalah perkerjaan sedikit.


(Lena tersenyum dan segera membalas chat Rian)

__ADS_1


Lena : Nggak apa-apa kok yan,apa aku ganggu.(Lena sengaja menanyakan itu)


Rian : Nggak ada kata menggaggu untuk gadis cantik sepertimu.(Rian menggoda Lena)


Lena : Kamu bisa aja yan, nanti ada yang marah lagi, nggak mungkin kan laki-laki seperti kamu singel.


Rian : Memangnya kenapa kalau aku punya istri atau pacar.


Lena : Aku nggak mau di cap sebagai Pelakor yan.


Rian : Kamu tenang aja nggak ada yang bakalan marah kok.(Rian meyakinkan Lena)


Lena tersenyum membaca balasan chat dari Rian.


Tidak terasa sudah cukup lama Rian dan Lena saling chat. Rian dikejutkan oleh panggilan Diani.


"Mas, mas nggak mau masuk ini sudah sore loh, mas juga belu sholat ashar" Diani sedikit berteriak memanggil Rian.


Rian menoleh dan beranjak dari duduknya lalu terseyum menatap istrinya, Saat sudah dekat " Cuuupp" Rian mencium sekilas pipi istrinya, dan itu berhasil membuat Diani merona dan senyum-senyum sendiri. Sambil memegang pipinya dia Diani heran dengan kelakuan suaminya hari ini.


TBC


Jangan lupa VOTE nya ya teman-teman


Sama kritik dan sukungannya.

__ADS_1


Terima kasih..


__ADS_2