Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 52


__ADS_3

Icha pun mengangkat kepala nya dan tersenyum, hingga lesung pipi nya terlihat.


"Anisa Eyang!" Jawab Icha.


"Wah, pintar sekali, kelas berapa Nak,?" Puji Mami Mela


"Kelas 3 Eyang,". Jawab Icha lagi dengan malu-malu


"Oh baru kelas tiga, oh iya, Eyang punya sesuatu buat kamu," Ucap Mami Mela sambil mengeluarkan sebuah coklat silver Qu**n.


"Wah, terima kasih Eyang," Jawab Icha dengan senyum yang sangat bahagia.


"Sama-sama Sayang," Balas Mami Mela dengan senyum yang cantik, dan kalau di perhatikan mirip sekali dengan Rian.


"Eyang, Icha masuk kamar dulu ya, mau kerjakan PR,"Pamit Icha.


"Iya, sayang yang rajin ya belajar nya," Saran Mami Mela dan Icha pun menganggukkan kepala nya, Ia pun berjalan ke kamar nya sambil tersenyum manis.


"Di, gimana kamu sudah isi belum," Tanya Mami Mela membuat Diani sedikit terkejut dan gugup, sehingga ia terlihat sedikit pucat.


"Be-belum Mi, Doakan saja ya, soal nya Mas Rian sibuk banget jadiii...," Jawab diani gugup tanpa memberitahukan tentang penyakit yang sedang ia perjuangkan untuk sembuh.


"Ah, Mami mengerti, gimana kalau kalian pergi liburan bulan madu," Usul Mami Sella.


Diani yang mendengar usulan Mertua nya pun tampak bersemu, "Kita kan sudah lama menikah Mi, masak mau kayak pengantin baru,".


"Eh, jangan salah justru bulan madu bisa mempercepat kehamilan, karena hormon kita kalau senang dan nggak stres bagus, percaya deh sama Mami," Jelas Mami Mela.


Diani pun hanya manggut-manggut, tapi di dalam hati ia sangat sedih karena impian nya untuk hamil sangat kecil.


"Ya udah Mami pamit dulu ya sayang, jaga kesehatan dan Mami tunggu kabar baik nya," Pamit Mami Mala dan mencium pipi serta kening menantu nya.


"Lo Mami, nggak nginap?" Tanya Diani dengan wajah sedih di tinggal mertua nya.


"Maaf sayang, Mami nggak bisa lama-lama karena pekerjaan Mami sangat banyak," Terang Mami Mela.


"Ya udah, semoga Mami selalu sehat," Ucap Diani melepas kepergian Mertua nya.


"Amiin, Assalamualaikim," Ujar Mami Mela saat akan memasuki mobil nya.


"Waalaikumsalam," Balas Diani, ia melambaikan tangan ke arah Mertua nya hingga mobil yang di kendarai sang sopir menghilang.


Nabila menarik nafas perlahan "Mas Rian, lagi ngapain ya," Gumam Nabila, "Aku coba telpon deh," Sambung nya sambil mengambil handphone yang tergeletak di atas meja ruang tamu nya.


"Atau aku telphone Via aja ya, dia kan lagi di malang siapa tau dekat dengan Mas Rian," Putus Diani, Ia ingat bahwa adik nya sedang berada di malang, kuliah semester empat.

__ADS_1


"Assalamualaikum Dek, apa kabar?," Salam Diani saat panggilang telephone nya di angkat.


"Waalaikumsalam kak, kabar baik, kakak bagaimana?" Jawab Via.


"Alhamdulillah, oh ia dek langsung aja ya, Kak Rian sekarang lagi di malang, coba kamu hubungi siapa tau dekat sama.lokasi mu," Lanjut Diani.


"Oh, Kak Rian lagi di Malang, emang di daerah mana kak," Tanya Via.


"Nggak tau Dek, coba kamu telphone aja biar lebih jelas,".


"O.k, nanti coba aku telphone ya kak," Ucap Via.


"Ya sudah , kalau gitu kakak istirahat dulu ya, bye, Assalamualaikum," Pamit Diani dan mematikan sambungan telephine nya setelah Via menjawab salam nya.


###


Saat Rian membuka pintu Ia sangat terkejut melihat orang yang mengganggu istrahat nya.


"Lena," Ucap Rian heran melihat sahabat istri nya itu di depan pintu kamar nya.


" Maaf mengganggu istirahat kamu yan," Jawab Lena basa basi.


"Ia, ada apa ya Len?" Tanya Rian.


"Ini," Lena mengeluarkan pulpen emas milik Rian.


"Terima kasih Len," Ucap Rian sambil mengambil pulpen nyadari tangan Lena.


"Ia, sama-sama ganteng," Ucap Lena sambil mengerlingkan mata nya sambil meninggalkan Rian, seketika Rian pun terpaku.


"Astagfirullah," Ucap Rian setelah sadar.


Ia segera menutup pintu kamar dan segera merebahkan diri di kasur empuk nya, dan tak berapa lama pun akhir nya tertidur.


Didalam kamar Lena memikirkan cara agar bisa menuangkan obat tidur yang telah di pesan nya ke dalam minuman nya Rian.


"Aduh gimana ya cara nya biar nggak ketahuan?" Gumam nya dalam hati sambil mondar mandir di dalam kamar nya. "Ayolah otak berfikir," Sambung nya lagi.


###


Suara panggilan telephone membangunkan Rian dari tidur nya, ia melihat jam sudah menunjukkan angka 07.00 malam.


"Astagfirullah, kok aku ketiduran," Ucap Rian sambil berlalu ke kamar mandi, ia segera berwhudu dan menunaikan sholat magrib.


Setelah selesai sholat ia pun melihat siapa yang telah menghubunginya. Ia melihat Via adik ipar nya beberapa kali menelpon nya.

__ADS_1


Rian kemudian meghubungi Via kembali, setelah nada panggilan yang ke tiga kali Via pun mengangkat nya.


"Assalamualaikum kak," Salam Via.


"Waalaikumsalam, kenapa Dek," Tanya Rian ke via.


"Oh, ia kak, kakak lagi dimana?".


"Di malang dek, MaxOne Ascent hotel,"


"Wah dekat dong kak," Ujar Via.


"Besok Kakak ajak kamu jalan-jalan ya, sebelum pulang sekalian cariin Kak Diani hadih,".


"Oke, kak sampai ketemu besok, Assalamualaikum,".


"Waalaikumsalam,".


Telephone pun terputus, dan Rian pun langsung mengecek Email dari pak Beno,


"Selamat siang Pak Rian saya Beno, manager dari PT. Agraris, memberitahukan bahwa besok pagi jam 9 meeting akan di mulai di jl. Muara Damai blok 4 di PT. Agraris, terima kasih," Isi pesan dari Pak Beno, Rian hanya membaca tanpa membalas nya.


Ting


Terlihat No baru tanpa nama mengirim pesan Via Aplikasi Hijau.


"Rian, ini aku Lena,".


"Iya Len, ada apa," Tanya Rian.


"Kamu nggak lupa kan kalau malam ini ada janji sama aku," Ujar Lena dengan emoticon senyum.


"Nggak kok, tenang aja, Tunggu aku di bawah ya,".


"Oke," Jawab Lena antusis, mata nya lun berbinar bahagia.


Lena pun segera siap-siap, ia memakai gaun terusan selutut berwarna caramel, ia juga tak lupa memakai riasan yang natural.


"Oke selesai," Gumam Lena, sambil mematut diri nya di cermin sebelum berangkat, dam tak lupa juga tas tangan mewah nya.


"Yan, aku tunggu di luar ya," Ucap Lena memberitahukan Rian Via Aplikasi hijau.


Tak menunggu lama, Rian pun keluar menggunakan kaos oblong putih dan celana pendek berwarna hitam, menambah kesan ganteng.


Lena pun tak berkedip melihat penampilan casual nya Rian, "Wow, tampan," Gumam nya dengan tatapan genit, namun tak di hiraukan oleh Rian.

__ADS_1


"Yuk," Ajak Rian setelah mereka bertemu.


Rian dan Lena pun menaiki mobil yang sengaja Rian sewa selama berada di malang, hati Lena sangat bahagia, ia semakin tak sabar ingin memiliki Rian sutuh nya.


__ADS_2