
Rian pun menghembuskan nafas nya pelan, dan mengikuti langkah Diani ke kamar.
"Dek, ayolah aku panggilkan Dokter ya," Saran Rian, namun Diani tak menggubris nya.
"Sebaik nya kamu mandi dulu, kotor," Suruh Diani.
Rian meninggalkan Diani tanpa menjawab, ia berlalu ke kamar mandi. Setelah kepergian Rian Diani pun menumpahkan air mata nya lagi.
"Kenapa kamu tega sama aku Mas," Gumam Diani.
Setelah selesai mandi Rian pun keluar dan masuk ke ruang kerja nya, tanpa melihat Diani lagi karena ia pikir Diani sudah tertidur jadi ia memilih untuk memeriksa beberapa Email yang masuk di PC nya.
Di ruang kerja nya Rian merenungi semua yang telah terjadi pada diri nya dan Lena di Malang. Ia menyandarkan kepala di bahu sofa nya mengingat kejadian yang membuat ia dan Diani semakin terasa renggang.
"Benarkah aku telah meniduri Lena?" Gumam Rian pada diri nya sendiri.
Rian menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan, berharap sesak di dada nya hilang.
Saat masuk ke dalam kamar, Rian langsung merebahkan tubuh nya di samping Diani, ia mencoba memejamkam mata namun tak bisa ia terus kepikiran dengan Lena.
Keesokan pagi nya Rian terbangun namun tak mendapati Diani di samping nya, ia heran karena ini pertama kali nya Rian tak di bangunkan oleh Istri nya.
Rian mencoba mencari Diani namun tak di temukan nya, Ia pun memutuskan untuk mandi dan berangkat kerja tanpa Diani.
"Kemana sih pergi nya Diani," Sungut Rian sambil mencari baju nya yang tak juga di temukan.
"Ini baju yang Mas cari," Ucap Diank tiba-tiba datang menyerahkan baju kemeja berwarna abu-abu ke tangan Rian.
"Kamu udah kemana sih," Ujar Rian masih kesal karena ia dari tadi mencari Diani.
"Nggak kemana-mana kok, aku cuma siram tanaman aja di belakang," Sahut Diani cuek.
"Tumben banget," Balas Rian kesal karena merasa di abaikan oleh Diani.
"Dari pada pikiran sumpek, lebih baik mengerjakan pekerjaan yang bermanfaat," Seru Diani, membuat Rian tambah kesal.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Rian geram.
__ADS_1
"Kamu tanya aja sama dirimu sendiri Mas," Jawab Diani sambil meninggalkan Rian yang terdiam.
"Di, aku belum selesai ngomong, hei," Ucap Rian mengejar Diani dan menarik tangan nya.
"Apa lagi sih Mas, belum puas kamu katain aku mandul, hah" Geram Diani menatap tajam mata suami nya.
"A-aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf," Sesal Rian.
"Aku sudah memaafkan mu Mas, tapi aku masih kecewa padamu," Ucap Diani dan pergi dari hadapan Rian.
Rian menghela nafas pelan dan berangkat kerja tanpa Diani, ia merasa sudah bosan dengan tingkah istri nya yang mudah sekali marah.
Sebulan kemudian Lena mendatangi kantor Rian, untuk memberitahukan bahwa ia telah hamil.
"Maaf Bu, anda cari siapa?" Tanya Receptionist ramah saat melihat Lena bingung.
"Saya mencari Pak Rian," Jawab Lena.
"Apakah anda sudah membuat janji sebelum nya?" Tanya pegawai Receptionist yang bernama Mela.
"Belum, tapi ini sangat penting," Mohon Lena ke Mela.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih," Ucap Lena kemudian keluar meninggalkan kantor Rian.
"Mas, aku ingin bertemu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," Lena mengirim pesan Via aplikasi hijau.
Tak berapa lama Rian pun membalas pesan Lena, "Tunggu sebentar sayang, aku akan segera kesana," Balas Rian dengan emoticon love.
Ya, selama sebulan ini Lena dan Rian semakin dekat dan bisa dikatakan sudah layak nya seorang kekasih.
Sementara Diani terus mencari bukti rekaman CCTV di saat Rian pergi ke Malang, dua minggu terakhir ini ia berada di kota Malang alasan nya ingin mengunjungi adik nya yang kuliah disana.
Tak menyangka ia mendapatkan bukti jika Lena menaruh obat tidur dan juga bukti rekaman percakapan Lena dengan staf hotel bernama Ferdi.
Ferdi menyimpan vidio serta rekaman percakapan nya dengan Lena saat mereka bertransaksi dan itu juga dia pakai untuk memeras Lena.
Dengan bantuan teman yang mengerti tentang IT, Diani tak begitu kesulitan mendapatkan semua itu.
__ADS_1
Setelah urusan nya di Malang selesai Diani pun pulang ke Lombok, dan ingin memberikan bukti pada Rian, kalau Lena telah membohongi nya.
Namun saat Diani telah sampai ia justru mendengar kabar kalau Rian dan Lena telah menikah secara siri.
Bagai disambar petir siang bolong Diani sangat kecewa dan terluka.
Saat sampai di rumah ia mendapati Rian tengah duduk dengan dokumen yang menumpuk di depan nya.
"Mas, kita harus bicara," Ucap Diani sangat tenang.
"Maaf Di, aku masih sibuk," Tolak Rian cuek, dan meninggalkan Diani sendiri dalam sakit nya.
"Tunggu Mas, apa benar kamu telah menikah lagi," Tanya Diani dengan nada tenang nya, tak ada lagi air mata karena sudah lelah menangis.
"Kalau iya kenapa Diani? Kamu mandul dan aku ingin punya anak," Sahut Rian tanpa menoleh ke arah Diani.
"Kamu harus dengar ini," Ujar Diani menyelakan rekaman vidio dan percakapan Lena dengan Ferdi.
"Kamu pikir aku akan percaya Diani, sudah lah kamu harus terima semua nya, lagian Lena sekarang telah hamil anakku," Jelas Rian tak ada rasa kasihan dan cinta lagi karena Rian tengah bahagia mendengar kabar Lena hamil.
"Mas, itu bukan anak mu, percaya sama aku," Sanggah Diani.
"Kamu pikir aku akan percaya dengan semua omong kosong mu itu," Sungut Rian.
"Aku akan buktikan kalau anak yang di kandung Lena bukan anak mu," Sahut Diani dengan harapan Rian akan percaya pada nya.
"Cih, Lena itu wanita baik-baik Diani, aku mengenal nya bukan sebulan dua bulan, tapi sebelum aku mengenal mu, jadi stop menjelek-jelek kan Dia," Balas Rian.
"Mas, sebenar nya yang bermasalah itu kamu, bukan aku, kalau kamu tidak percaya silahkan periksa sendiri ke Bian," Terang Diani.
"Sudah jelas yang mandul itu kamu, bukan aku," Jawab Rian geram.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak yang jelas anak yang di kandung Lena itu bukan anak mu," Tambah Diani dan pergi meninggalkan Rian yang termenung, kata-kata Diani terus berputar di kepala nya.
Sementara Di kafe Bunga, Martin tengah menemui Lena dan meminta maaf, ia ingin bertanggung jawab atas kehamilan Lena karena terus di hantui rasa bersalah.
"Len, aku benar-benar minta maaf dan ingin bertanggung jawab," Sesal Martin sambil menggenggam tangan Lena.
__ADS_1
"Pergilah dan jangan pernah menemuiku lagi, aku sudah menikah dan bahagia Martin," Tolak Lena.
"Tidak Len, aku janji akan membahgiakan mu," Ujar Martin dengan mata beekaca-kaca dan benar-benar menyesal atas perbuatan nya.