
"Assalamualaikum"Ucap Rian saat akan memasuki rumah.
"Waalaikumsalam"Jwab Icha yang sedang menonton TV dan segera berlari ke arah Rian dan berhambur kepelukannya.
"Bunda mana sayang"Tanya Rian karena tidak mendapati Diani bersama Icha.
"Ada yah lagi di kamar, Bunda baru saja naik"Icha menjawab dengan bergelayut manja di gendongan Rian.
"Lho mas, sudah pulang"Diani menuruni tangga dan mengambil tas kerja Rian kemudian mencium punggung tangannya.
"Baru aja sampai, ya khan Nak"Rian menurunkan Icha dan di jawab Oleh Icha dengan anggukan kepala.
"Aku ke kamar dulu ya sayang"Rian kemudian berlalu menaiki tangga namun sebelumnya mengecup kening Diani dan Icha.
Tak berselang lama Rian turun dan bergabung dengan Diani dan Icha sambil menonton serial kartun kesukaan Icha.
"Nenek mana Cha"Tanya Rian sambil duduk disofa sedangkan Diani dan Icha duduk di karpet.
"Ada yah Di dalem kamar mungkin sedang baca Alqur'an"jawab Icha tanpa mengalihkan pandangan nya pada layar TV.
"Oh gitu, Ya sudah biarkan saja" Rian kemudian mengambil majalah tentang bisnis dan membacanya.
__ADS_1
"Mas mau minum teh nggak"tanya Diani.
"Boleh Ay"jawab Rian sambil menaruh kembali majalahnya dan duduk turun di dekat Icha.
"Icha juga mau susu bund"Ucap Icha dan di angguki oleh Diani.
Diani bergegas menuju dapur dan mempersiapkan Alat dan bahan untuk membuat teh dan susu.
"Biar saya saja Nya"Siti yang melihat majikan nya sibuk meracik teh dan susu pun menawarkan diri membantu.
"Sudah nggak apa-apa Ti, kamu lanjut aja masak nya"Kata Diani sambil memasukkan air panas ke dalam Teko dan gelas.
Diani meletak kan Teko Teh dan susu coklat hangat di atas meja kecil, ia kemudian menuangkan Teh ke dalam cangkir yang lebih kecil dan menyerahkan nya ke Rian.
"Ini mas Teh nya"Diani menyodorkan cangkir ke Rian dan di ambil oleh Rian dengan senyum begitu pun sebalik nya.
"Terima kasih sayang"Rian kemudian meminum Teh nya perlahan.
Diani kemudian menyerahkan susu ke Icha dan ia pun meminum nya sampai habis. Icha menyerahkan gelas yang sudah kosong ke Diani.
"Wahh, hebat banget Icha"Kata Diani sambil mengambil gelas kosong di tangan nya Icha.
__ADS_1
Icha berdiri dan dengan gaya imut nya mengucap kan"Siapa dulu dong Ichaa gitu lhooo".
"Hahahahha"Rian dan Diani tertawa melihat tingkah Icha dan mencubit gemas pipi nya.
Nenek Ijah yang mendengar suara orang tertawa pun penasaran "Waaahhhh, ada apa ini"
"Ini bu, tadi Icha ngelawak"Jawab Rian dengan muka yang masih ingin tertawa"Oh ia, Bu sini gabung yuk"Ajak Rian.
Nenek Ijah pun masuk dan duduk di dekat Icha sambil mengelus rambut nya"Terima kasih ya Nak, kalian sudah mau merawat kami"Ucap nenek Ijah dengan mata berkaca-kaca.
"Bu, kami sangat bersyukur dengan ada nya kalian kami jadi nggak kesepian lagi, jadi Ibu nggak perlu sungkan lagi ya"Rian berkata sambil menyodorkan kartu kredit unlimited berwarna silver ke nenek Ijah.
"Apa ini Nak"Nenek Ijah terkejut karena di sodorkan kartu berwarna silver.
"Buat Ibu kalau ada yang mau di beli" Jawab Rian sambil sedikit merasa aneh karena nenek Ijah tidak kelihatan bingung dan seperti nya tau fungsi kartu yang di berikan Rian untuk nya.
"Ibu tidak bisa menerima nya Nak, ini terlalu berlebihan, sudah di bawa kesini saja Ibu sangat bersyukur" Nenek Ijah tidak dapat menahan air mata nya lagi.
Diani mendekati Nenek Ijah dan meyakinkan nya kalau dia harus menerima apa yang di berikan oleh Rian, dan akhir nya Nenek Ijah pun menerima nya dengan haru.
TBC
__ADS_1