Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 38


__ADS_3

"Terima kasih Tuan" Ucap Lucas.


"Mohon maaf Tuan Lucas, ada perlu apa anda datang kemari"Rian bertanya dengan tersenyum dan itu membuat sekretaris Lucas terpana. Dia tidak berhenti-berhentinya memandangi Rian.


"Tidak ada Tuan Rian, saya tidak bermaksud apa-apa, saya hanya kebetulan lewat dan saya mampir sebentar" Ucap Lucas.


"Oh, baiklah, kalau begitu berhubung anda disini bagaimana kalau kita membicarakan masalah kontrak kerja sama kita"Ucap Rian dengan menatap tajam ke Lucas namun masih dengan sedikit senyuman.


"Apa kah anda tertarik dengan penawaran saya Tuan"Ucap Lucas dengan senyum liciknya, dia berpikir kalau Rian sudah akan masuk kedalam perangkapnya.


"Tetu saja tuan, siapa yang akan menolak dengan tawaran yang begitu menggiurkan"Ucap Rian meyakinkan Lucas.


"Baiklah, Sofi berikan dokumen yang harus kami tanda tangani"Ucap Lucas kepada secretarisnya.


"Baik tuan"Sofi segera membuka tas dan mengeluarkan amplop coklat dan menyerahkannya kepada Rian. Rian membacanya sebentar dan kemudian menandatangani nya, dan di ikuti oleh Lucas.


"Semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar"Ucap Rian bangun dan menjabat tangan dan dengan hati- hati menyelipkan sebuah perekam suara kecil di tas yang kebetulan di taruh di atas meja oleh sekretaris Lucas.


Tujuannya adalah untuk mengetahui rencana apa yang akan di lakukan oleh Lucas CS.


"Terima kasih Tuan, Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan besar seperti ini" Lucas juga berdiri dan menyambut uluran tangan Rian.


"Untuk merayakan kerja sama kita, bisakah kita makan siang bersama Tuan, " Ajak Lucas kepada Rian.

__ADS_1


"Tentu Tuan dengan senang hati"Balas Rian.


"Kalau begitu saya tunggu di lestoran yang berada di jalan XX"Ujar Lucas lagi.


"Baiklah, nanti saya hubungi Tuan" Rian pun menyetujui ajakan Lucas makan siang agar dia tidak curiga.


"Baiklah, sampai jumpa Tuan Rian" Ucap Lucas.


"Sampai Jumpa Tuan Lucas"Rian dan Lucas pun berjabat tangan kembali dan Lucas meninggalkan Ruangan dengan senyum penuh kemenangan.


Rian pun tersenyum mencibir setelah Lucas CS keluar Ruangannya.


Tok tok tok.


"Pak ini data yang anda minta"Hendri menyerahkan beberapa lembar kertas yang sudah tertera nama perusahaan dan usaha-usaha lainya dari perusahaan Sanjaya Corp.


"Sudah pak nanti akan saya kirim melalui Email"Ujar Hendri lagi.


"Good Job, Aku akan memberikan bonus besar setelah semua selesai"Ucap Rian bangga kepda Hendri.


***


Lucas, Sofi dan Andre keluar dari ruangan Rian menuju parikran dengan senyuman yang tidak bisa di artikan, Setelah sampai di parkiran dan mereka masuk ke dalam mobil, Andre melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju hotel.

__ADS_1


"Hahaha, Rian Wijaya, sebentar lagi kau akan hancur"Ucap Lucas dengan tertawa senang.


"Dia begitu bodoh Tuan meskipun dia tampan, Dia cepat sekali tergiur dengan uang"Ucap Sofi menimpali Bos nya.


"Aku akan membuat perusahaan Sanjaya Corp menjadi perusahaan terbesar dan no 1 di dunia setelah perusahaan Wijaya hancur" Lucas dengan semangat menggebu-gebu mengutarakan niat nya.


Rian yang mendengar pernyataan Lucas tersenyum mencibir, dengan sikap tenang nya ia berkata "Akan aku kembalikan kata-kata mu untuk mu sendiri Tuan lucas Sanjaya"Rian berkata dengan mengepalkan tangannya.


"Bersenanglah-senanglah karena sebentar lagi kau akan mendengar kabar yang sangat baik menurutku, dan mungkin itu akan menjadi kabar yang sangat buruk untuk mu"Ucap Rian dengan santainya.


"Hendri, mulai hari ini kau akan bekerja lebih keras, kerahkan juga anak buahmu untuk membantu, bersenang-senanglah"Rian mengirim pesan lewat WA ke Hendri.


"Apa imbalan yang akan kami dapatkan tuan"Balas Hendri.


"Bukankah kau menginginkan Vila yang berada di kawasan puncak, kau akan dapatkan itu jika kau berhasil menghancurkan Lucas sampai dia tidak memiliki apapun lagi" Rian menawarkan Vila nya ke Hendri untuk menyemangatinya.


Hendri membaca pesan balasan dari Rian pun tersenyum senang dan kemudian mengetik balasan ke Rian" Tunggu kabar baik nya Bos, setelah itu kau harus menyerahkan Sertifikatnya yang telah berubah atas namaku".


"Dasar Asisten matre" Balas Rian.


"Vila yang kau serahkan tidak akan membuatmu jatuh miskin Bos" Hendri membalas disertai emoji tertawa mengejek.


"Ya,ya, Bersenang-senanglah"Rian tidak ingin panjang lebar lagi berurusan dengan Hendri.

__ADS_1


"Baiklah Bos"Hendri pun menyematkan emoji Cium dan itu membuat Rian bergidik ngeri.


TBC


__ADS_2