
Nenek Ijah yang mendengar permintaan Rian langsung menangis bahagia " Apa saya tidak salah dengar Pak" Nenek Ijah memastikan ucapan yang Rian lontarkan.
"Tidak nek, saya dan mas Rian memang berniat mengangkat Icha sebagai anak kami, apakah nenek mengizinkan " Diani menggenggam tangan Nenek Ijah.
" Apa bapak dan Ibu yakin akan hal itu" Tanya nenek Ijah kepada Diani dan Rian.
"Saya sangat yakin nek, kalau nenek mengizinkan besok saya akan membuat semua dokumen yang di perlukan untuk membuat surat akta kelahiran Icha, dan di belakang namanya akan saya sematkan nama ayah saya yaitu WIJAYA.
"Saya sangat bersyukur sekali pak buk, tapi saya tidak bisa mengambil keputusan, semua keputusan ada di Icha"Ucap nenek ijah sambil menghapus air matanya yang terus saja keluar.
"Icha dengarkan om dulu sebentar" Rian mematikan Tv agar Icha fokus pada nya.
"Ada apa om" Tanya Icha dengan polosnya.
"Icha mau nggak jadi anak nya om dan tante, tinggal disini sama om, tante dan nenek"Ucap Rian .
__ADS_1
Icha memandang nenek Ijah dan diangguki oleh neneknya.
"Ia om, Icha mau" Ucap polos sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, terima kasih sayang, kamu mau jadi anaknya om dan tante".Ucap Diani sambil mencium pipi dan kening Icha.
"Kalau begitu mulai sekarang kalau Icha mau sesuatu jangan takut bilang sama om dan tante eh bunda dan ayah, ya sayang" Ucap Rian sambil memeluk Icha dengan kasih.
"Ia om" Ucap Icha.
"Kok masih panggil om, panggil ayah dong" Ucap Rian gemas sambil mencubit pipi chubby Icha.
"Nah gitu baru dong baru anak ayah dan bunda" Rian menggelitik pinggamg Icha dan membuat ituIcha tertawa lepas karena merasa GELAY( GELI).
Nenek Ijah yang melihat pemandangan didepannya pun ikut tersenyum karena melihat kebahagiaan cucu satu-satunya yang dia miliki. "Alhamdulillah Icha sekarang punya orang tua asuh, setidaknya kalau nanti aku sudah tiada Icha ada yang merawatdan menyayanginya"Ucapnya dalam hati sambil tersenyum haru.
__ADS_1
***
Di tempat lain Lena sedang memikirkan cara agar Diani dan Rian berpisah, " Aku harus bisa memisahkan mereka, Rian harus menjadi milikku, hanya milikku, aku tidak perduli dia suami Diani atau bukan" Ucapnya sambil memegang foto Rian yang masih menggunakan pakaian seragam SMA.
"Za, kenapa kamu harus sama sahabatku, aku tidak rela Za, aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk menemuimu, tapi kamu malah sama wanita lain,Aaaakkhhhh" Lena membanting semua yang ada di hadapannya sehingga membuat seluruh isi kamarnya berantakan.
ART yang mendengar keributan di dalam kamar majikannya segera berlari naik ke atas, Minah kemudian mengetuk pintu kamar Lena "Non, Non Lena kenapa ".
Ceklek
Pintu terbuka dan Minah melihat pemandangan kamar sang majikan sangat berantakan " Ya Allah non, non Lena nggak apa-apa kan" Minah bertanya dengan mimik muka khawatir.
"Bereskan semuanya" Perintah Lena kemudian melangkah keluar tanpa menjawab pertanyaan Minah.
"Baik non"Ujar Minah sambil memandang punggung majikannya yang semakin menjauh.
__ADS_1
"Ada apa dengan non Lena biasanya dia orang yang ceria" Minah heran melihat sikap Lena yang seakan tidak terkontrol sampai melempar semua barang yang ada di dalam kamarnya. Dia pun membereskan pecahan kaca yang berserakan di lantai.
TBC