
Setelah Diani dan Icha siap pak Edy sang supir membukakan pintu mobil untuk majikan nya.
Tidak lama kemudian mobil melaju ke arah cafe X tempat pertemuan yang di janjikan oleh Lena.
20 menit berkendara mobil Diani berhenti di parkiran Mall kebetulan Cafe tempat mereka janjian termasuk dalam bagian Mall terbesar.
Diani dan Icha masuk ke dalam cafe, saat ia kebingungan mencari Lena karena pengunjung yang banyak, Diani pun melihat Lena melambaikan tangan nya.
Diani menghampiri Lena sambil menggnggam tangan Icha.
"Hai Di, Apa kabar" Tanya Lena basa basi.
"Baik, kamu gimana, makin cantik aja kamu" Jawab Diani dan memeluk sahabat nya.
"Hai cantik, Kenalin nama tante Lena" Ucap Lena sambil mengulurkan tangan mencubit pipi Icha.
"Hai juga tante, nama ku Icha" Jawab Lena sambil tersenyum manis.
"Icha, pinter banget sih sayang, anak siapa sih " Lena mengusap kepala Icha gemas.
"Tentu saja anak bunda Diani sama Ayah Rian" Ucap Diani sambil menoel hidung nya sendiri.
Deg
Lena yang mendengar perkataan Icha terkejut namun ia segera menguasai diri nya.
__ADS_1
"Kamu berhutang banyak cerita Di" Ujar Lena manyun.
"Cerita nya panjang Len, lain kali aja yah aku cerita" Jawab Diani.
"O.k janji ya" Ucap Lena dan di angguki oleh Diani.
"Bunda boleh nggak aku main kesana" Tunjuk Icha di wahana permainan anak-anak yang ada di cafe itu.
" Boleh, nanti kalau sudah lapar kesini ya, dan ingat jangan mau di kasi apa pun oleh orang yang tidak di kenal" Ucap Diani memperingati Icha.
"Baik Bunda, muuaahh" Icha kemudian berlari ke wahana permainan anak setelah mencium pipi nya Bunda nya dan tentu nya masih bisa di amati oleh pandangan Diani.
"Len, kamu ada apa, seperti nya lagi ada masalah" Tanya Diani saat melihat gerak gerik Lena yang seperti menahan tangis.
"Nggak apa-apa kok Di, aku cuma merasa bersalah aja sama kamu dan juga Reza eh maksud ku Rian" Lena mengeluarkan unek-unek nya selama ini. Namun di balik penyesalan nya itu ternyata ia menyimpan rencana jahat terhadap Diani.
Diani dan Lena cukup lama berpelukan hingga suara Icha melerai pelukan mereka "Bunda Icha laper" Kata nya sambil menarik ujung baju Bunda nya.
"Ya udah Icha mau makan apa Nak" Ujar Diani sambil menduduk kan Icha
"Icha mau makan ayam ya Bun" Ucap Icha semangat.
"Ia Sayang, tunggu sebentar ya" Ujar Diani beranjak dari kursi nya dan berjalan ke depan untuk memesan pesanan nya Icha.
Tiba-tiba Lena berbisik ke Icha "Eh anak pungut jangan sok manja deh kamu, kalau Diani sudah punya anak pasti kamu di buang lagi" Ucap Lena sambil melotot ke Icha.
__ADS_1
"Bunda nggak sejahat itu kok tante" Kata Icha menunduk karena takut melihat tatapan tajam Lena.
"Lihat aja nanti, kalau nggak percaya" Lena tambah menakut - nakuti Icha.
Tidak lama Diani datang membawa Ayam dan dua buah es thai tea kesukaan mereka.
Diani melihat Icha tidak seantusias tadi pun bingung. " Kamu kenapa sayang kata nya lapar tadi" Ujar Diani.
"Icha mau pulang aja Bun" Ucap Icha dan membuat Diani heran.
"Tapi kan kata nya Icha mau jalan-jalan tadi" Kata Diani.
"Nggak Bunda, kita pulang aja yuk" Rengek Icha ke Diani sambil meneteskan air mata.
"Ya sudah, makan nya nanti di mobil aja ya Nak" Ucap Diani dan curiga ke Lena namun Ia tak menampakkan rasa curiga nya.
Lena yang melihat Perlakuan Diani ke Icha tambah kesal dan Ia berniat ingin memisahkan Icha dan Diani supaya tidak ada yang menghambat rencana nya.
"Aduh, maaf ya Len kayak nya Icha bosan" Ucap Diani ke sahabat nya.
"Yah, mau gimana lagi Di" Kata Lena pura-pura bete' padahal dari tadi juga ia sudah nggak betah berlama-lama sama Diani, karena Ia masih sakit hati.
"Kalau gitu aku balik duluan ya Len, besok aku hubungi lagi, padahal aku masih kangen sama kamu" Ujar Diani sambil memeluk Lena.
" O.k deh" Kata Lena membalas pelukan Diani namun tatapan tajam nya ia arahkan ke Icha.
__ADS_1
"Awas ya anak pungut, aku bakalan bikin kamu nggak betah tinggal sama Diani dan Rian" Gumam Lena dalam hati.
TBC