Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 31


__ADS_3

"Awas saja kau Rian, kau akan ku buat menyesal dan bertekuk lutut dihadapanku" Salsa pun segera memasuki mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Martin Company.


Dia pun meraih earphone nya dan menghubungi seseorang"Tuan, aku gagal dengan rencana kita, Asisten pribadi yang tidak tahu malu itu, mengganggu semua nya" Salsa melaporkan pada seseorang yang ternyata adalah Martin tentang apa yang terjadi di perusahaan Wijaya.


"Apa, kamu gagal bagaimana bisa dia tidak tertarik dengan mu Honey" Martin ternyata menyuruh kekasihnya untuk menggoda Rian.


"Dia tidak seperti yang kita pikirkan, dia bukanlah orang yang gampang bertekuk lutut pada wanita cantik dan seksi" Salsa memberitahukan Martin apa yang di lihat nya tadi dan mengingat apa yang dikatakan oleh Rian.


"Sial"Ucap martin kesal" Baiklah kamu langsung ke Apartement saja Honey, aku merindukanmu" Sambungnya.


"Bukankah kamu si perusahaan sayang, dan bagaimana dengan Lena" Salsa menanyakan Lena karena Martin memberitahukan Salsa kalau Lena sedang berada di clubnya.


"Lena sudah aku antar pulang, setelah itu aku langsung ke Apartement"Martin menjelaskan pada Salsa bahwa dia sudah mengantar Lena pulang.


"Baiklah, aku akan kesana dalam waktu 10 menit"Ucap Salsa dan memutar balik kemudinya karena Apartement Martin berbeda arah dengan perusahaannya.


"Apa 10 menit, terlalu lama honey, aku sudah tidak sabar"Martin dengan rayuannya berhasil membuat Salsa tersenyum.


"Baiklah 5 menit, tunggu aku 5 menit sayang" Salsa kemuidian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"O.k Baby, see you" Martin dan Salsa mematikan sambungan telponnya.


"See you too Baby"Ucap Salsa.


***


" Huhhh"Rian membuang nafas kasar sambil menyandarkan kepalanya di sofa"Terima kasih Hendri kamu sudah menyelamatkan saya dari wanita yang pakaiannya kekurangan bahan itu"Sambungnya.


"Sudah menjadi tugas saya pak, kenyamanan anda adalah prioritas saya" Ucap Hendri dengan sopan.


"Kamu boleh kembali ke ruanganmu dan tolong suruh Sinta bawakan saya kopi"Rian menyuruh Hendri kembali karena sudah tidak ada lagi yang di khawatirkan.


"Sin, tolong buatkan pak Rian kopi ya, dan antar keruanngannya"Hendri menyuruh Sinta sesuai apa yang di amanatkan oleh Rian.


"Baik pak"Sinta kemudian melangkaj menuju pantri yang ada didekat nya dan membuat kopi pesanan bos tampannya. Setelah selesai Sinta segera mengantarkan pesanan Bos nya.


Tok tok tok


"Masuk" Rian mempersilahkan Sinta masuk tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya.

__ADS_1


"Silahkan pak, kopinya"Ucap Sinta dengan sopan dan menaruh nya di atas meja didekat Rian.


"Terima kasih" Rian hanya fokus dengan komputernya.


"Sama-sama pak, permisi" Salsa pun melangkah keluar ruangan setelah Rian menganggukkam kepala.


" Ah betapa beruntungnya Bu Diani, memiliki suami super tampan, super kaya, dan bisa menjaga matanya dari perempuan lain" Sinta yang sering bertemu dengan Diani sudah tidak canggung lagi ketika bertemu Diani yang mengunjungi Rian.


***


Sementara Diani sudah sampai di sebuah sekolah sederhana tempat Icha menimba ilmu. Ia sisambut oleh satpam. "Selamat pagi bu, apa ada yang bisa saya bantu"Ucapnya sopan.


"Selamat pagi pak, saya ingin bertemu dengan wali kelas dua" Diani mengutarakan maksud kedatangannya.


"Selamat pagi pak Man"Sapa Icha yang baru keluar dari mobil.


"Selamat pagi neng Icha"Pak Man terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Pak Man, Kenalin ini bunda Icha" Ucap Bocah 8 tahun itu. Diani hanya tersenyum melihat Icha yang begiti akrab dengan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2