Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 35


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu ternyata sudah satu bulan Diani dan Lena tidak berkomunikasi, mereka di sibukkan dengan urusan masing-masing.


Diani di sibukkan dengan Butik yang telah resmi di buka, ia mulai merancang sketsa baju muslimah yang akan ia pajang di butiknya, karena sejak kecil Diani memang suka menggambar dan hasil karya nya sangat bagus


Dia bercita-cita ingin menjadi seoarang Desainer dan sekarang cita-citanya telah tercapai, bahkan dia telah menjalin kerja sama bersama beberapa perushaan tekstil terbaik di kota itu.


Sementara Lena hanya menyibukkan diri dengan mengurus cafe nya yang sudah memiliki beberapa cabang di luar daerah.


***


Drrtt Drrrt Drrtt


Lena terkejut mendengar panggilan di ponselnya, ia segera menggeser tombol hijau setelah melihat nama MAMA yang tertera.


"Ada apa mah" Ucap Lena, suaranya serak khas orang baru bangun tidur.


"Ya ampun Len, ini sudah jam berapa"Mama Lena sedikit berteriak karena anak nya baru bangun ketika jam menunjukkan waktu 10 pagi.


"Mama nggak usah cerewet deh, kayak nggak tau aku aja" Lena menjawab dengan suara malas.


"Kamu kapan kesini Len, mama kangen tau"Ucap Mama Lena.


Belum sempat Lena menjawab tiba-tiba perutnya terasa sangat mual "Huweeekk, Huweek", ia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Mama Lena panik mendengar anaknya muntah-muntah "Len kamu nggak apa-apa kan nak"Teriaknya diseberang telpon.


Lena yang masih di kamar mandi segera meraih ponselnya "Nggak apa-apa kok mam, paling cuman masuk angin aja, tadi malam begadang nanti di kerok juga baikan kok"Ucap Lena menjawab kekhawatiran mamanya.


"Ya sudah kalau begitu, kamu jangan lupa minum Vitamin ya biar tubuh kamu segar".


"Ia ma, nanti aku suruh Mbok belikan".


"Kalau begitu mama tutup ya sayang, ingat kamu jangan kecapean, dan sering-sering hubungi mama" Ucap mama Lena.


"Iya ma, bye" Lena kemudian mematikan sambungan telponnya.


Perutnya kembali terasa mual karena mencium bau masakan Mbok Nah "Huweekk, huweekk" Ia segera berlari ke kamar mandi terdekat.


Ia teringat kalau masa menstruasinya sudah lewat satu minggu"Jangan-jangan aku hamil, tapi siapa yang melakukannya padaku" Gumamnya bingung.


Saat sampai di depan Apotek Bunda ia ragu untuk turun, namun rasa penasarannya mengalahkan ego nya. Ia segera mengambil masker, kaca mata dan topi untuk memutupi wajahnya agar tidak ada seorang pun yang mengenalinya.


"Ada yang bisa saya bantu mbak"Apoteker bertanya dengan senyum ramah.


"I-itu saya mau beli Vitamin dan" Lena mengehentikan ucapannya sebentar kemudian melanjutkannya "tes kehamilan" Jawab Lena terbata-bata takut ada yang mendengar.


"Owh, testpack, sebentar ya mbak"Ucap Apoteker dan membuat Lena terasa gugup.

__ADS_1


"I-iya" Ucap Riani dengan terbata-bata.


"Silahkan mbak, totalnya menjadi 50 ribu" Apoteker menyerahkan Vitamin dan alat tes kehamilan.


Lena buru-buru mengambil uang 50 ribuan di dalam tasnya dan buru-buru meninggalkan Apotek setelah dia berterimakasih.


Si Apoteker heran melihat tingkah Lena yang tidak biasa "Dasar orang aneh, mau beli test pack aja gaya nya kayak selebriti" Si apoteker memberitahukan teman magangnya.


"Jaman Now sayang, mungkin dia malu karna beli test pack tapi belum menikah" Jawab teman sebelahnya sambil berbisik pelan.


"Au ah gelap"Ucapnya dan melanjutkan aktifitas mereka melayani pengunjung.


Setelah sampai di dalam mobil Lena segera membuka masker dan topinya kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Setelah sampai di parkiran depan rumahnya ia segera berlari ke kamar nya, Mbok Nah yang melihat Lena lari seperti di kejar hantu pun heran. "Non Lena kenapa ya, dari tadi kok sikap nya aneh"Gumamnya namun ia tak mengambil pusing sikap majikannya, ia meneruskan acara memasaknya.


Sesampainya di dalam kamar mandi Lena segera menampung urinnya ke dalam wadah plastik kecil setelah membaca petunjuk pemakaian, ia merasa sangat takut dan was-was dengan hasil test nya.


Ia kemudian mencelupkan alat testnya ke urin sesuai petunjuk pemakaian yang telah ia baca "Semoga garisnya satu" Ucapnya sambil memejamkan mata dia tidak berani melihat hasilnya.


"Apaaaa,"


TBC.

__ADS_1


Bagaimana hasilnya.


Komen di bawah ya teman-teman menurutmu Lena hamil atau cuma masuk angin aja.


__ADS_2