
"Panggil Haikal aja,Kayaknya kalau di panggil pak kok kayak berasa bapak-bapak ya"
"Emang kamu udah tua kali Kal, cepatan nikahnya biar nggak jadi bujang lapuk lu"Rian menjawab dengan nada mencibir.
"Enak aja lo,gue masih ganteng gini dikira tua, mata lu minus kayaknya"Timpal Haikal tidak mau kalah.
"Benar kata Rian Kal, lo buruan tu cari jodoh" Lena yang sejak tadi hanya diam pun menyela pembicaraan Haikal dan Rian.
"Hei kayak kamu udah laku aja Len"kata Diani membuat Lena langsung diam dan memanyunkan bibirnya.
"Lo, ternyata kamu masih jomblo Len"Haikal merasa punya kesempatan.
"Ia nih, tapi bentar lagi kayaknya mau punya,hehehe" Lena tersenyum sambil menatap Rian yang entah fikirannya kemana.
"Bentar kayaknya ada yang salah nih,Kenapa Lena seakan tertarik sama Rian"Kata Haikal dalam hati.
"Oh ia Dii, Suami kamu mana, ini sudah satu jam lo, katanya sudah disini,jangan-jangan dia bohong lagi" Lata Lena yang mengingat kalau mereka akan bertemu dengan Suaminya Diani.
"Benar kan apa yang aku pikirkan, pantesan saja Diani kelihatan sedih, nggak beres nih" Batin Haikal.
Diani terdiam dan menunduk karena Rian pun seakan enggan memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Kamu belum tau Len, orang yang kamu tunggu udah disini"Ucap Haikal dan bikin Lena penasaran.
"Dimana"Lena celingak celinguk melihat sekitar.
"Orang yang kamu cari adalah aku Len"Rian berkata sambil menggenggam tangan Diani"Aku adalah suaminya Diani.
Jdaarrr.
Bagaikan petir disiang bolong Lena terkejut mendengar bahwa orang yang dia cintai adalah suami sahabatnya sendiri.
"Kamu bercanda kan Yan"Lena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya."Dii, serius ini Rian yang kamu ceritakan"Ucap Lena lagi bertanya pada Diani.
Diani mengangguk sambil menunduk tidak berani menatap sahabatnya, karena Diani sudah tau apa yang bakalan terjadi.
"Len, kamu mau kemana"Teriak Diani sambil berdiri mengejar Lena. Lena tak menghiraukan panggilan Diani.
Setelah sampai di dalam ruangannya Lena sudah tidak tahan lagi, ia menangis sejadi-jadinya"Kamu harus menjadi milikku Za, bagaimana pun caranya, kamu harus menjadi milikku" Lena marah dan membanting semua dokumen yang ada di atas mejanya.
Diani mendengar apa yang dikatakan Lena dan menangis"Ya Allah semoga engkau melindungi pernikahan kami" Diani meninggalkan Lena dan turun ke bawah.
Sementara dibawah Haikal dan Rian masih duduk menikmati kopi yang di mereka pesan tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Kal kok Lena main pergi gitu aja sih, setelah dia tau gue suami Diani"Rian yang memang tidak mengerti bertanya dengan polosnya.
"Lo ini gimana sih Yan, masak gitu aja nggak tau"Haikal menjawab dengan santainya.
Rian menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak mengerti sama sekali.
"Lena itu......"Ucapan Haikal terpotong karena Diani datang menghampiri mereka.
"Bagaiman Lena Sayang"Tanya Rian khawatir karena Lena adalah sahabat istrinya.
"Nggak apa-apa kok mas, katanya dia kebelet,He" Diani memilih berbohong dan tidak menceritakan apa yang dia dengar.
"Kalau begitu kita duluan ya Kal" Kata Rian pamit ke Haikal.
"Oh udah mau pulang, bareng deh kalau gitu"Haikal pun berdiri dan langsung meninggalkan cafe bersama Rian dan Diani.
Setelah sampai di parkiran mereka memasuki mobil masing-masing dan melaju ke tujuan masing-masing
VISUAL HAIKAL DAN LENA.
__ADS_1
Lihat yang ganteng dan cantik dulu ya, pengantin baru masih anget nih...