
"Saya Diani pak,Oh ia pak bisa kah bapak antar saya bertemu dengan wali kelas 2" Ujar Diani.
"Oh bisa bu, Silahkan" Ucap pak satpam yang bernama pak man sopan.
Diani menggandeng tangan Icha mengikuti pak Man de belakang, setelah sampai disebuah ruangan yang sederhana.
"Permisi Bu Dewi ada yang ingin bertemu dengan Ibu"Pak Man meberitahukan Bu Dewi.
"Oh ia pak, suruh saja masuk"Ucap Bu dewi.
"Assalamualikum"Diani megucap salam ketika akan masuk ke dalam.
"Waalaikumsalam, silahkan duduk"Be Dewi mempersilahkan Diani duduk di sebuah kursi kayu yang berada di depan mejanya.
"Ada yang bisa saya bantu Bu" Bu dewi heran karena dia tidak pernah merasa bertemu dengan wanita cantik di depannya.
__ADS_1
"Sebelumnya perkenalkan saya Diani, Bunda nya Icha"Diani memperkenalkan diri kepada Bu dewi, seketika dia terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Diani" Bu" Tegur Diani lagi karena Bu Dewi tidak merespon apa yang dikatakan oleh Diani.
"Ah ia, Saya Dewi wali kelas 2 " Ucap Bu Dewi setelah bisa menguasai kesadarannya" Ada yang bisa saya bantu Bu Diani"Terangnya lagi.
"Saya ingin meminta surat pindah untuk Icha"Diani mengutarakan maksudnya ke Bu Dewi.
"Apakah Annisa Khumairoh atau Annisa sari Bu, maaf soalnya di kelas kami ada dua siswi yang di panggil dengan nama Icha" Bu Dewi bertanya ke Diani karena Icha tidak ikut masuk.
"Annisa Khumairoh Bu" Diani menyebutkan nama lengkap Icha dan Bu Diani semakin terkejut mendengar nama yamg disebutkan oleh Diani, karena yang dia tau kalau Annisa Khumairoh berasal dari keluarga miskin.
"Apa ibu tidak salah nama, Icha anak ibu"Ucapnya karena masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Ba-Baiklah, saya akan membuatkannya, silahkan tunggu sebentar"Bu dewi kemudian mengambil secarik kertas dan menaruhnya di mesin printer.
"Mohon tunggu sebentar Bu, saya akan meminta tandatangan Pak kepala sekolah dulu"Ujar Bu dewi kemudian keluar ruangan menuju ruangan kepala sekolah.
__ADS_1
Setelah selesai meminta tanda tangan Bu Dewi kemudian kembali ke ruangannya dan disana dia telah mendapati Icha yang duduk di pangkuan Diani.
"Silahkan Bu, ini suratnya"Bu Dewi menyerahkan Surat yang tadi ditanda tangani oleh Kepsek dan dirinya.
"Terima kasih"Ucap Diani kepada Bu Dewi.
"Maaf Bu, kalau saya lancang bertanya, apakah Icha adalah anak kandung Ibu Diani"Bu Dewi bertanya dengan ragu karena takut akan menyinggung perasaan lawan bicaranya.
"Tidak apa-apa Bu,Huuhhh"Diani mengehela nafas sebentar kemudian melanjutkan ceritanya" Sebenarnya Icha bukan anak kandung saya Bu Dewi, tapi karena saya belum di beri kepercayaan oleh yang kuasa jadi saya bermaksud mengangkat Icha jadi anak saya" Sambungnya.
"Alhamdulillah kalau begitu, saya sangat senang Icha bisa bertemu dengan orang baik seperti anda"Bu Dewi tersenyum sambil berkaca-kaca menatap Icja dan membelai pipinya.
"Ibu terlalu memuji"Ucap Diani dengan senyum manisnya.
"Tidak Bu,Saya tidak memuji karena yang saya tau Icha ini hanya tinggal bersama neneknya, dia anak yang baik dan rajin Bu, setiap pulang sekolah saya selalu melihat Icha membantu neneknya berjualan bunga di taman"Bu Dewi menceritakan apa yang selalu dia lihat setiap sorenya saat dirinya hanya ingin berjalan-jalan.
__ADS_1
Diani hanya terdiam dan matanya terlihat berkaca-kaca mendengar penuturan Bu Dewi tentang Icha, tiba-tiba ponsel Diani berdering membuat ia sedikit terkejut.
TBC