Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 57


__ADS_3

"Aku tidak butuh kamu Martin, kemana kamu selama ini? Sekarang sudah ada suamiku yang akan membahgiakan ku, pergilah," Terang Lena.


"Aku akan memberitahukan semua nya pada suami mu, kalau anak yang di dalam kandungan mu adalah anakku," Tekad Martin.


Braakk


Pintu terbuka lebar Rian dengan wajah merah padam masuk dan memberikan tamparan keras ke Lena.


"Jadi selama ini kamu berbohong Lena?" Geram Rian.


"Nggak Mas, ini semua fitnah, aku mengandung anak mu," Tukas Lena.


"Ternyata benar kata Diani, kamu bukan wanita baik-baik, aku menyesal telah mempercayaimu," Ucap Riani sangat marah.


"Nggak Mas, Diani iri karena aku mengandung anak mu," Sahut Lena sambil mendekati Rian.


"Cukup Lena, aku tidak tuli dan mulai sekarang kamu bukan lagi istri ku," Putus Rian dan meninggalkan Lena yang menjerit memanggil nama nya namun Rian tak perduli.


Rian berjalan dengan tergesa-gesa, ia tak memperdulikan panggilan Lena, yang ia pikirkan hanyalah istri nya, ia merasa sangat berdosa karena tak mempercayai Diani, padahal selama ini Diani telah bersusah payah untuk membuktikan semua kebusukan Lena,


Sesampai nya di rumah ia tak menmukan Diani di ruangan mana pun, Rian pun tetingat jika Istri nya suka sekali berada di taman belakang melihat bunga-bunga yang bermekaran.


Saat menemukan Diani, Rian pun segera berlari dan berlutut.


"Maafkan Aku Sayang, aku telah berdosa tidak mempercayai mu," Ucap Rian dengan derai air mata.


"Mas Rian, kenapa tiba-tiba kamu seperti ini, bukan kah kamu pergi ke Lena," Ucap Diani heran dengan sikap Rian yang tiba-tiba menangis sambil memeluk kaki nya.


"Aku berdosa Dek, maafkan aku, maafkan aku," Ujar Rian lagi.


"Sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkan mu Mas," Sahut Diani dan membelai kapala suami nya.


"Terima kasih Sayang, aku sangat menyesal tidak mempercayaimu selama ini," Ucap Rian memeluk Diani dan mencium kening nya.


"Mas Rian, Diani!" Panggil Lena.


"Ada apa lagi kamu kesini perempuan murahan, aku tidak mau lagi melihatmu, pergi dan jangan pernah menemuiku lagi, aku bukan suami mu lagi," Ucap Rian membuat Diani sedikit terkejut.


"Mas, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku benar-benar mencintaimu," Lontar Lena.


"Pergi Lena, sebelum kesabaran ku habis," Ujar Rian membuat Lena kecewa.

__ADS_1


"Puas kamu Di, puas kamu menghancurkan semua impian ku," Sungut Lena dan ingin menggapai Diani.


"Seharus nya kamu malu Lena, Diani tak menuntut mu," Kata Rian membuat Lena berhenti.


"Silahkan pergi dari rumah ku," ucap Rian ketus.


Lena pun pergi dengan derai air mata dan kesedihan, ia pun berencana pindah keluar negeri menyusul Mami Papi nya dan akan membesarkan anak nya sendiri.


Sementara Rian dan Diani memulai program kehamilan nya, Rian menjalani beberapa tes dan melakukan pengobatan sesuai keluhan.


Setelah tiga bulan berlalu suatu pagi tiba-tiba Diani merasa pusing dan pingsan, Rian sangat panik melihat kondisi istri nya, ia segera membawa Diani ke rumah sakit.


"Silahkan duduk Tuan Rian," Ucap dokter Hendra.


"Bagaimana kondisi istri saya dokter?" Tanya Rian penasaran dan khawatir.


Dokter Hendra tersenyum dan mengulurkan tangan nya, "Selamat Tuan, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah," Ungkap nya.


Rian tercenung mendengar ucapan dokter Hendra ia masih tak percaya kalau diri nya akan segera menjadi seorang ayah.


"Be-benarkah Dokter? Anda tidak bercanda kan?" Tanya Rian tak percaya.


"Benar Tuan, dan bukan hanya satu melainkan dua, istri anda mengandung bayi kembar, dan usia kehamilan nya baru 8 minggu," Ucap Dokter lagi.


"Sama-sama, sekali lagi selamat Tuan," Ucap Doktet Hendra juga ikut terharu melihat kebahagiaan Rian.


Rian segera berlari ke ruangan dimana istri nya di rawat, saat pintu terbuka Diani menyambut nya dengan senyuman, wajah pucat nya tak mengurangi lecantikam nya.


"Sayang, bagaimana keadaan mu? Apa masih pusing?" Tanya Rian sambil mengelus kepala Diani.


"Aku nggak apa-apa Mas, hanya sedikit pusing saja," Ucap Diani dan ingin bangun dari tidur nya, namun di cegah oleh Rian.


"Jangan bangun dulu Sayang," Sahut Rian sangat hati-hati, ia sangat khawatir melihat Diani bergerak.


"Mas, aku hanya sedikit pusing, kok kamu posesif banget sih," Balas Diani jengkel.


"Nggak pokok nya mulai hari ini, kamu nggak boleh banyak bergerak," Ujar Rian membuat kening Diani berkerut.


"Kamu lebay banget deh Mas," Protes Diani.


"Iya karna di sini ada Rian dan Diani Junior," Ucap Rian sambil mengelus perut Diani membuat ia semakin bingung.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih Mas?" Tanya Diani yang belum paham maksud suami nya.


"Kamu hamil sayang," Ungkap Rian.


"A-apa Mas? Kamu nggak bercanda kan? Ini nggak lucu tau nggak,"Kata Diani.


"Nggak Sayang, kamu benaran hamil, dan anak kita kembar," Ucap Rian sambil berkaca-kaca.


"Ya Allah, sungguh engkau maha pengasih, terima kasih ya Allah," Ucap Diani bersyukur sambil menangis dan Rian pun memeluk nya dengan erat.


"Eheemm!" Suara dehaman seorang wanita membuyarkan rasa bahagia Diani dan Rian. "Selamat ya, buat kalian, aku kesini cuma mau minta maaf, dan pamit," Ucap Lena dan terlihat perut nya sudah membuncit.


Diani merentangkan tangan nya dan Lena pun menyambut dan memeluk Diani sangat erat.


"Rian, bagaimana keadaan Diani?" Ucap Mami mertua Diani yang tiba-tiba datang dengan wajah khawatir karena mendapat kabar menantu nya pingsan.


"Diani hamil Mi, Rian akan menjadi seorang Ayah dan Mami akan menjadi Nenek," Ucap Rian.


"Alhamdulillah, selamat ya sayang," Ucap Mami Bella dan mencium kening Diani.


"Terima kasih Mami," Ujar Diani tersenyum.


"Assalamualaikum," Salam Bu Linda, Ibu nya Diani.


"Waalaikumsalam," Jawab semua nya serentak.


"Selamat ya Sayang, Mama sangat bahagia mendengar kabar ini, jangan capek-capek ya," Pesan Bu Linda ke anak nya dan mencium puncuk kepala Diani.


"Iya Ma," Jawab Diani tersenyum karena semua anggota keluarga nya berkumpul merayakan kehamilan nya.


"Selamat Bro, akhir nya jos juga," Suara bariton Ikbal sahabat nya Rian membuyarkan pembicaraan mereka dan ternyata Ia datang bersama Lena.


"Oh iya, udah pada kenal kan Calon Istri Gue," Ucap Ikbal merangkul pundak Lena mesra dan membuat semua mata tertuju pada mereka.


"Len, kamu dan Ikbal akan menikah?" Tanya Diani menatap sahabat nya haru.


"Doain ya, semoga semua berjalan lancar," Ucap Lena malu-malu.


"Alhamdulillah, semoga kamu bahagia ya Len, aku turut bahagia," Ujar Diani memeluk sahabat nya lagi.


Mereka pun akhir nya menemukan kebahagiaan nya masing-masing, tanpa ada yang tersakiti.

__ADS_1


Buat Lena dan Ikbal Semoga bahagia....


__ADS_2