
Arqian merasa senang sekali setelah bermain dengan istri nya, memang sejak memiliki anak mereka sudah tidak bisa sebebas dulu lagi karena setiap malam fhatan betah bergadang
mas, senyuman mu itu seperti maniak, ucap maudy
kamu enak sih, kamu tidak tahu bagai mana aku menahan diri selama ini, balas arqian percaya diri
dan lebih keren lagi kenan, sungguh dia lelaki yang sangat hebat, ujar maudy jujur
bukan hebat, tapi karena terpaksa, coba nanti jika nabila sudah sembuh total,a ku yakin nabila akan di buat tidak bisa bangun dari ranjang nya, kenan diam diam ganas lho, bisik arqian
ih... ngeri, pekik maudy dengan wajah tegang nya
halah, model mu, bukan nya kamu juga suka aku mode begitu kan, sindir arqian menahan tawa
maudy tertawa lirih, antara kesal dan juga malu
terus mereka kapan menikah lagi, tanya maudy kepo
kata kenan itu hanya antara keluarga saja dan tidak mengundang orang lain, termasuk kita, kenan tidak ingin membuat nabila merasa rendah diri dan malu untuk kedepan nya, jawab arqian
iya, aku sangat paham, balas maudy
akhir nya semua dengan baik, memang untuk mencapai bahagia harus banyak ber sabar, saat ada masalah bukan nya kabur tetapi di hadapi dengan tenang, ujar arqian
benar sih, tapi kenapa aku merasa kamu menyindir aku ya mas, tuduh maudy
aku tidak punya maksud begitu, memang nya kamu pernah kabur karena ada masalah, tanya arqian pura pura lupa
lupakan lah, kamu begitu malah semakin membuat aku kesal, sela maudy
yang aku tahu sih, ketika ada masalah kamu akan tetap menanti aku di rumah sambil tersenyum manis, membawakan kopi kemudian bertanya baik baik, dan setelah aku menjelas kan kamu akan memeluk ku dan lebih percaya suami di banding kan orang lain, bisik arqian tersenyum manis
kali ini maudy tidak bisa menahan diri, sudah jelas jika suami nya memang menyindir nya, langsung saja maudy melayangkan pukul lan nya ke lengan suami nya
ah sakit, serius ini sakit sungguhan, pekik arqian
jangan keras keras, mas, nanti fhatan bangun, sela maudy tanpa merasa bersalah
ops.. Maaf, gumaam arqian menutup mulut nya sendiri
__ADS_1
maudy memeluk suami nya, menempelkan hidung nya ke hidung arqian dengan mesra
nah, kalau manis begini kan enak, bisik arqian
eh, mas, aku jadi teringat soal om arman, kira kira bagai mana pertemuan dia dengan umi fatima ya, tanya maudy penasaran
umi fhatima memang cantik dan lembut, tapi aku tidak yakin om arman mau menikah lagi, jawab arqian
loh, kenapa, tanya maudy heran
ya karena dia sudah lama merasa se diri, dan kesendirian nya itu akan terasa lebih nyaman, apa lagi sudah punya dua cucu, pasti nya kèbahagian sudah lengkap dan tidak membutuhkan hal lain lagi, duga arqian
sok tahu kamu, mas, nama nya jodoh hanya allah yang tahu, sela maudy mengejek
aku kan hanya menduga, kalau benar besok kamu harus siap siap melayani ku tiga ronde, sergah arqian
maniak...
loh, kenapa, takut, tantang arqian
maudy mendekap mulut suami nya dengan tangan nya, tetapi arqian malah memeluk maudy dan mereka terjatuh di tempat tidur saling menindih
kamu loh yang menggoda ku, dan mendorong ku dan kemudian menindih ku, balas arqian tidak mau kalah
maudy segera bangun karena memang diri nya di posisi atas
tiba tiba terdengar suara tangisan fhatan, dia segera beranjak untuk menggendong putra nya dan memberikan asi
arqian menatap syahdu, betapa bahagia nya kini, setelah kehadiran seorang putra hidup nya terasa begitu sempurna, tidak ada hal lain yang dia pikir kan selain untuk istri dan anak tercinta
senakal nakal nya lelaki, memang ketika sudah menemukan seorang wanita yang di cintai bisa tunduk dan berubah dengan sendiri nya, apa lagi jika sudah memiliki anak, kebrutalan
dan keangkuhan nya bisa lenyap total, itulah yang di rasa kan oleh arqian
*****
apa yang di duga arqian memang terjadi, arman sama sekali tidak ada niatan untuk menikah lagi,
awal nya arman sangat senang ketika putra memberikan hadiah sajalah, baju muslim, al Qur'an dan juga kain sarung, bahkan ayah mertua nabila itu juga sangat semangat ketika di ajak mengaji ke pesantren bersama amar dan aisyah
__ADS_1
akan tetapi sepulang dari pengajian arman malah banyak diam, dia sedikit kesal pada kenan
karena dengan sengaja mencoba mendekat kan dia dengan umi fhatima
ayah, apakah umi fhatima kurang cantik, tanya kenan penasaran
arman terdiam, malas menanggapi kenan
ayah, kalau memang umi fhatima kurang cantik dan menarik nanti akan aku cari kan lagi yang lebih, sela kenan
arman langsung mengurungkan niat nya untuk masuk ke kamar, melain kan menatap ke dua bola mata kenan dengan lekat
ken, jika ayah berniat menikah sudah dari dulu ayah lakukan, ayah tidak ingin menikah bukan karena tidak laku atau bagai mana, selama ini kamu tidak tahu berapa banyak perempuan yang bahkan masih seusia mu datang merayu ayah, ayah tidak mau menikah lagi, ayah sudah bersyukur dan bahagia denagn hidup kehidupan saat ini, harapan ayah hanya ingin berubah menjadi lebih baik lagi, sambil melihat pertumbuhan cucu cucu ayah dengan baik, jawab arman tegas
kenan langsung tertunduk malu, merasa menyesal karena sudah lancang
maaf, ayah, aku hanya tidak ingin ayah sendiri lagi, ucap kenan lirih
aku sendiri, memang nya kamu, nabila, AZZAM dan AZURA bukan manusia sampai mengatakan ayah sendirian, sela arman
kenan langsung memeluk ayah nya erat sekali, kini dia bisa paham apa ke inginkan ayah nya yang sesungguh nya
ini untuk terakhir kali nya, tidak ada yang ke dua kali nya kamu mencoba memaksa ayah untuk menikah lagi, sekarang kamu
segera kembali ke kamar, bujuk arman sembari menepuk pundak kenan
iya, ayah, aku minta maaf, jawab kenan
tidak apa apa, ayah tahu kamu hanya ingin membuat ayah bahagia, tapi kamu harus tahu, kebahagian ayah hanya dengan kebahagian kamu, balas arman berlalu masuk ke dalam kamar
sesampai nya di kamar, arman mengeluarkan foto dari dompet nya, foto ulang tahun kenan saat ber usia lima tahun
dengan senyum ke iklasan arman menyobek bagian foto ibu kenan dan membuang nya
sekarang rasa bersalah ayah sudah hilang, karena kamu sudah menemukan kebahagian mu yang sesungguh nya, nak, maaf kan ayah karena dulu tidak bisa mempertahan kan ibu mu, sehingga tumbuh tanpa kasih sayang yang sempurna, tetapi kini, kamu sudah hidup bahagia bersama nabila, AZZAM dan AZURA, hidup mu sudah sangat sempurna, humam arman dalam tangisnya
arman tidak bisa memungkiri, rasa sakit hati nya ketika di tinggal sang istri hanya karena dia bangkrut, sedang kan saat itu kenan masih begitu kecil, arman terus terngiang ngilang bagai mana setiap malam kenan memanggil manggil ibu nya , sejak saat itu pula, arman menjadi menggila kerja, berharap ketika sudah sukses istri nya akan pulang, tetapi nyata nya istri tidak pernah kembali lagi
arman menyimpan lagi foto dia dan kenan ke dalam dompet, begitu mendengar tangisan dari salah satu cucu nya di langsung keluar dari kamar sekedar ingin melihat
__ADS_1
keadaan cucu nya..