Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 73 KECEMASAN KENAN


__ADS_3

Nabila terbangun dari tidur nya, keringat dingin sudah membanjiri kening dan seluruh tubuh nya, jantung nya berdetak lebih kencang dan hati nya berdebar debar


astagfirullah, kenapa aku bermimpi seperti ini,


nabila menoleh ke jam dinding, rupa nya masih jam 3 pagi


secara perlahan nabila bangkit dari tempat tidur nenek nya dan segera menuju ke kamar mandi, nabila mengambil wudhu, kemudian ke kamar nya sendiri dan melaksana kan sholat tahajjud


nabila sudah tidak tahu lagi harus bagai mana, dia hanya bisa pasrah dan memohon pada allah untuk di berikan ketenangan hati, karena pada dasar nya hidup ini akan selalu banyak ujian, melainkan jika memiliki hati yang kuat semua akan nampak baik baik saja, berbeda denagn hati yang rapuh, sedikit guncangan saja sudah membuat jiwa raga rubuh


selesai sholat tahajjud, nabila berniat untuk mbaca al Qur'an, tetapi tiba tiba ke palanya menjadi pusing dan tubuh nya terasa begitu lemas


nabila tidak jadi mengambil al Qur'an yang tersimpan di atas meja, dia malah bersujud di atas sajadah dan terus beristigfar sampai tampa sadar dia tertidur lagi


di sisi lain juga ada kenan yang terus terusan berdoa menyebut nama nabila, lelaki itu masih bersimpuh di atas sajadah dan mengharap allah bisa membalikan hati nabila agar tidak lagi dendam pada nya


esok hari nya begitu mendengar nabila sakit dia langsung neluncur lagi ke rumah nenek nabila yang berada di kampung


agak siangan baru sampai di sana, kenan segera memanggil dokter setelah makan bubur hangat dan minum lalu tertidur


malam ini kenan merasa enggan untuk kambali ke kamar nya, entah kenapa ada persaan tidak rela membiar kan nabila sendiri.


sejak kapan aku menjadi begitu peduli pada mu nabila, kamu sungguh perempuan pertama yang menjadi kelemahan ku, aku berjanji akan menjaga mu dan merawat mu, tapi aku mohon beri aku kesrmpatan untuk membuktikan nya, gumam kenan sambil membelai jilbab nabila


di sisi lain nabila mendengar ucapan kenan yang barusan, hanya saja seolah suara itu ada di dalam mimpi


sampai sore hari kenan masih berjaga di samping nabila, takut nya jika nanti sang ke kasih menginginkan minum atau apa pun


duh besar saja, tiba tiba nabila terbangun sebab kehausan


haus ya, tanya kenan lembut


iya, jawab nabila cuek tapi tidak enak, menolak karena ada nenek nya


tunggu sebentar, aku akan ambilkan segera, balas kenan langsung beranjak pergi

__ADS_1


dalam hati nabila tersentuh, seorang kenan bos besar yang memiliki status tinggi akan tetapi bisa bersikap baik pada nya, padahal perbedaan derajat mereka teramat jauh


walau pun setiap kali hati nabila berdebar, akan tetapi trauma di masa lalu masih selalu menghantui, membuat diri nya ragu untuk menerima sepenuh hati tapi juga tidak bisa menolak


tak lama kemudian kenan masuk sambil membawah kan minum


dengan agak ke susahan nabila bangun dan meminum air putih tersebut


kak kenan, kenapa kamu masih di sini, sebaik nya kamu istirahat karena besok kamu berkerja, ucap nabila berniat mengusir secara halus


aku tidak bisa tidur dan tidak tenang jika meninggal kan mu sendiri, nabila, maaf kan aku karena aku sudah membuat mu sakit begini, ucap kenan masih merasa bersalah


nabila terkejut, tanpa terasa rasa iba mulai merasuki relung hati nya


aku sudah merasa baikan, kak kenan, sebaik nya kamu segera pulang saja, balas nabila


kalau begitu boleh kan aku tidur di sini sampai sore, di kamar samping mu dulu, aku berajnji nanti sore aku balik, pintah kenan dengan nada memohon


nabila kaget dengan permintaan aneh tersebut, mau bilang tidak tapi kenan beranjak duluan ke tempat tidur memang khusus tamu


secara perlahan nabila memejamkan mata dan tidur terlelap lagi, tak mala kemudia kenan kembali lagi dan menatap wajah nabila dari samping yang tampak cantik dalam keadaan tertidur pulas


nabila, aku akan membuat mu menerima ku dan tidak bisa menolak ku, batin kenan ikut memejamkan mata dan tertidur di kursi dekat tempat tidur nabila


sore nya nabila ternbangun dan, di samping nya kenan sudah tidak ada


dengan tertatih dia masuk ke kamar mandi, akan tetapi tak berapa lama kemudian dia sudah terjatuh lagi karena tidak bisa menyangga tubuh nya sendiri yang memang masih lemah


kenan yang baru mau masuk dengan cepat langsung menyusul dan mendapati nabila sudah tergeletak di lantai


astaga, mari aku bantu, pekik kenan panik


nabila mau menolak tetapi dia tidak bisa berdiri


nenek sedang tidak ada, jadi jangan menolak

__ADS_1


di bantu kenan, nabila bisa berdiri tegak dan mencuci muka sekali gus sikat gigi, walau pun merasa sungkan tapi dia memang tidak sanggup berjalan seorang diri


tidak perlu sungkan, kelak sebagai suami mu aku akan selalu perhatian pada mu, timpal kenan santai


ketika wajah nabila memerah, dan kenan sangat menikmati pemandangan ini


apa kamu tidak masuk kantor, tanya nabila kesal


mana mungkin aku tega membiar kan calon istri ku sendirian, balas nabila semakin ingin menggoda


kak, aku mohon jangan mengerjai aku terus, pinta nabila tak kuasa


kenapa, aku membicara kan sebuah fakta, sudahlah, sekarang kamu makan biar aku suapi, balas kenan tenang


nabila semakin di buat kelabakan jika terus menerus di perhatiakan oleh pemuda yang begitu tampan ini


aku bisa sendiri, tolak nabila secara halus


kalau kamu tidak mau maka aku akan mencium mu, ancam kenan tersenyum mempesona


kak kenan, kamu ini baru calon suami bukan sudah sah menjadi suami, jadi tidak seharus nya kamu bersikap begini, sergah nabila tegas


kenan langsung menciut nyali nya, apa lagi kemudian jamilah datang membuat kenan tidak ingin mengulang lagi kecerobohan yang sama


ayo semua makan, nak kenan juga kamu semenjak tadi tidak mau makan, ajak jamilah


nabila melirik penasaran, tetapi melihat kenan memang membuat meleleh


aku tidak nafsu makan jika nabila juga tidak makan, nek , aku tidak bisa pulang jika aku belum melihat dia baikan, karena pasti aku akan khawatir terus dan tidak bisa fokus apa apa, jawab kenan yang membuat nenek nya terharu


nabila, ayo makan terus minum obat, kenan sejak tadi terus menjaga mu, karena nenek tadi pergi, ada hal penting yang harus di urus, jadi tidak sempat memasak dan membeli makanan di luar, ujar jamilah


iya, nek, jawab nabila patuh


dan sungguh ajaib, yang tadi nya makan hanya bisa sedikit sebab lidah terasa pahit tetapi kini sudah habis banyak, nabila bertekad ingin segera sembuh agar kenan juga mau pulang, dia merasa tidak nyaman, benci, tapi ada kebahagian terselubung, seperti cinta lama yang bersemi kembali, tetapi rasa trauma juga belum mau hilang, sungguh melihat kenan membuat diri nya semakin tersiksa

__ADS_1


kenan melirik ke nabila, merasa senang jika calon istri kecil nya itu makan banyak, trik nya berhasil, dia tahu jika kehadiran nya tidak di harap kan tetapi kenan nekat memasang muka tebal...


__ADS_2