Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 40


__ADS_3

Lucas sedang berusaha mengulik informasi melalui anak buah nya yang dia utus masuk ke perusahaan Wijaya Group "Bagaimana apa kamu mendapatkan informasi tentang bisnis Wijaya Group mana yang sistem keamanan nya paling mudah diretas"Lucas menelpon Edi sang anak buah sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Sejauh ini saya belum berhasil menemukannya tuan"Ucap Edi sambil sedikit berbisik karena takut kalau ada seseorang yang mendengarnya.


"Sial, kamu sangat lambat, aku sudah membayarmu mahal tapi kamu tidak bisa diandalkan, kamu nggak berguna sama sekali"Bentak Lucas dan menutup telponnya.


Edi merasa takut kepada bos nya, tanpa sengaja dia menabrak Hendri yang akan ke toilet, karena toilet di ruangan nya sedang bermasalah.


"Maaf kan saya pak, saya tidak berhati-hati"Ucap Edi sambil menundukkan kepalanya.


Hendri bingung karena sebelumnya dia tidak pernah melihat Edi di kantor "Aku tidak pernah melihatmu, apa kamu pegawai baru".


"I-ia pak, saya baru 1 minggu bekerja" Edi sangat gugup bahkan sangat jelas sekali di lihat oleh hendri.


"Kenapa kamu gugup, aku hanya bertanya hal sepele, apakah aku begitu menyeramkan"Hendri yang00 sebenarnya sudah mendengar pecakapan antara Lucas dan Edi bertanya dengan sorot mata yang tajam dan mengintimidasi, membuat orang yang melihatnya pasti akan merasa takut.


"Ti-tidak pak, Kalau begitu saya permisi"Edi yang akan melangkah segera di cegah oleh Hendri.


"Apa kamu menginginkan kehancuran Wijaya Gruop dan perusahaan yang bernaung dibawahnya"Hendri berkata tanpa menatap Edi.

__ADS_1


"Ma-Maksud bapak,sa- saya tidak mengerti"Edi berpura-pura bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Hendri.


Hendri pun memutar rekaman percakapan Edi dengan Lucas dan itu berhasil membuat Edi mati kutu.


"Sa-saya....."Edi terbata namun ucapannya di potong oleh Hendri.


"Aku juga sama, aku menginginkan hal yang sama, yaitu Kehancuran Wijaya Group"Hendri berkata dengan senyum misterius yang sulit diartikan.


"Ma-maksud bapak"....


"Ia aku muak karena hanya menjadi Asissten di sini"Hendri berkata dengan kedua tangan dilipat di dada dan badan yang disandarkan di tembok.


"Temui aku di Apatemen Kingstone lantai 15 kamar No 1011" Ucap Hendri dan berlalu pergi dengan senyum licik nya.


Edi hanya melongo mendengar apa yang Hendri ucap kan barusan dan berkata "Akhirnya kau akan hancur Pak Rian, dan Bos pasti akan memberikan ku bonus yag besar, Hahahah"


Karyawan yang berlalu lalang bingung melihat Edi yang senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


"Eh, kamu lihat nggak si OB baru itu, kok dia senyum-senyum nggak jelas ya" Ucap salah satu staf kantor wanita yang memang suka ghibah.

__ADS_1


"Au ah, mungkin kesambet kali"Jawab temen nya yang nggak mau ambil pusing dan melanjutkan pekerjaannya.


"Ehh, kerja,kerja jangan makam gaji buta"Seloroh teman di dekatnya dan itu membuat mereka diam dan kemudian melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


***


Pukul 5 Sore semua staf karyawan mulai meninggalkan kantor dan pulang kerumah masing-masing, Saat semua nya sudah pergi, Rian dan Hendri baru keluar dari ruangan nya.


"Bagaimana Hen, apa mereka sudah ada pergerakan"Tanya Rian kepada Hendri sambil memasuki lift.


"Sejauh ini sih belum kak, cuman tadi ada seorang OB baru yang mencurigakan" Jawab Hendri dengan bahasa yang informal karena jam kantor sudah usai.


"Aku serahkan semua sistem keamanan perusahaan sama kamu Hen"Kata Rian sebelum memasuki mobil nya.


"Jangan khawatir kak, serah kan semua nya sama aku, sekarang hanya pikirkan bagaimana cara nya kakak agar secepat nya kasi aku keponakan, By"Hendri berkata sambil berlalu ke mobil nya.


Rian sangat kesal mendengar kata-kata Hendri" Pikirkan saja dirimu, dasar jomblo karatan"Ucap Rian sedikit berteriak namun di abaikan oleh Hendri.


Pak Ben yang mendengar perkataan majikannya hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2