
"Jika sekali lagi kamu mengirimkan aku seperti itu, kau tidak akan mendapat apapun dariku" Rian bergidik ngeri melihat emoji yang dikirim oleh Hendri.
"Baiklah bos, yang terpenting vilaku aman" Hendri membalas pesan WA Rian tanpa merasa bersalah.
"Asal kau tidak macam-macam maka semuanya aman"Rian membalas lagi pesan Hendri.
"Ashiaaaapp"Balas Hendri.
Hendri dan Rian telah bersama selama 10 tahun, Hendri di besarkan oleh pak Wijaya dan diangkat menjadi anak saat dia mengamen dan kelaparan di depan Lestoran.
FLASHBACK ON.
Kala itu Hendri kecil sedang bernyanyi dengan suara yang tertahan karena merasa sangat lapar, di antara sekian banyaknya orang hanya ada beberapa yang memberinya uang dua ribuan.
Pak Wijaya yang melihatnya pun iba, ia melambaikan tangan kepada Hendri kecil namun saat mendekat ke meja pak Wijaya dia di tegur oleh pelayan dan di usir. pak Wijaya segera bangkit "Dia adalah tamuku" Ucapnya dengan raut wajah tenang.
"Ba- baiklah Tuan"Ucap Pelayan itu takut karena pak Wijaya adalah pemilik Lestoran.
__ADS_1
Hendri kecil yang masih merasa takut pun terdiam dan tidak berani mendekat "Kemarilah Nak"Ucapnya lagi dan Hendri pun berjalan ke arahnya.
"Siapa namamu"Tanya Pak Wijaya setelah Hendri duduk.
"He-hendri Tuan"Ucapnya terbata.
"Kamu jangan takut, apa kau lapar" Pak Wijaya dengan sikap tenang nya membuat ketakutan Hendri sedikit berkurang.
Hendri kecil hanya menganggukkan kepalanya, dan pak Wijaya memesankan beberapa ayam goreng dan nasi untuk Hendri makan dan di bawa pulang.
Setelah beberapa menit Hendri pun menghabiskan makanan nya dengan lahap"Te -terima kasih banyak tuan"Ucapnya segan.
Hendri terdiam menatap makanan yang di berikan oleh pak Wijaya. Pak Wijaya bingung dengan ekpresi wajah Hendri.
"Kenapa apa masih kurang"Tanya Pak Wijaya.
Hendri hanya mengeeleng dan terlihat ada bulir-bulir bening menetes di pipinya.
__ADS_1
Pak Wijaya semakin iba melihat Hendri kecil "Hey Nak, ada apa kenapa kamu menangis".
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi pak, setelah kedua orang tua ku meninggal"Tutur Hendri dan membuat pak Wijaya terkejut.
"Kalau begitu, kamu harus ikut aku, tidak ada bantahan"Ujar Pak Wijaya dan dia segera berdiri di ikuti oleh body guard nya.
Hendri yang masih bingung tidak ikut berdiri Pak Wijaya berkata lagi"Apakah kau mau tetap tinggal di jalanan, atau kau mau ikut dengan ku dan merubah hidupmu"Pak Wijaya berkata tanpa menatap Hendri.
Hendri yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Pak Wijaya pun segera bangkit dan dengan ragu-ragu mengenggam tangan pak Wijaya.
Pak Wijaya yang merasa ada tangan mungil mengenggam tangannya pun tersenyum "Aku akan membuat hidupmu jauh lebih baik nak, kau akan ku jadikan anak ku, dan akan ku sematkan namaku di belakang nama mu" Ucap pak Wijaya di dalam hati sambil berjalan dengan elegan dan wibawa nya.
Semua yang melihat pak Wijaya bersama anak laki-laki yang kumal pun tidak ketinggalan mengabadikan momen langka ini, mereka memotret dan mengunggah poto pak Wijaya dan Hendri kecil.
FLASH BACK OFF
Hendri yang mengingat kebaikan pak Wijaya pun terharu dan dia berjanji kalau dia akan mengabadikan seluruh hidupnya untuk keluarga Wijaya.
__ADS_1
Dan setelah dia di latih oleh komandan tentara suruhan pak Wijaya menjadi Hacker, penjinak bom, dan body guard, dia kemudian membuka perusahaan yang berbsis IT gratis untuk anak-anak jalanan dan dia sendiri yang turun tangan langsung mengajarkan anak-anak tersebut sehingga mereka bisa menghasilkan uang sendiri, dan kini perushaan nya berkembang pesat di bawah naungan Wijaya Group.
TBC