Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 21


__ADS_3

Nenek ijah mempersilahkan Diani dan rian masuk "Silahkan masuk pak bu" Ucapnya sambil terbatuk-batuk.


"Terima kasih nek"Jawab Diani sambil duduk lesehan di karpet.


"Begini nek saya dan suami saya berencana mengajak nenek dan Icha tinggal di rumah" Diani dengan tersenyum mengajak nenek ijah ikut dengannya.


"Maaf bu, bukannya menolak tapi saya takut merepotkan" Nenek ijah menolak dengan halus ajakan Diani.


"Tidak sama sekali nek, malahan saya akan sangat senang jika nenek dan icha bersedia tinggal dengan kami" Diani meyakinkan nenek ijah.


"Icha mau kan tinggal sama tante dan om"Tanya Diani sambil mengelus lembut kepala icha yang tertutup jilbab.


"Mau tante"Jawab icha sambil tersenyum.


"Ayo nek kita ikut tante dan om baik"Bujuk Icha ke nenek ijah.


Nenek ijah menatap sayu ke Rian dan Diani kemudian diangguki oleh keduanya.


"Baiklah kalau begitu, saya kedalam dulu ambil barang-barang pak bu"Nenek ijah pun masuk ke dalam mengambil pakaiannya dan icha.


Tidak butuh waktu lama nenek Ijah keluar membawa sebuah tas dan berkata"Saya tidak tau bagaimana harus berterima kasih sama ibu dan bapak" Ujarnya sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Nenek tidak perlu sungkan, saya ikhlas membantu nenek dan icha"Kata Diani sambil merangkul nenek ijah.


"Terima kasih banyak bu, pak"Katanya lagi sambil mencium tangan Diani. Dan Diani langsung menarik tangannya" Tidak perlu berlebihan Nek, saya sangat senang jika nenek mau tinggal sama saya.


"Mari Nek kita berangkat"Ucap Rian yang sedari tadi hanya diam.


Nenek ijah mengangguk dan berjalan mengikuti Diani dan Rian yang menggandeng Icha.


"Silahkan Nek"Ucap Diani sambil membukakan pintu mobil.


Nenek Ijah pun masuk dan di ikuti oleh Icha, Rian dan Diani.


Nenek ijah bingung karena Rian memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit tersebut.


"Ayo Nek kita turun"Ucap Diani membuyarkan lamunan nenek Ijah.


"Maaf buk siapa yang sakit, kok kita kesini"Tanya nenek ijah penasaran.


"Tidak ada yang sakit nek, saya sengaja bawa nenek kesini supaya bisa di periksa" Diani menjawab dengan senyum tulus.


"Ya Allah buk, saya harus bagaimana supaya bisa membalas kebaikan ibu dan bapak" Nenek ijah terharu dengan kebaikan Rian dan Diani.

__ADS_1


Diani menggelengkan kepala dan menuntun nenek ijah masuk ke dalam RS, sementara Rian menggandeng tangan Icha.


"Nenek tunggu sebentar disini ya, saya daftarkan dulu"Ujar Diani dan di angguki oleh Nenek Ijah.


Diani kemudian maju ke bagian administrasi dan mendaftarkan Nenek Ijah, setelah mengambil no antrian Diani kembali duduk bersama nenek ijah.


Sementara menunggu giliran Diani dan Rian mengajak Nenek ijah dan Icha ke kantin untuk makan karena mereka sudah merasa lapar.


"Icha sayang kamu mau pesan apa"Tanya Diani karena sedari tadi Icha hanya diam.


"Ini tante" Tunjuknya pada menu karena Icha masih sulit membacanya.


"Oh Icha mau makan ayam crispy"Ujar Diani dan diangguki oleh Icha, Diani menulis apa yang di tujuk oleh Icha tadi.


"Minumnya Jus strowberry aja mau nggak sayang"Tanya Diani lagi dan diangguki lagi oleh Icha. Setelah semua pesanan lengkap Diani memanggil pelayan dan menyerahkan pesanan mereka.


"Saya ulangi pesanannya ya bu, 2 Lalapan ayam pedas, 1 ikan crispy, 1 ayam crispy, 2 Es Jeruk , 1 air mineral dan 1 jus strowberry" Kata pelayan Kantin dan diangguki oleh Diani "Mohon ditunggu sebentar ya pak bu" Ucapnya lagi


"Ia terima kasih"Ucap Diani


Setelah menunggu selama 10 menit pesanan makanan mereka akhirnya datang.

__ADS_1


__ADS_2