Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 47


__ADS_3

Pagi hari nya sesuai janji yang telah mereka sepakati dan rencana kan, Diani dan Rian menuju kota Y untuk bertemu dengan dokter Bian Alexander.


45 menit dalam perjalanan mereka telah sampai di sebuah rumah sakit besar dan megah, sebelum turun Diani menarik nafas pelan berharap semua akan baik-baik saja.


Rian menuntun Diani masuk dan menuju reseptionis khusus kandungan untuk melakukan pendaftaran ulang, dan tidak menunggu begitu lama nama mereka di panggil.


Saat memasuki ruangan dokter yang serba putih Diani menyapu pandangan dan sangat gugup, berharap dokter yang di temui kali ini bukan lah orang yang sama dari masa lalu nya.


"Selamat siang dokter" Sapa Rian pada seorang laki-laki yang menggunakan jas putih dan berkaca mata.


"Selamat siang" Balas nya singkat. "Silahkan duduk"Ucap Dokter Bian tanpa memandang pasien yang ada di hadapan nya.


"Ibu Diani Putri, keluhan nya app" Ucapan dokter Bian langsung terhenti saat melihat Diani.


Deg


jantung Diani seakan berhenti berdetak saat tatapan mata Dokter berwajah Arab itu menatap nya tajam. Diani tak akan pernah lupa manik mata coklat yang dulu pernah membuat nya jatuh hati, bahkan dalam lubuk hati yang paling dalam masih menyimpan rasa rindu.

__ADS_1


"Ehheemm" Rian berdehem untuk mengembalikan mereka ke dunia nyata.


"Maaf, Eheemm, baiklah Ibu Diani apa keluhan nya sekarang".


Diani masih tak percaya sehingga ia mengabaikan pertanyaan dokter Bian.


"Bu, bagaimana, biar saya bisa langsung observasi"Tanya Dokter Bian lagi.


"Sayang, ada apa" Rian yang melihat Diani terdiam khawatir.


Bian menerima berkas yang di berikan oleh Diani, dan membaca nya tapi yang membuat ia heran adalah semua hasil Lab nya bagus.


"Ini semua bagus, tapi kita coba periksa ulang ya" Ucap Bian sambil terseyum ke arah Diani.


Seorang suster masuk dan membawa Diani ke sebuah ruangan, dimana disana terdapat berbagai macam alat medis seperti alat USG dan lain-lain. Diani berbaring di sebuah ranjang dan suster tadi menuangkan Gel ke perut Diani.


Dokter Bian langsung melakukan pemeriksaan sesuai prosedur, dan hasil nya rahim Diani bersih dan sehat.

__ADS_1


"Semua nya bagus, apakah selama ini siklus menatruasi nya lancar" Tanya dokter Bian.


"Nggak dok, kadang teratur sebulan sekali dan kadang tiga bulan sekali" Jawab Diani.


"Baik kalau begitu kita lakukan pemeriksaan indung telur (ovarium) dan sel telur ya (ovum ) ya".


Diani mengangguk dan Dokter Bian melakukan tugas nya, setelah selesai Diani bangun dan duduk kembali. Diani menunggu hasil tes nya keluar sekitar 15 menit. Suster yang di ketahui bernama Nova itu menyerah kan sebuah kertas berisi hasil periksaan, Dokter Bian mengamati setiap detail kata yang terdapat di dalam kertas tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian Dokter Bian menjelaskan hasil yang ia dapat.


"Baik bu Diani, disini ukuran sel telur ibu hanya 15 mm sedangkan untuk ukuran normal nya adalah 18 - 22 mm" Terang Dokter Bian, Diani dan Rian belum paham apa yang di sampaikan.


"Maksud nya dok, apakah saya mandul?" Tanya Diani khawatir namun Rian berusaha menenangkan nya.


"Bukan Bu, Ibu masih bisa hamil meskipun kecil kemungkinan nya" Ujar Dokter Bian dengan berat hati.


Bagaimana kelanjutan cerita nya pantengin terua ya beasti.

__ADS_1


__ADS_2