
"Reza, kenapa tega sama aku, aku begitu mencintai mu tapi kamu malah sama sahabatku, apakah tidak ada perempuan lain selain dia Za"Lena terus saja berbicara sendiri sambil menangis dan itu membuat Martin yang memang menyimpan rasa sejak dulu terhadap Lena sakit hati.
"Aku harus membalas rasa sakit hatimu Len, Reza kau harus rasakan pembalasan ku, karena kau telah membuat orang yang aku cinta seperti ini" gumam Martin dalam hati, Martin berencana membuat Rian sadar apa yang sudah dia lakukan.
Martin melihat Lena yang sudah tertidur bertumpu pada tangan di atas mejanya "Apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa sepeeti dulu Len".
"Ted, kamu mau kan bantu aku memberi pelajaran pada Reza" Martin mengajak Tedi mencelakai Rian.
"Ia bro, ayo kita beri pelajaran kepada laki-laki yang tidak punya perasaan itu" Tedi menyetujui ide hila Martin.
"Baiklah kalau begitu aku antar Lena ke kamar dulu ya" Martin langsung menggendong Lena yang sudah mabuk berat.
Tedi mengangguk dan Martin langsung membawa Lena ke kamar di dalam kantornya, tempat biasa Lena tidur ketika dia mabuk berat, dan Martin tidak keberatan untuk menemani Lena disana.
Tedi kemudian bangkit kembali ke mini bar setelah Maryin membawa Lena ke atas.
__ADS_1
***
Rian dan Diani sangat bahagia karena Icha mau menjadi anak angkatnya.
" Mas berarti Icha harus kita pindahkan ke sekolah yang dekat dari sini" Ucap Diani saat akan tidur.
"Ia sayang, kamu atur saja, oh ia bagaimana kalau kita pindahkan Icha ke sekolah kita yang di daerah B biar lebih dekat dari sini"Rian membelai rambut Diani sambil memeriksa email yang masuk ke PC nya.
"Ya sudah kalau begitu besok aku urus berkas-berkas yang diperlukan ke sekolahnya Icha yang dulu" Ujar Diani sambil rebahan.
Tak butuh waktu lama mereke berdua pun terlelap dalam mimpi indah masin-masing.
***
Sementara itu di sebuah kamar club malam Martin merebahkan tubuh Lena yang sudah tidak berdaya karena mabuk ke atas kasur, saat akan beranjak keluar kamar tiba-tiba tangan Lena menarik tangan Martin
__ADS_1
" Yan, jangan tinggalin aku, aku sangat mencintaimu, ku mohon tetaplah disini" Lena mengigau dan itu membuat Martin semakin sakit hati mendengar apa yang dikatakan Lena meskipun secara tidak sadar.
"Ayolah Rian, temani aku malam ini, kita nikmati malam ini bersama"Lena semakin menarik tangan Martin dan memeluknya.
Bagaikan mendapat jackpot Martin yang mendengar ucapan Lena pun menganggukkan kepalanya, Lena membuka kancing kemeja Martin dan mereka mulai dengan cium*** panas yang lama-lama semakin bergairah, dan mereka melakukan penyatuan. Lena mengira Martin adalah Rian karena terlalu mabuk.
Setelah mereka selesai dengan aktivitasnya Martin segera bangkit dan memakai kembali pakiannya, dia pun memaikaikan Lena pakaiannya juga seperti semula biar Lena mengira mereka tidak pernah terjadi apa-apa.
Martinpun keluar dari kamar dengan senyuman yang tidak dapat diartikan, apakah dia senang ya dia sangat senang karena apa yang selama ini dia impikan akhirnya malam itu terwujud, meskipun Lena memanggilnya dengan nama orang lain, tidak masalah baginya.
TBC
Apakah author akan buat Lena hamil anaknya Martin,?
Komennya ya teman-teman.
__ADS_1