
Nabila memutus kan ingin mengaji di pesantren, berangkat jam dua pulang jam lima sore
nabila sudah memakai gamis berwarna pink dengan jilbab yang senada, kini dia hanya tinggal menunggu sepupu nya datang karena yunita tadi mengantar kan ibu nya pergi keluar
sambil menunggu, nabila membuka bungkusan yang isi nya ada berapa buku, yaitu mengenai tata cara sholat, ahlak wanita muslimah dan juga al qur'an terjemahan nya di berikan DIQAH kemarin sore
DIQAH sangat baik sekali pada ku, aku sangat beruntung bertemu dengan nya, gumam nabila senang
nabila mengambilponsel nya dan mendengar kan lagi suara DIQAH saat sedang mengaji, secara perlahan dia mulai bisa meniruh nya, karena memang nabila memiliki suara yang bagus dan daya ingat yang tinggi sehingga dia tidak kesulitan dalam belajar
nabila semakin suka dan bersemangat belajar, hati nya begitu tenang saat melafalkan ayat suci al qur'an
aku semakin ingin belajar lagi, tekad nabila
nabila sudah mendapat kan informasi mengenai univesitas
namun, saat ini dia ingin fokus belajar dasar agama terlebih dahulu seperti rukun sholat dan doa doa lain nya
nabila, kamu sudah siap, tanya yunita yang baru datang dari balik pintu
sudah dari tadi, jawab nabila
maaf agak lama, tadi ibu ku mampir beli gula dulu, balas yunita
tidak apa apa, ayo kita berangkat sekarang, ajak nabila tersenyum riang
nabila, apa kamu mau mencoba di depan, biar nanti kalau mau ke mana mana bisa naik motor sendiri tidak perlu menunggu aku, kamu tahu sendiri aku sering di suruh ibu ini itu, tawar yunita
kapan kapan saja belajar nya, sekarang aku terburu buru takut telat ngaji nya, jawab nabila
baik lah kalau begitu, balas yunita
nabila berpamitan dulu pada nenek nya, jamilah terlihat begitu bahagia saat melihat nabila memakai pakaian muslim, karena justru semakin terlihat sangat cantik dan membuat siapa pun yang melihat akan merasa sejuk
hati hati ya, nanti kalau mau pulang telepon yunita biar di jemput, tutur jamilah
iya, nek, assalamuallahikum,pamit nabila
waalaikumsalam, jawab jamilah
dalam perjalanan nabila merenung, selama di dunia belum sempat membahagia kan ke dua orang tua nya, sehinggah kini dia ingin pandai mengaji dan bisa terus mengirim kan doa pada mereka, meminta kan ampunan agar ke dua orang tua nya mendapat kan tempat yang mulia di sisi allah
sesampai nya di pondok pesantren nabila masih sedih, dia semakin ingin menangis karena teringat dosa nya
nabila, aku pulang dulu ya, kalau sudah selesai telepon saja, ucap yunita
iya, kamu hati hati di jalan, balas nabila
setelah nabila memasuki pintu gerbang, dia melihat DIQAH yang datang menghampiri nya
lelaki itu tampak terkejut dengan penampilan baru nabila yang memakai hijab dan gamis
nabila, kamu di minta untuk menemui nenek dulu, timpal DIQAH
baiklah, jawab nabila berjalan sambil menunduk malu, karena baru kali ini memakai hijab terkadang ada rasa kurang percaya diri
kebetulan pada saat itu banyak santri putra yang tengah berada di depan kediaman pemilik pondok, semua mata terpaku tetapi langsung menundukan kepala
DIQAH merasa tidak suka dan tidak rela, pemuda itu juga merasa aneh kenapa bisa begini
setelah menemui ibu nyai, nabila mendapat kan banyak wejangan, dia sangat senang dan merasa terlahir kembali menjadi sosok baru yang masih putih bersih, secara perlahan pikiran nya terpusat kepada mencari ilmu dan mulai melupakan sosok kenan
DIQAH yang ikut menemani juga merasakan hal yang sama, ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik dari segi agama dan sifat
setelah selesai, nabila di suruh ke pondok putri, para santriwati menyambut nabila dengan suka cita, apa lagi kini nabila juga memakai jilbab seperti mereka
nabila, kamu cantik sekali, subhanallah, sangat cocok jika kelak kamu berdampingan dengan gus DIQAH, puji dina tulus
ah mbak dina ini terlalu berlebihan memuji, lagian aku dan DIQAH hanya teman, elak nabila yang merasa malu
eh, selama ini gus DIQAH itu seseorang yang cuek loh, banyak sekali santri putri yang naksir tapi gus DIQAH tidak mau merespon, sedang kan dengan kamu dia sangat perhatian banget, goda dina lagi
nabila semakin tersipu malu, sebab dengan diri nya DIQAH memang baik dan perhatian, bahkan tadi juga menyiap kan berbagi buku dan kitab untuk belajar
mbak dina, kalau begini kapan aku belajarnya, ucap nabila mengalihkan pembicaraan
oh iya, mari aku antarkan, balas dina
mari, jawab nabila semangat
__ADS_1
tadi ibu nyai meminta kalau mau belajar sholat bisa dengan ku, tapi sebelum itu kamu belajar al qur'an dengan neng naswa yah, dia merupakan yang terbaik di sini, bahkan pandai qiro'ah, ujar dina antusias
wah, aku sangat ingin bisa belajar qiro'ah, ujar nabila sungguh sungguh
nanti kamu minta di ajari saja sekalian, tapi kalau sudah lancar bacaan tajwidnya ya, saran dina
iya, mbak dina, terima kasih banyak, jawab nabila
assalamuallahikum, neng naswa, ini adalah nabila yang ingin belajar tata cara membaca al qur'an, ucap dina
waalaikumsalam, jawab gadis cantik dan anggun bernama naswa
naswa seketika terkejut sebab melihat nabila yang begitu cantik, dina yang menyadari sesuatu langsung berpamitan karena merasa tidak enak
nabila, kamu kalau sudah selesai bisa menemui aku untuk belajar sholat ya, bisik dina
iya, mbak dina, jawab nabila tersenyum manis
nabila, apa kamu dan gus DIQAH sudah mengenal lama, tanya naswa yang terlihat jelas memaksakan senyum nya
baru beberapa hari saja,jawab nabila sopan dan hormat karena meskipun mereka sebaya tapi naswa akan menjadi guru nya
nabila merasa jika guru ngajinya ini memiliki perasaan khusus terhadap DIQAH, sebab tadi saat bertanya tentang hubungan gadis itu tampak begitu penasaran
setelah satu jam belajar, nabila langsung berpamitan dan gantian belajar bersama dina
nabila, bagai mana belajar nya, apakah lancar, tanya dina
ya begini lah, karena berjuang dari nol tetap agaj ke sulitan, aku tetap semangat kok, jawab nabila
nabila memiliki ke cerdasan yang tinggi, jadi dia bisa dengan mudah memahami serta menghafal setiap kata yang di terangnkan, hanya saja dia selalu rendah hati
sebelum mengaji aku mau bertanya dulu, tadi neng naswa bertanya tentang gus DIQAH tidak, bisik dina
iya, memang nya hubungan mereka apa, tanya nabila balik bertanya
neng naswa diam diam menyukai gus DIQAH, bisil dina
oalah, pantes saja, balas nabila tersenyum manis
kamu tidak cemburu, tanya dina penasaran
kalau gus DIQAH ternyata menyukai mu bagai mana, goda dina
ah mana mungkin , kalau di banding kan dengan neng naswa aku tidak ada apa apanya, tentu saja DIQAH akan memilih wanita yang cantik dan sholeha seperti neng naswa, sedang kan aku masih bodoh dalam agama, jawab nabila merasa lucu
bisa saja itu terjadi, karena cinta tidak mengenal status dan perbedaan, balas dina
mbak dina, kalau kita ngobrol begini terus kapan aku bisa belajar nya, tegur nabila menahan tawa nya
astagfirullah, maaf keblabsan, maklum bibir wanita mudah terpeleset, jawab dina merasa malu
di hari pertama nya nabila gembira, ternyata belajar mengenai ilmu agama merupakan sesuatu yang menyenagkan juga, setelah selesai semua nya nabila sekalian sholat ashar berjamaah di sana, ternyata yang menjadi imam sholat adalah naswa
nabila sangat kagum dengan suara merdu yang begitu fasih dalam melatun kan ayat suci al qur'an, nabila merasa malu, sebab mereka berdua sebaya, tetapi dari segi ilmu bagaikan bumi dan langit
namun, nabila sadar jika mereka berdua memang memiliki nasib yang berbeda, di saat naswa sejak kecil sibuk belajar, dia juga di sibukan untuk mencari kebutuhan
naswa merupakan putri pemilik pesantren yang cukup besar di daerah itu, jadi semenjak kecil memang sudah di gembleng ilmu agama yang kuat, sedangkan nabila dari keluarga awam yaang bergelut dengan lingkungan keras sekedar hanya untuk bertahan hidup
setelah sholat ashar, nabila berpamitan pulang, namun tiba tiba ada seorang santri yang mendekati nya
neng nabila, kamu beli buku buku itu tadi di mana,aku sangat ingin membeli nya, tanya santri yang terlihat lebih dewasa dari nabila
saya kurang tahu, nanti akan saya tanya kan pada gus DIQAH, karena semua ini dia yang punya mbak, jawab nabila apa ada nya
apa, jadi semua buku dan kitab yang ada di tas kamu itu pemberian gus DIQAH, tanya dina
iya, memang nya ke napa, jawab nabila
saat dina ingin mengucap kan sesuatu mulut nya langsung terbungkam dengan ada nya naswa yang baru saja lewat, naswa tampak jelas cemburu, tapi masih berusaha tersenyum tegar, karena DIQAH selama ini tidak pernah memperlakukan perempuan lain secara khusus bahkan tergolong cuek
nabila, aku antar kamu pulang ya sampai gerbang ya, sela dina mengahlikan pembicaraan
iya, jawab nabila
neng, tolong tanyakan pada gus DIQAH beli nya di toko mana ya, pinta santri yang tadi
iya, mbak, jawab nabila ramah
__ADS_1
dina dengan semangat menggandeng nabila keluar area pondok pesantren
mbak dina, buka nya santri putri di larang keluar jika bukan hari jum'at ya, tanya nabila heran
aku sih engak, karena aku adalah mbak ndalem, jawab dina tertawa lirih
mbak ndalem, tanya nabila tidak paham
santri yang bertugas membantu di kediaman pak kyai,vjadi aku bisa bebas keluar masuk area pesantren, jawab dina
oalah, kalau begitu bisa menemani ku menungguh jemputan dong, ucap nabila
sip deh, eh soal yang tadi itu, apa kah benar jika buku dan kitab itu semua pemberian gus DIQAH, tanya dina membahas sesuatu yang membuat pemikiran nya penasran
iya, memang nya kenapa, tanya nabila balik
sudah aku duga, gus DIQAH memperlakukan kamu secara khusus, masa kamu tidak sadar, sergah dina
aku tidak mau kepedean ah,bbisa saja dia memang tulus mau menolong aku, elak nabila
sambil mengobrol mereka berdua sudah sampai di depan gerbang, dan saat itu di sana sudah ada DIQAH dan dua teman lain nya
nabila, sapa DIQAH mendekat
DIQAH, kamu di sini juga, tanya nabila ramah
iya, aku baru saja keluar di suruh kakek, bagai mana belajar nya kamu, tanya DIQAH
alhamdulillah lancar, terimah kasih ya, ucap nabila
iya, sama sama, kamu belajar yang sungguh sungguh ya, balas DIQAH
nabilla mengangguk, kemuadian dia ingat soal salah satu santri yang tadi menanyakan soal buku buku
oh iya, tadi ada salah satu santri putri yang bertanya soal buku tebal itu, kalau tidak salah judul nya peringatan bagi orang orang yang lupa, dia bertanya beli nya di mana, tanya nabila
seketika DIQAH menjadi gugup, sebab di antara mereka ada dina yang pasti nya akan menyebar kan di antara santri wati
oh, aku dapat hadiah dari paman aku, dan karena sudah aku baca berkali kali jadi aku berikan saja pada mu, jawab DIQAH
berapa detik kemudian datang muncul yunita dari kejahuan, gadis itu sudah tersenyum begitu melihat nabila
maaf ya, tadi ngaterin ibu belanja dulu, ucap yunita
belanja apa, tanya nabila penasaran
ya belanja uuntuk warung, jawab yunita
iya, ayo kita segera pulang dan bantuin untuk merapikan belanjaan nya, balas balas nabila
kak dina, DIQAH, aku pamit pulang ya, assalamuallahikum, ucap nabila
waalaikum salam, jawab dina dan DIQAH kompak
kemudian nabila naik ke motor, saat yunita sudah mulai menjalan kan motor nya DIQAH tidaj bisa berhenti memandang nabila
nabila yang sekarang semakin cantik dan menawan, DIQAH tidak bisa memungkiri jika diri nya sudah jatuh hati terhadap gadis tersebut
ehem, ehem,agoda dina
ada apa, mbak din, taanya DIQAH pura pura tidak mengerti
menurut gus DIQAH cantikan neng naswa atau nabila, tanya dina serius
waalaaikum salam, jawab DIQAH langsung pergi meninggal kan dina
DIQAH tahu jina dina merupakan sosok yang suka sekali kepo terhadap urusan orang lain, jadi pemuda itu tidak ingin di jadikan bahan gosip,
hanya saja dina melihat nya secara langsung sikap DIQAH bisa menyimpul kan gus nya menyukai nabila
sesampai nya di pondok putri, dina mengabarkan pada berapa teman nya tentang DIQAH yang sangat perhatian terhadap nabila, dan teman teman nya itu juga mencerita kan ke teman lain nya, alhasil srluruh pondok jadi tahu, jika pujaan hati mereka justru menyukai nabila yang baru belajar mengaji
nabila memang cantik dan lembut, meskipun dari kota tapi tidak sombong dan belagu,
cocok sekali dengan gus DIQAH, mereka tampak serasi dan sweet
eh, kata nya gus DIQAH , memberikan buku dan kitab pada nabila untuk belajar, romantis sekali
pantas saja nabila semangat sekali belajar nya, karena kelak akan menjadi istri cucu pak kyai,
__ADS_1
pada akhir nya kabar kabar itu sampai di telingah DIQAH, lelaki itu langsung tersedak saat makan sebab tahu jika diri nya di jadikan bahan pembicaraan di seluru pondok pesantren putri...