Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 61 HIJRAHNYA NABILA


__ADS_3

Nabila memutus kan ingin mengaji di pesantren, berangkat jam dua pulang jam lima sore


nabila sudah memakai gamis berwarna pink dengan jilbab yang senada, kini dia hanya tinggal menunggu sepupu nya datang karena yunita tadi mengantar kan ibu nya pergi keluar


sambil menunggu, nabila membuka bungkusan yang isi nya ada berapa buku, yaitu mengenai tata cara sholat, ahlak wanita muslimah dan juga al qur'an terjemahan nya di berikan DIQAH kemarin sore


DIQAH sangat baik sekali pada ku, aku sangat beruntung bertemu dengan nya, gumam nabila senang


nabila mengambilponsel nya dan mendengar kan lagi suara DIQAH saat sedang mengaji, secara perlahan dia mulai bisa meniruh nya, karena memang nabila memiliki suara yang bagus dan daya ingat yang tinggi sehingga dia tidak kesulitan dalam belajar


nabila semakin suka dan bersemangat belajar, hati nya begitu tenang saat melafalkan ayat suci al qur'an


aku semakin ingin belajar lagi, tekad nabila


nabila sudah mendapat kan informasi mengenai univesitas


namun, saat ini dia ingin fokus belajar dasar agama terlebih dahulu seperti rukun sholat dan doa doa lain nya


nabila, kamu sudah siap, tanya yunita yang baru datang dari balik pintu


sudah dari tadi, jawab nabila


maaf agak lama, tadi ibu ku mampir beli gula dulu, balas yunita


tidak apa apa, ayo kita berangkat sekarang, ajak nabila tersenyum riang


nabila, apa kamu mau mencoba di depan, biar nanti kalau mau ke mana mana bisa naik motor sendiri tidak perlu menunggu aku, kamu tahu sendiri aku sering di suruh ibu ini itu, tawar yunita


kapan kapan saja belajar nya, sekarang aku terburu buru takut telat ngaji nya, jawab nabila


baik lah kalau begitu, balas yunita


nabila berpamitan dulu pada nenek nya, jamilah terlihat begitu bahagia saat melihat nabila memakai pakaian muslim, karena justru semakin terlihat sangat cantik dan membuat siapa pun yang melihat akan merasa sejuk


hati hati ya, nanti kalau mau pulang telepon yunita biar di jemput, tutur jamilah


iya, nek, assalamuallahikum,pamit nabila


waalaikumsalam, jawab jamilah


dalam perjalanan nabila merenung, selama di dunia belum sempat membahagia kan ke dua orang tua nya, sehinggah kini dia ingin pandai mengaji dan bisa terus mengirim kan doa pada mereka, meminta kan ampunan agar ke dua orang tua nya mendapat kan tempat yang mulia di sisi allah


sesampai nya di pondok pesantren nabila masih sedih, dia semakin ingin menangis karena teringat dosa nya


nabila, aku pulang dulu ya, kalau sudah selesai telepon saja, ucap yunita


iya, kamu hati hati di jalan, balas nabila


setelah nabila memasuki pintu gerbang, dia melihat DIQAH yang datang menghampiri nya


lelaki itu tampak terkejut dengan penampilan baru nabila yang memakai hijab dan gamis


nabila, kamu di minta untuk menemui nenek dulu, timpal DIQAH


baiklah, jawab nabila berjalan sambil menunduk malu, karena baru kali ini memakai hijab terkadang ada rasa kurang percaya diri


kebetulan pada saat itu banyak santri putra yang tengah berada di depan kediaman pemilik pondok, semua mata terpaku tetapi langsung menundukan kepala


DIQAH merasa tidak suka dan tidak rela, pemuda itu juga merasa aneh kenapa bisa begini


setelah menemui ibu nyai, nabila mendapat kan banyak wejangan, dia sangat senang dan merasa terlahir kembali menjadi sosok baru yang masih putih bersih, secara perlahan pikiran nya terpusat kepada mencari ilmu dan mulai melupakan sosok kenan


DIQAH yang ikut menemani juga merasakan hal yang sama, ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik dari segi agama dan sifat


setelah selesai, nabila di suruh ke pondok putri, para santriwati menyambut nabila dengan suka cita, apa lagi kini nabila juga memakai jilbab seperti mereka


nabila, kamu cantik sekali, subhanallah, sangat cocok jika kelak kamu berdampingan dengan gus DIQAH, puji dina tulus


ah mbak dina ini terlalu berlebihan memuji, lagian aku dan DIQAH hanya teman, elak nabila yang merasa malu


eh, selama ini gus DIQAH itu seseorang yang cuek loh, banyak sekali santri putri yang naksir tapi gus DIQAH tidak mau merespon, sedang kan dengan kamu dia sangat perhatian banget, goda dina lagi


nabila semakin tersipu malu, sebab dengan diri nya DIQAH memang baik dan perhatian, bahkan tadi juga menyiap kan berbagi buku dan kitab untuk belajar


mbak dina, kalau begini kapan aku belajarnya, ucap nabila mengalihkan pembicaraan


oh iya, mari aku antarkan, balas dina


mari, jawab nabila semangat

__ADS_1


tadi ibu nyai meminta kalau mau belajar sholat bisa dengan ku, tapi sebelum itu kamu belajar al qur'an dengan neng naswa yah, dia merupakan yang terbaik di sini, bahkan pandai qiro'ah, ujar dina antusias


wah, aku sangat ingin bisa belajar qiro'ah, ujar nabila sungguh sungguh


nanti kamu minta di ajari saja sekalian, tapi kalau sudah lancar bacaan tajwidnya ya, saran dina


iya, mbak dina, terima kasih banyak, jawab nabila


assalamuallahikum, neng naswa, ini adalah nabila yang ingin belajar tata cara membaca al qur'an, ucap dina


waalaikumsalam, jawab gadis cantik dan anggun bernama naswa


naswa seketika terkejut sebab melihat nabila yang begitu cantik, dina yang menyadari sesuatu langsung berpamitan karena merasa tidak enak


nabila, kamu kalau sudah selesai bisa menemui aku untuk belajar sholat ya, bisik dina


iya, mbak dina, jawab nabila tersenyum manis


nabila, apa kamu dan gus DIQAH sudah mengenal lama, tanya naswa yang terlihat jelas memaksakan senyum nya


baru beberapa hari saja,jawab nabila sopan dan hormat karena meskipun mereka sebaya tapi naswa akan menjadi guru nya


nabila merasa jika guru ngajinya ini memiliki perasaan khusus terhadap DIQAH, sebab tadi saat bertanya tentang hubungan gadis itu tampak begitu penasaran


setelah satu jam belajar, nabila langsung berpamitan dan gantian belajar bersama dina


nabila, bagai mana belajar nya, apakah lancar, tanya dina


ya begini lah, karena berjuang dari nol tetap agaj ke sulitan, aku tetap semangat kok, jawab nabila


nabila memiliki ke cerdasan yang tinggi, jadi dia bisa dengan mudah memahami serta menghafal setiap kata yang di terangnkan, hanya saja dia selalu rendah hati


sebelum mengaji aku mau bertanya dulu, tadi neng naswa bertanya tentang gus DIQAH tidak, bisik dina


iya, memang nya hubungan mereka apa, tanya nabila balik bertanya


neng naswa diam diam menyukai gus DIQAH, bisil dina


oalah, pantes saja, balas nabila tersenyum manis


kamu tidak cemburu, tanya dina penasaran


kalau gus DIQAH ternyata menyukai mu bagai mana, goda dina


ah mana mungkin , kalau di banding kan dengan neng naswa aku tidak ada apa apanya, tentu saja DIQAH akan memilih wanita yang cantik dan sholeha seperti neng naswa, sedang kan aku masih bodoh dalam agama, jawab nabila merasa lucu


bisa saja itu terjadi, karena cinta tidak mengenal status dan perbedaan, balas dina


mbak dina, kalau kita ngobrol begini terus kapan aku bisa belajar nya, tegur nabila menahan tawa nya


astagfirullah, maaf keblabsan, maklum bibir wanita mudah terpeleset, jawab dina merasa malu


di hari pertama nya nabila gembira, ternyata belajar mengenai ilmu agama merupakan sesuatu yang menyenagkan juga, setelah selesai semua nya nabila sekalian sholat ashar berjamaah di sana, ternyata yang menjadi imam sholat adalah naswa


nabila sangat kagum dengan suara merdu yang begitu fasih dalam melatun kan ayat suci al qur'an, nabila merasa malu, sebab mereka berdua sebaya, tetapi dari segi ilmu bagaikan bumi dan langit


namun, nabila sadar jika mereka berdua memang memiliki nasib yang berbeda, di saat naswa sejak kecil sibuk belajar, dia juga di sibukan untuk mencari kebutuhan


naswa merupakan putri pemilik pesantren yang cukup besar di daerah itu, jadi semenjak kecil memang sudah di gembleng ilmu agama yang kuat, sedangkan nabila dari keluarga awam yaang bergelut dengan lingkungan keras sekedar hanya untuk bertahan hidup


setelah sholat ashar, nabila berpamitan pulang, namun tiba tiba ada seorang santri yang mendekati nya


neng nabila, kamu beli buku buku itu tadi di mana,aku sangat ingin membeli nya, tanya santri yang terlihat lebih dewasa dari nabila


saya kurang tahu, nanti akan saya tanya kan pada gus DIQAH, karena semua ini dia yang punya mbak, jawab nabila apa ada nya


apa, jadi semua buku dan kitab yang ada di tas kamu itu pemberian gus DIQAH, tanya dina


iya, memang nya ke napa, jawab nabila


saat dina ingin mengucap kan sesuatu mulut nya langsung terbungkam dengan ada nya naswa yang baru saja lewat, naswa tampak jelas cemburu, tapi masih berusaha tersenyum tegar, karena DIQAH selama ini tidak pernah memperlakukan perempuan lain secara khusus bahkan tergolong cuek


nabila, aku antar kamu pulang ya sampai gerbang ya, sela dina mengahlikan pembicaraan


iya, jawab nabila


neng, tolong tanyakan pada gus DIQAH beli nya di toko mana ya, pinta santri yang tadi


iya, mbak, jawab nabila ramah

__ADS_1


dina dengan semangat menggandeng nabila keluar area pondok pesantren


mbak dina, buka nya santri putri di larang keluar jika bukan hari jum'at ya, tanya nabila heran


aku sih engak, karena aku adalah mbak ndalem, jawab dina tertawa lirih


mbak ndalem, tanya nabila tidak paham


santri yang bertugas membantu di kediaman pak kyai,vjadi aku bisa bebas keluar masuk area pesantren, jawab dina


oalah, kalau begitu bisa menemani ku menungguh jemputan dong, ucap nabila


sip deh, eh soal yang tadi itu, apa kah benar jika buku dan kitab itu semua pemberian gus DIQAH, tanya dina membahas sesuatu yang membuat pemikiran nya penasran


iya, memang nya kenapa, tanya nabila balik


sudah aku duga, gus DIQAH memperlakukan kamu secara khusus, masa kamu tidak sadar, sergah dina


aku tidak mau kepedean ah,bbisa saja dia memang tulus mau menolong aku, elak nabila


sambil mengobrol mereka berdua sudah sampai di depan gerbang, dan saat itu di sana sudah ada DIQAH dan dua teman lain nya


nabila, sapa DIQAH mendekat


DIQAH, kamu di sini juga, tanya nabila ramah


iya, aku baru saja keluar di suruh kakek, bagai mana belajar nya kamu, tanya DIQAH


alhamdulillah lancar, terimah kasih ya, ucap nabila


iya, sama sama, kamu belajar yang sungguh sungguh ya, balas DIQAH


nabilla mengangguk, kemuadian dia ingat soal salah satu santri yang tadi menanyakan soal buku buku


oh iya, tadi ada salah satu santri putri yang bertanya soal buku tebal itu, kalau tidak salah judul nya peringatan bagi orang orang yang lupa, dia bertanya beli nya di mana, tanya nabila


seketika DIQAH menjadi gugup, sebab di antara mereka ada dina yang pasti nya akan menyebar kan di antara santri wati


oh, aku dapat hadiah dari paman aku, dan karena sudah aku baca berkali kali jadi aku berikan saja pada mu, jawab DIQAH


berapa detik kemudian datang muncul yunita dari kejahuan, gadis itu sudah tersenyum begitu melihat nabila


maaf ya, tadi ngaterin ibu belanja dulu, ucap yunita


belanja apa, tanya nabila penasaran


ya belanja uuntuk warung, jawab yunita


iya, ayo kita segera pulang dan bantuin untuk merapikan belanjaan nya, balas balas nabila


kak dina, DIQAH, aku pamit pulang ya, assalamuallahikum, ucap nabila


waalaikum salam, jawab dina dan DIQAH kompak


kemudian nabila naik ke motor, saat yunita sudah mulai menjalan kan motor nya DIQAH tidaj bisa berhenti memandang nabila


nabila yang sekarang semakin cantik dan menawan, DIQAH tidak bisa memungkiri jika diri nya sudah jatuh hati terhadap gadis tersebut


ehem, ehem,agoda dina


ada apa, mbak din, taanya DIQAH pura pura tidak mengerti


menurut gus DIQAH cantikan neng naswa atau nabila, tanya dina serius


waalaaikum salam, jawab DIQAH langsung pergi meninggal kan dina


DIQAH tahu jina dina merupakan sosok yang suka sekali kepo terhadap urusan orang lain, jadi pemuda itu tidak ingin di jadikan bahan gosip,


hanya saja dina melihat nya secara langsung sikap DIQAH bisa menyimpul kan gus nya menyukai nabila


sesampai nya di pondok putri, dina mengabarkan pada berapa teman nya tentang DIQAH yang sangat perhatian terhadap nabila, dan teman teman nya itu juga mencerita kan ke teman lain nya, alhasil srluruh pondok jadi tahu, jika pujaan hati mereka justru menyukai nabila yang baru belajar mengaji


nabila memang cantik dan lembut, meskipun dari kota tapi tidak sombong dan belagu,


cocok sekali dengan gus DIQAH, mereka tampak serasi dan sweet


eh, kata nya gus DIQAH , memberikan buku dan kitab pada nabila untuk belajar, romantis sekali


pantas saja nabila semangat sekali belajar nya, karena kelak akan menjadi istri cucu pak kyai,

__ADS_1


pada akhir nya kabar kabar itu sampai di telingah DIQAH, lelaki itu langsung tersedak saat makan sebab tahu jika diri nya di jadikan bahan pembicaraan di seluru pondok pesantren putri...


__ADS_2