Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 51


__ADS_3

Saat di rumah Diani iseng membuka aplikasi hijau di Handphone nya, ia sangat terkejut melihat postingan sahabat nya, di postingan Lena ada foto makanan tapi yang menjadi perhatian Diani adalah sebuah pulpen berwarna emas yang mirip dengan punya Rian suami nya, karena Diani memesan nya khusus dari swiss untuk Rian.


"Masak sih Lena di Malang, padahal kan tadi pagi masih di kafe, coba aku tanya deh," Gumam Diani, dan ia segera mengetik pesan melalui aplikasi hijau nya.


"Wah makan siang dimana nih,".


Tak menunggu lama Lena pun membalas chat Diani " Hotel X di daerah Malang,".


"Lho udah di Malang aja nih, Ngapain?"Tanya Diani basa basi.


"Ada saudara mau nikah nih, maaf ya nggak sempat kasi tau, soal nya buru-buru banget tadi," Balas Lena sambil mencantumkan emoticon tangan yang di tangkup.


"Oalah nggak apa-apa kali Len, ya udah have fun ya, jangan lupa oleh-oleh nya," Pesan Diani tidak lupa emot tersenyum lebar.


Di dalam hati Diani merasa cemas, karena Ia tahu tidak mungkin hanya kebetulan saja pulpen emas milik Rian ada di meja makan yang di posting oleh Lena.


"Ya Allah, semoga pikiran ku salah, jauh kan suami hamba dari segala macam fitnah," Doa Diani dalam hati.


"Bun, kok melamun sih," Icha duduk di samping Diani sambil membawa teh manis di tangan nya dan meletak kan nya di meja.


"Eh, anak bunda, nggak sayang, bunda nggak melamun kok," Sahut Diani dan mengusap pipi gembul Icha. "Itu buat bunda nak?" Tanya Diani dan Icha mengangguk kan kepala sebagai jawaban nya.


"Ya Allah pinter sekali sayang, terima kasih ya nak," Lanjut Diani bangga dan ia melupakan sedikit gundah di hati nya.


"Sama-sama Bunda,".


Diani menyesap teh yang di bawa kan oleh Icha, ia pun tersenyum karena rasa nya sangat enak dan membuat perasaan nya sedikit tenang.


"Emm, enak banget, ini kamu yang buat," Puji Diani.


Seketika Icha menggeleng " Bik Nah yang buat Bun," Jelas Icha.


"Eh, kirain Icha yang buat, pantesan nggak asing rasa nya,".

__ADS_1


"Icha cuman bawain aja Bun, hehe" Imbuh Icha dengan senyum yang sangat manis." Lain kali Icha buatin ya buat Bunda, Bunda suka yang gimana? Yang Manis, tawar atauu," Icha sengaja menjeda perkataan nya.


"Atau apa?" Tanya Diani penasaran.


"Asin," Jawab Icha polos sambil terkekeh.


"Eh, kok asin sih, mana ada teh asin Ichaa," Protes Diani, Icha pun berlari dan karena di gelitiki oleh Diani.


"Eh, jangan lari," Diani pun ikut berlari mengejar Icha dengan tawa di bibir nya.


"Ayo bunda tangkap Icha, Hahaha," Suara tawa kebahagian dari mereka terdengar sampai di telinga nenek Ijah yang saay itu duduk di dekat jendela.


Nenek Ijah melihat tawa kebahagiaan yang di pancarkan oleh Diani dan Icha " Semoga kamu selalu bahagia, Nduk," Doa Nenek Ijah tulus, ia mengusap sudut mata nya yang kini berembun.


Suara tawa masih terdengar di taman belakang hingga suara telephone menghentikan aktivitas kejar-kejaran yang di lakukan Diani dan Icha.


"Mami, kok tumben nelpon ya," Ucap Diani penasaran namun dengan segera menggeser tombol hijau di layar handphone nya.


"Assalamualaikum Mi," Sapa Diani.


"Alhamdulillah baik Mi, Mami apa kabar, Oh ya maaf ya Mi, Diani jarang telpon Mami," Ucap Diani basa basi.


"Nggak apa-apa sayang, oh ia Mami lagi di Lombok, kirim alamat ya Nak, Mami i gin sekali bertemu sama kamu," Lanjut Mami Mela.


"Benarkah Mi? Baiklah nanti aku kirimkan," Ucap Diani antusias, ini pertama kali nya Mami mertua nya akan berkunjung karena pandemi dan Mami mela tinggal di singapore bersama suami nya serta mengurus bisnis keluarga nya disana.


Panggilan pun terputus dan Diani pun segera mengirimkan alamat rumah yang di minta oleh Mami mertua nya.


"Bun, siapa yang nelpon," Tanya Icha penasaran.


"Yang nelpon tadi Eyang Uti sayang, Mami nya Ayah," Jelas Diani.


"Ohh," Balas Icha sambil manggut-manggut, Diani mencubit hidung Icha gemas.

__ADS_1


"Ya udah, yuk kita sambut Eyang, kata nya mau kesini," Ajak Diani, namun Icha hanya diam saja dan wajah nya seperti menyimpan kekhwatiran.


"Kenapa sayang?" Tanya Diani.


"Icha takut nanti Eyang nggak suka sama Icha Bun," Papar Icha sambil menunduk.


"Sayang tenang aja ya, Eyang orang nya baik kok, Bunda yakin pasti Eyang suka sama kamu," Jelas Diani dan membuat Icha sedikit tenang namun ke khawatiran di wajah nya belum hilang sepenuh nya. "Percaya sama bunda," Sambung nya lagi, Diani pun menuntun tangan Icha ke ruang tamu menunggu sang Mertua.


"Bun, Icha tunggu di kamar aja ya," Pinta Icha. Diani pun mengerti mungkin Ia belum siap bertemu dengan orang baru.


"Ya udah, kalau begitu kamu istirahat aja ya sayang," Diani akhir nya mengiyakan peermintaan Icha, karena ia juga tak begitu tahu sifat Mertua nya.


Tiga puluh menit Diani menunggu akhir nya mobil berwarna hitam metalic terparkir di depan rumah nya, seorang perempuan modis dan cantik di usia nya yang sudah tidak muda lagi pun turun.


Diani tersenyum sangat manis menyambut kedatangan Mami Mela, Diani juga tak lupa mencium tangan Mertua nya dengan takzim. Mami Mela pun memeluk Diani untuk pertama kali nya.


"Mami, Bagaimana perjalanan nya?" Tanya Diani basa basi.


" Capek sih, tapi untung saja pemandangan nya bagus jadi sedikit terhibur," Puji Mami Mela dengan ke indahan pantai yang terhampar luas sepanjang perjalanan nya.


"Ia Mi, memang kalau di lombok itu nggak akan mengecewakan," Terang Diani.


Mami Mela dan Diani pun mengobrol panjang lebar tentang destinasi wisata serta kuliner dan banyak juga wejangan-wejangan yang di sampaikan oleh Mami Mela ke menantu nya.


Saat sedang asyik bercerita Mami Mela melihat ada anak kecil yang mengintip dari balik pintu kamar atas, lantas ia pun bertanya " Nak, itu anak kecil siapa?".


Diani pun kelabakan di tanyai oleh Mami mertua nya, "Itu, ponakan aku Mi," Jawab Diani berbohong karena ia belum siap untuk menceritakan siapa Icha sebenar nya.


"Kok nggak di kenalin sih," Protes Mami Mela, Diani hanya tersenyum kikuk.


"Maaf ya Mi, aku sampai lupa saking antusias nya bertemu Mami," Kilah Diani.


"Di panggil dong Nak," Suruh Mami Mela, dan Diani pun memanggil Icha.

__ADS_1


Icha berjalan perlahan sambil menundukkan kepala nya,"Sini Nak, duduk dekat Bunda," Pinta Diani dan Icha pun menurut.


"Anak nya cantik ya Di, nama kamu siapa anak manis?" Tanya Mami Mela sambil mengelus pipi Icha lembut.


__ADS_2