Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 42


__ADS_3

Di dalam apartemen yang mewah hendri sedang menanti kedatangan tamu istimewa nya yaitu OB baru. Tidak berselang berapa lama terdengar bel pintu, "Akhirnya kau masuk perangkap ku juga tikus kecil "Seringai Hendri sambil berlalu menuju pintu.


"Se-selamat malam tuan hendri"Ucap Edi gugup.


"Cih,,Kau masih saja gugup, bagaimana mungkin Tuan Lucas mempekerjakan orang seperti mu".


"Maksud anda apa tuan, anda meremehkan kemampuan saya" Edi menatap tajam manik mata Hendri.


"Santai bro, jangan cepat emosi nggak baik buat kesehatan" Ucap Hendri sambil berlalu ke kulkas dan mengeluarkan dua buah minuman dingin.


"Langsung saja Ed, apa rencanamu untuk menghancurkan perusahaan Wijaya Gruop" Kata Hendri sambil membuka tutup botol minuman nya dan Edi kemudian menyerahkan botol satu nya ke tangan Edi.


Edi menerima sambil mengucapkan terima kasih dan Hendri hanya mengangguk pelan, sebelum mulai berbicara Hendri menarik nafas nya pelan dan berkata "Apa imbalan yang akan saya dapat kan jika saya memberi tahu tuan".


Hendri menyodorkan Cek kosong kepada Edi dan Hendri pun tersenyum karena Edi seperti nya mulai tertarik dengan penawaran nya.


"Apa yang akan kamu lakukan Edi, supaya aku juga tau apa yang akan aku lakukan"Hendri tampak nya tidak sabar karena Edi hanya diam.


"Saya..."

__ADS_1


###


Diani dan Rian sedang makan siang di sebuah cafe, tiba-tiba sebuah notifikasi masuk di hp nya.


Tring


"Bos, aku sudah tau rencana jahat dari anak buah tuan lukas"Hendra memberi informasi yang di dapat dari Edi.


"Bagus kirimkan rekaman yang kamu dapatkan"Rian tersenyum mendapat informasi penting dari Hendra.


Diani merasa di abaikan sehingga dia hanya mengaduk-aduk minuman nya. Rian menyadari tingkah istri nya kemudian mencubit hifubg istri nya seraya berkata "Kenapa Bun, kok gitu amat muka nya"


"Kalau udah selesai, balik yuk"Ajak Rian dan di balas anggukan kepala oleh Diani. Rian yang tahu kalau Diani masih bete mempunyai ide membelikan bunga kepada istri nya.


Saat sampai di mobil Rian pamit ke Diani untuk membeli sesuatu, Lagi-lagi Diani hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil sambil membuka Hp nya dan mendengarkan murottal surat Maryam, Saat sedang menikmati lantunan ayat suci Alqur'an Diani di kejutkan oleh seorang anak kecil berusia sekitar 8 tahunan yang mengetuk kaca mobil.


"Ini ada hadiah untuk kakak yang cantik" Kata nya sambil menyodorkan sebuah buket bunga mawar berwarna merah dan putih kesukaan Diani.


Diani tampak ragu menerima bunga pemberian gadis kecil itu "Nggak apa-apa kak, ini ada kartu dari kakak ganteng pemberi bunga"Lanjut gafis kecil bernama Alya itu.

__ADS_1


Diani membaca surat yang di berikan dan tersenyum membacanya karena tulisan itu adalah tulisan tangan dari Suami nya.


"Istriku sayang, jangan ngambek lagi ya, cuma kamu satu-satu nya yang akan menjadi bidadari di hatiku sampai jannah" Diani pun merona membaca tulisan yang ada di kartu itu dan langsung menerima bunga dari Alya.


"Terima kasih sayang, Ini ada coklat buat anak baik yang cantik "Ucap Diani sambil menyodorkan sekotak coklat dan diterima oleh Alya dengan mata berbinar.


"Oia sayang, Kakak ganteng yang ngasi bunga ini dimana"Tanya Diani karena dari tadi Rian belum datang.


"Tuhh" Tunjuk Alya ke samping Diani yang hanya fokus ke Alya dari tadi.


Diani terkejut karena bukan hanya Rian yang berada di samping nya melainkan buket bunga yang sangat besar dan cantik.


"Aku dari tadi disini lho Bun" Goda Rian sambil menoel dagu Diani dan itu membuat Alya tersenyum sambil berkata "Ciiiieeeee, ada yang berbunga-bunga, merah merona,Upsss"


"Ehh,,kamu sih Mas, maaf ya sayang" Ucap Diani malu.


"Aku pamit ya kak, assalamualaikum"Ucap Alya.


"Tunggu sayang, Ini buat jajan ya karena udah bantu kakak" Ucap Rian sambil menyodorkan dua lembar uang berwarna merah.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2