
"Apa yang kamu sembunyikan dari ku mas" Ujar Diani sambil memegang dadanya yang terasa sakit, karena untuk pertama kalinya Rian melarang untuk memegang handphonenya.
Cukup lama Diani termenung di balkon hingga adzan maghrib menyadarkan lamunannya"Astagfirullah, ternyata sudah adzan" Diani masuk kedalam kamar dan menutup pintu balkon agar angin tidak masuk.
"Mas,kamu kok belum ambil whudu buat sholat" Kata Diani saat melihat Rian masih bergelut dengan laptop.
Rian hanya menoleh dan melanjutkan aktivitasnya, Diani yang tak dihiraukan pun keluar dari kamar karena ia tidak kuasa menahan rasa kecewanya. "Ya Allah, baru tadi siang mas Rian bersikap manis, dan sekarang sudah berubah lagi, aku tidak mengerti mas, kenapa sekarang kamu cepat sekali marah seperti itu" Diani duduk di sofa ruang tamu sambil sesekali menghapus air matanya.
***
Sementara di kamar Rian yang sedang serius menatap layar monitor di kejutkan oleh sebuah panggilan telpon, Rian segera menggeser tanda hijau di layar.
"Assalamualaikum bu,"Ucap Rian sesaat setelah mengangkatnya.
"Waalaikumsalam nak," Terdengar sahutan yang sangat menenangkan di seberang telfon.
"Kamu apa kabar nak sama Diani"Tanya ibu Rian.
"Alhamdulillah bu aku sama Diani baik-baik saja, Ibu
__ADS_1
sama Bapak sehat kan " Tanya Rian kepada ibunya.
"Kami juga sehat,oh ia yan ibu kangen sekali sama kalian, kapan kalian akan kemari" Ibu Rian berharap akan secepatnya di kunjungi oleh menantu dan anaknya.
" In shaa allah secepatnya bu,oh ia bu aku belum sholat maghrib, baru selesai urus pekerjaan kantor " Ujar Rian sambil bangun dari kasur.
"Ya allah naaak, sholat kok ditunda-tunda sih, yan ingat pesan ibu nak, sesibuk apapun kamu jangan pernah lalikan sholat, karena tanpa sholat semua yang telah kamu dapatkan itu tidak berkah" Ujar Ibu Rian memberikan wejangan kepada putranya.
"Nggih bu, aku akan ingat pesan ibu, kalau begitu Rian sholat dulu iya bu"Kata Rian dan mengganti celana dengan sarungnya.
"Ya sudah nak, salam sama istrimu ya, Assalamualaikum".
Rian masuk ke kamar mandi kemudian mengambil air whudu, Rian menunaikan sholat maghrib setelah sebelumnya sholat sunnat Qobliyah, dan di akhiri dengan dzikir serta sholat sunnat ba'diyah maghrib.
Rian kemudian turun mencari Diani, dan mendapati istrinya terlelap di sofa dengan TV yang masih menyala, Rian memperhatikan wajah istrinya, ada bekas air mata di ujung mata Diani dan ujung hidung Diani sedikit memerah.
"Dek,dek, kamu kok tidur disini"Rian membangunkan tubuh Diani sambil menggoyangkannya pelan. Riani yang merasa ada sentuhan segera membuka matanya.
"Maaf mas, aku ketiduran" Kata Diani sambil bangun dari berbaringnya.
__ADS_1
"Mata kamu kayak abis nangis dek, apa ada masalah" Tanya Rian karena penasaran.
" Ahh enggak mas, tadi aku nonton sinetron ceritanya sedih jadi aku sedikit baper deh" kilah Diani sambil merapikan hijabnya.
"Oh, kirain kamu sakit, Dek aku laper kita makan yuk"Ajak Rian dan diangguki oleh Diani.
Rian beranjak meninggalkan Diani ke meja makan. "Seandainya kamu tahu aku menangis karena kamu mas" bathin Diani yang kecewa karena Rian tidak peka.
"Dek kok kamu melamun sih" teriak Rian dari arah meja makan.
"Ia mas, tunggu sebentar aku matikan TV dulu" Ujar Diani sambil berjalan menuju meja makan.
Diani langsung mengambil piring kemudian menyendokkan nasi serta lauk, dan meletakkannya didepan Rian. Mereka makan tanpa ada pembicaraan dan fokus dengan makaman masing-masing.
TBC
jangan lupa vote iya
komen dan dukungan sangat author harapkan.
__ADS_1